Aug 25, 2026
entertainment

Kisah Ummi Quary Menunaikan Umrah di Tanah Suci

Embun pagi masih menempel di jendela pesawat ketika Ummi Quary menekan telapak tangan ke dada. Di balik kaca itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, terbentang langit kota yang selama ini hanya ia ...

Kisah Ummi Quary Menunaikan Umrah di Tanah Suci

Embun pagi masih menempel di jendela pesawat ketika Ummi Quary menekan telapak tangan ke dada. Di balik kaca itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, terbentang langit kota yang selama ini hanya ia kenal lewat doa-doa panjang di rumahnya. Tanah Suci. Dua kata yang bertahun-tahun ia simpan diam-diam di antara daftar mimpi yang tak berani diucapkan terlalu keras.

Perjalanan ini tidak lahir dalam semalam. Di balik layar, ada bulan-bulan penantian, tabungan yang disisihkan sedikit demi sedikit dari penghasilan sederhana, serta doa-doa kecil yang meluncur setiap kali azan Maghrib berkumandang. Kini seluruh perjuangan itu menemui titiknya, ketika kakinya mulai menapaki bumi yang selama ini hanya ia pandang dari bingkai foto di dinding kamar.

Sebuah Mimpi yang Dirajut Perlahan

Kisah Ummi Quary adalah kisah tentang orang-orang biasa yang menyimpan mimpi besar di dalam hati yang sederhana. Baginya, umrah bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan puncak dari sebuah perjalanan panjang yang penuh liku. Setiap rupiah yang disisihkan dari belanja harian, setiap lembur yang dijalani tanpa keluhan, dan setiap malam ketika ia terbangun untuk berdoa, semuanya adalah bagian dari benang yang ia rajut menuju mimpi itu.

Ada momen mengharukan yang ia simpan erat di dalam ingatan: ketika kabar keberangkatan akhirnya benar-benar tiba, ia sempat terdiam cukup lama. Bukan karena tidak percaya, melainkan karena rasa syukur yang memenuhi dadanya begitu penuh hingga tak ada kata yang sanggup keluar. Keluarganya berkumpul, saling berpelukan, dan air mata bahagia jatuh tanpa bisa ditahan. Sebab bagi keluarga sederhana seperti mereka, menjejakkan kaki ke Tanah Suci adalah anugerah yang tak pernah berani mereka pikirkan terlalu jauh.

Momen Mengharukan di Masjidil Haram

Ketika langkah pertamanya memasuki pelataran Masjidil Haram, dunia Ummi Quary seakan berhenti sejenak. Pemandangan Ka'bah yang selama ini ia saksikan melalui layar ponsel kini berdiri nyata di depannya, dikelilingi lautan manusia dari berbagai penjuru dunia yang datang dengan satu tujuan yang sama. Di titik itulah ia merasakan sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata: perasaan kecil di hadapan kebesaran Ilahi, sekaligus perasaan pulang yang aneh dan menyentuh, seakan dirinya memang telah lama dinanti di tempat itu.

Ia menjalani setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Dari thawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i antara Bukit Shafa dan Marwa, hingga memanjatkan doa-doa terbaiknya untuk orang-orang yang ia cintai di rumah. Di sela-sela itu, ia juga menyempatkan diri berdoa untuk setiap nama yang pernah hadir dalam hidupnya, termasuk mereka yang telah berpulang lebih dulu. Baginya, umrah bukan hanya tentang dirinya, melainkan juga tentang membawa harapan dan doa orang-orang terkasih ke tempat yang paling mustajab.

Hikmah yang Dibawa Pulang

Lebih dari sekadar rute perjalanan dan rangkaian ibadah, umrah mengajarkan Ummi Quary arti kesederhanaan yang sesungguhnya. Berada di tengah jutaan jamaah dari berbagai bangsa dan latar belakang, ia belajar bahwa di hadapan Tuhan semua manusia sama. Gelar, harta, dan jabatan seakan luruh di pelataran Masjidil Haram, menyisakan hanya hati yang tunduk dan berharap.

Setelah kembali ke tanah air, Ummi Quary membawa pulang bukan hanya oleh-oleh dan foto-foto kenangan, tetapi juga ketenangan yang berbeda di dalam dadanya. Ia kembali beraktivitas seperti sedia kala, namun dengan cara pandang yang lebih lapang. Perjalanan singkat itu meninggalkan bekas yang dalam: sebuah pengingat bahwa mimpi, sekecil apa pun, layak diperjuangkan, dan bahwa setiap doa yang dirajut dengan kesabaran akan menemukan jalannya sendiri untuk dijawab.

Kisah Ummi Quary adalah salah satu dari sekian banyak kisah sederhana yang terjadi setiap harinya: kisah orang-orang yang berjuang diam-diam, menabung perlahan, dan akhirnya berdiri di depan Ka'bah dengan air mata yang tak terbendung. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa setiap manusia berhak memimpikan Tanah Suci, dan bahwa Tuhan selalu membukakan jalan bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh berusaha.

Kini, unggahan di akun media sosialnya yang menampilkan momen ibadahnya di Tanah Suci turut menyentuh banyak orang. Bukan karena kemewahan, melainkan karena ketulusan yang terpancar dari setiap unggahan itu. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya untuk tidak menyerah pada mimpi, sekalipun mimpi itu tampak begitu jauh dan sulit digapai. Sebab, seperti yang ia yakini, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil yang diiringi doa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User