Aug 25, 2026
Nasional

KPK Ungkap Sistem Layering Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan dunia pendidikan tinggi tanah air. Dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), penyidik lembaga anti

KPK Ungkap Sistem Layering Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan dunia pendidikan tinggi tanah air. Dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), penyidik lembaga antirasuah itu mengamankan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto beserta sejumlah pihak lainnya. Penangkapan itu berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) yang disebut menggunakan sistem layering alias berlapis, sebuah skema yang diduga dirancang untuk menyamarkan aliran uang dari para calon mahasiswa.

Operasi yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) itu menjadi pukulan telak bagi institusi pendidikan yang selama ini dikenal sebagai salah satu kampus negeri terkemuka di Jawa Tengah. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, penyidik menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan kampus dan mengamankan dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga terkait transaksi penerimaan mahasiswa.

"Kami mengamankan rektor beserta beberapa pihak lain dalam operasi tangkap tangan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan perkara," ujar juru bicara KPK dalam keterangan resminya, Jumat malam.

Sistem Layering yang Menyamarkan Aliran Uang

Yang membuat kasus ini menarik perhatian publik adalah modus yang digunakan. Sistem layering dalam konteks dugaan korupsi penerimaan mahasiswa berarti uang yang disetorkan para orang tua calon mahasiswa tidak mengalir langsung ke rekening pribadi, melainkan melewati beberapa lapisan perantara, baik berupa rekening atas nama pihak ketiga, yayasan, maupun perusahaan fiktif. Tujuannya jelas: memutus jejak transaksi agar sulit dilacak oleh aparat penegak hukum.

Modus seperti ini bukan hal baru dalam kasus penerimaan mahasiswa. Namun, yang membedakan kasus Unsoed adalah diduga melibatkan pimpinan tertinggi kampus secara langsung. Sejumlah pengamat pendidikan menilai keterlibatan rektor menunjukkan bahwa praktik ini berjalan terstruktur dan sistematis, bukan sekadar ulah oknum.

  • Uang diduga diterima dalam bentuk tunai maupun transfer bertahap.
  • Lapisan perantara diduga menggunakan rekening pihak ketiga dan entitas usaha.
  • Barang bukti elektronik diamankan untuk menelusuri alur transaksi.

Jejak OTT dan Pengembangan Perkara

OTT terhadap rektor Unsoed merupakan bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung lama. Sebelum penangkapan, tim penyidik KPK disebut telah memantau pergerakan sejumlah pihak selama berminggu-minggu. Penangkapan dilakukan tepat saat diduga terjadi penyerahan sejumlah uang, sehingga bukti awal yang diamankan cukup kuat untuk memenuhi unsur tindak pidana.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci total nilai transaksi yang berhasil diamankan. Penyidik juga masih mendalami keterlibatan pejabat lain di lingkungan universitas, termasuk panitia penerimaan mahasiswa baru dan pihak eksternal yang diduga berperan sebagai perantara. Status hukum para tersangka pun belum diumumkan secara resmi.

Jalur Mandiri dan Titik Rawan Korupsi

Kasus ini kembali menyorot titik rawan yang selama ini dikeluhkan banyak pihak: penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri. Di sejumlah perguruan tinggi negeri, jalur mandiri kerap menjadi celah bagi praktik suap karena biaya dan kuotanya tidak seketat jalur seleksi nasional. Dugaan keterlibatan pimpinan kampus dalam kasus Unsoed menegaskan bahwa pengawasan internal yang longgar dapat membuka ruang bagi penyalahgunaan wewenang di level tertinggi.

Reaksi Kampus dan Publik

Di lingkungan kampus, penangkapan rektor memicu guncangan. Sejumlah mahasiswa mengaku kaget dan kecewa. "Kami selama ini bangga dengan almamater, tetapi peristiwa ini mencoreng nama baik universitas. Semoga proses hukum berjalan transparan," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Pihak universitas, melalui wakil rektor bidang umum, menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan memastikan kegiatan akademik tetap berlangsung normal. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi disebut akan meninjau tata kelola penerimaan mahasiswa di Unsoed agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa celah penerimaan mahasiswa masih menjadi titik rawan korupsi di perguruan tinggi negeri. Publik menanti transparansi penuh dari KPK, sekaligus mendorong reformasi tata kelola penerimaan agar integritas pendidikan tinggi Indonesia tidak terus tercoreng oleh praktik semacam ini.

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: KPK tangkap Rektor Unsoed dalam OTT dugaan korupsi penerimaan maba dengan sistem layering. Publik menuntut tata kelola kampus yang transparan. #KPK #Unsoed #AntiKorupsi[SOCIAL_TG]: KPK tangkap Rektor Unsoed dalam OTT. Dugaan korupsi penerimaan maba gunakan sistem layering berlapis. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User