Aug 25, 2026
entertainment

Kisah Raka: Bangkit Lewat Olahraga dan Ritual Grooming Sederhana

Pukul enam pagi, ketika sebagian besar kota masih terlelap, Raka Wijaya sudah berdiri di depan cermin kamar mandi gym kecil di bilangan Jakarta Selatan. Keringat masih menetes dari pelipisnya, napasny...

Kisah Raka: Bangkit Lewat Olahraga dan Ritual Grooming Sederhana

Pukul enam pagi, ketika sebagian besar kota masih terlelap, Raka Wijaya sudah berdiri di depan cermin kamar mandi gym kecil di bilangan Jakarta Selatan. Keringat masih menetes dari pelipisnya, napasnya memburu usai berlari lima kilometer di treadmill. Namun di balik wajah lelah itu, ada binar yang berbeda — binar seseorang yang sedang berjuang menata kembali hidupnya, satu pagi demi satu pagi.

Tiga tahun lalu, pria berusia 34 tahun ini mengisahkan, hidupnya jauh dari kata bersemangat. Pekerjaan kantoran yang menumpuk, pola tidur berantakan, dan tubuh yang kian melar membuatnya perlahan kehilangan kepercayaan diri. "Saya sampai malas bercermin. Rasanya orang di cermin itu bukan saya," tuturnya lirih.

Titik Balik di Tengah Kelelahan

Perjalanan Raka bermula dari sebuah momen mengharukan: ketika putri kecilnya mengajak bermain kejar-kejaran di taman, dan ia kehabisan napas hanya dalam dua menit. "Anak saya tertawa, tapi saya pulang dengan dada sesak. Bukan karena lari, tapi karena malu," kenangnya. Malam itu, di kamar yang remang, ia memutuskan untuk bangkit.

Namun berolahraga saja ternyata tidak cukup. Pada bulan-bulan awal, Raka kerap langsung berangkat ke kantor seusai latihan pagi — wajah kusam, rambut lepek, dan tubuh yang masih berkeringat. Seorang rekan kerja bahkan sempat menegurnya dengan halus. "Saya sadar, keringat itu bukti perjuangan. Tapi kalau dibiarkan, dia juga bisa jadi masalah — jerawat, bau badan, kulit kusam," ujarnya.

"Keringat adalah tanda kita sudah berjuang. Tapi merawat diri setelahnya, itu tanda kita menghargai perjuangan itu sendiri."

Ritual Sederhana di Balik Layar

Di balik layar penampilannya yang kini selalu segar, ada ritual sederhana yang ia jalani dengan disiplin. Begitu selesai berolahraga, ia tak pernah menunda mandi. Air hangat, sabun yang lembut, dan waktu lima belas menit — cukup untuk membersihkan pori-pori yang terbuka lebar usai berkeringat. "Kalau ditunda, keringat dan minyak menumpuk. Dulu punggung saya penuh jerawat karena malas mandi cepat," akunya jujur.

Setelah itu, ia merawat wajahnya dengan langkah yang sederhana: membersihkan wajah dengan pembersih ringan, lalu mengoleskan pelembap. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, tabir surya tak pernah ketinggalan. "Pria sering menganggap merawat wajah itu ribet. Padahal tiga langkah saja, kok. Wajah kita juga butuh minum setelah banyak keringat keluar," katanya sambil tersenyum.

Rambut pun tak luput dari perhatiannya. Kulit kepala yang berminyak dan lembap seusai latihan ia bersihkan dengan keramas ringan, atau setidaknya membilasnya dengan air bersih. Deodoran dan pakaian ganti yang bersih menjadi penutup ritualnya. "Satu hal yang saya pelajari: selalu bawa baju ganti. Jangan pernah memakai lagi baju yang sama setelah berkeringat," tegasnya.

Lebih dari Sekadar Penampilan

Bagi Raka, ritual grooming seusai olahraga bukan sekadar soal penampilan. Ia menyebutnya sebagai momen untuk berdamai dengan dirinya sendiri. "Lima belas menit di depan cermin itu seperti meditasi. Saya melihat diri saya, lalu berterima kasih karena sudah mau berjuang," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, perjalanan tiga tahun itu membuahkan hasil yang menyentuh. Berat badannya turun 18 kilogram, dan yang lebih penting, ia kini mampu berlari mengejar putrinya di taman tanpa kehabisan napas. "Minggu lalu, anak saya bilang, 'Ayah, ayo lari lagi!' Air mata saya hampir jatuh. Dulu kalimat itu yang bikin saya malu, sekarang jadi kalimat favorit saya," tuturnya.

Kisah Raka menjadi inspirasi sederhana bagi banyak pria: bahwa merawat diri bukanlah hal yang berlebihan, melainkan bentuk penghargaan terhadap tubuh yang telah diajak berjuang. "Mulai saja dari yang kecil. Mandi setelah olahraga, pakai baju bersih, rawat wajah sedikit. Dari situlah rasa percaya diri tumbuh," pesannya menutup perbincangan pagi itu, sebelum kembali melangkah keluar gym dengan wajah segar dan senyum yang tak lagi ia sembunyikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User