Kisah di Balik 'Broken Strings' Aurelie Moeremans
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter yang hanya diterangi lampu meja temaram, seorang perempuan duduk bersila di atas karpet usang. Jemarinya menari-nari di atas tuts laptop, mengetik, menghapus, lalu...
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter yang hanya diterangi lampu meja temaram, seorang perempuan duduk bersila di atas karpet usang. Jemarinya menari-nari di atas tuts laptop, mengetik, menghapus, lalu mengetik lagi. Matanya sesekali berkaca-kaca, tetapi ia terus menulis. Malam itu, Aurelie Moeremans tidak sedang menghafal skenario atau bersiap untuk syuting. Ia sedang merangkai kembali serpihan-serpihan hidupnya yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Dari ruang kecil penuh kenangan itulah buku memoar Broken Strings mulai menemukan bentuknya.
Comments (0)