Konser The Rose di Jakarta Usai Prambanan Jazz 2026

Di penghujung tahun yang dipenuhi gelaran musik, sebuah kabar dari negeri ginseng kembali menyapa para pencinta musik Tanah Air. The Rose, band rock alternatif asal Korea Selatan yang dikenal lewat li...

Jul 12, 2026 - 09:33
0 0
Konser The Rose di Jakarta Usai Prambanan Jazz 2026

Di penghujung tahun yang dipenuhi gelaran musik, sebuah kabar dari negeri ginseng kembali menyapa para pencinta musik Tanah Air. The Rose, band rock alternatif asal Korea Selatan yang dikenal lewat lirik emosional dan melodi memikat, dikabarkan akan menggelar konser tunggal di Jakarta pada Oktober mendatang. Kepastian ini hadir bersamaan dengan jadwal mereka yang akan tampil lebih dulu di panggung megah Prambanan Jazz 2026.

Meski bulan Oktober masih terbilang jauh, hembusan informasi ini sudah cukup membuat para Black Rose—sebutan bagi penggemar setia The Rose—larut dalam antusiasme. Berbagai platform media sosial seketika dipenuhi diskusi, spekulasi, hingga rencana kedatangan dari berbagai kota. Tidak hanya dari Jakarta, penggemar dari luar pulau pun mulai menyusun strategi agar bisa menyaksikan langsung aksi panggung Woosung, Dojoon, Hajoon, dan Jaehyeong.

Rangkaian Tur yang Dinanti

Kedatangan The Rose ke Jakarta akan menjadi bagian dari tur bertajuk ROSETOPIA ASIA TOUR, sebuah perjalanan yang dirancang untuk membawa nuansa utopia khas musik mereka ke berbagai negara di Asia. Setelah sukses dengan beberapa tur dunia sebelumnya, band yang terbentuk pada 2017 ini tampaknya ingin kembali mendekatkan diri dengan penggemar di kawasan Asia Tenggara. Jakarta dipilih sebagai salah satu titik persinggahan penting, dan ini akan menjadi momen yang membekas mengingat konser terakhir mereka di Indonesia disambut dengan luar biasa.

Woosung, sang vokalis dengan suara serak khas, pernah mengungkapkan bahwa setiap pertunjukan adalah bentuk dialog batin. Maka tidak heran jika konser The Rose selalu menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Di atas panggung, mereka kerap membangun koneksi emosional dengan penonton melalui aransemen yang intim, tata cahaya yang menyelubungi atmosfer, serta interaksi yang jujur. Bagi banyak penggemar, menonton The Rose bukan hanya soal mendengar lagu, melainkan merasakan pelukan dari tiap nada yang dimainkan.

Dari Prambanan Jazz ke Panggung Jakarta

Sebelum mendarat di Jakarta, The Rose akan lebih dulu merasakan magisnya Candi Prambanan. Prambanan Jazz 2026 menjadi ajang pembuka yang tidak hanya memperkenalkan mereka pada panggung terbuka yang megah, tetapi juga menjadi jembatan budaya antara musik Korea dan warisan seni Indonesia. Festival yang selalu menghadirkan perpaduan jazz, pop, dan elemen tradisional ini akan menjadi panggung yang berbeda bagi The Rose. Bayangkan denting gitar Woosung yang berpadu dengan semilir angin malam di antara relief candi. Sebuah kolaborasi estetika yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Bagi The Rose, pengalaman tampil di festival sebesar Prambanan Jazz bisa menjadi pemantik energi sebelum mereka menggebrak Jakarta. Panggung festival yang luas biasanya menuntut adaptasi yang berbeda dibanding panggung konser dalam ruangan. Di Jakarta nanti, penonton bisa berharap sebuah pertunjukan yang lebih terkonsep, dengan setlist yang mungkin lebih personal dan tata panggung yang lebih teatrikal. Beberapa penggemar berspekulasi bahwa lagu-lagu seperti “Sorry”, “She’s in the Rain”, dan “Red” akan menjadi sorotan utama yang menggetarkan.

Menghidupkan Kembali Kenangan

Perjalanan The Rose tidak selalu mulus. Mereka pernah menghadapi masa-masa sulit, termasuk hiatus dan pergulatan dengan agensi. Namun justru dari titik itulah makna lagu-lagu mereka semakin dalam. Setiap kali kembali ke atas panggung, ada rasa syukur yang tumpah. Dan ketika Jakarta kembali menjadi saksi, ribuan pasang mata akan menatap dengan harapan yang sama: bahwa musik adalah bahasa paling jujur yang bisa menyembuhkan.

Salah seorang penggemar asal Bandung, Dinda (26), mengisahkan bagaimana lagu The Rose menemaninya melewati masa-masa gelap. "Setiap kali Woosung bernyanyi seolah dia tahu apa yang sedang kita rasakan. Saya tidak sabar untuk menangis bahagia di konser nanti," ujarnya. Cerita seperti Dinda bukanlah satu-satunya. Di berbagai komunitas daring, banyak yang berbagi kisah serupa. Mereka menyebutnya sebagai terapi kolektif. Konser The Rose bukan sekadar pertunjukan, tapi perayaan atas ketahanan hati manusia.

Apa yang Bisa Diharapkan

Detail mengenai tanggal pasti, lokasi, dan tiket konser Jakarta memang belum sepenuhnya diumumkan. Namun dari tur-tur sebelumnya, The Rose dikenal selalu menyiapkan kejutan. Mulai dari aransemen ulang lagu-lagu lama, penampilan akustik tanpa bass dan drum, hingga momen di mana semua penonton menyanyikan lirik bersama-sama tanpa iringan musik. Itulah puncak utopia yang ingin dihadirkan: kebersamaan yang tulus.

Bagi yang telah menunggu bertahun-tahun, Oktober adalah bulan yang menjanjikan. Setelah puas disuguhi kemegahan Prambanan Jazz, para Black Rose akan kembali berkumpul di Jakarta, menciptakan lautan cahaya dari lightstick dan ponsel yang diangkat tinggi. Dalam gelapnya ruang konser, suara Woosung akan kembali mengalun, dan semua akan baik-baik saja.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User