Aug 25, 2026
entertainment

Ketegasan Sule: Kasasi Urusan Rizky Febian

Di tengah sunyi malam yang dingin, komedian Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule duduk di ruang tamu rumahnya yang sederhana. Dengan suara pelan dan tatapan teduh, ia mengisahkan momen di balik l...

Ketegasan Sule: Kasasi Urusan Rizky Febian

Di tengah sunyi malam yang dingin, komedian Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule duduk di ruang tamu rumahnya yang sederhana. Dengan suara pelan dan tatapan teduh, ia mengisahkan momen di balik layar yang selama ini hanya ia simpan sendiri. Bukan tentang karir atau panggung hiburan, melainkan tentang perjalanan hati sang putra sulung, Rizky Febian.

Momen Penuh Pertimbangan

Akhir-akhir ini, nama Rizky Febian kembali menjadi sorotan, bukan karena karya musiknya, melainkan karena kabar tentang proses hukum yang masih bergulir. Sang ayah, Sule, akhirnya buka suara. Dalam suasana yang intim, Sule mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengajukan kasasi atau tidak atas perkara yang menyangkut rumah tangga Rizky, sepenuhnya berada di tangan anaknya sendiri. Ia tak ingin mengambil alih kendali. Biarlah hati anakku yang bicara, begitu bisiknya.

"Semua tergantung Rizky," ucap Sule. Ia menegaskan bahwa sebagai ayah, perannya hanya mendampingi dan memberikan ruang bagi sang anak untuk bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Tidak ada tekanan, tidak ada paksaan. Hanya ada doa yang mengalir tanpa henti.

Perjalanan Rumah Tangga yang Penuh Liku

Rizky Febian bukanlah anak kecil lagi. Di usianya yang kian matang, ia telah melewati babak kehidupan yang rumit. Pernikahan yang semula diharapkan menjadi pelabuhan cinta, justru menghadirkan badai yang tak terduga. Konflik, perbedaan, hingga akhirnya langkah perpisahan harus diambil. Namun, proses hukum tak selalu berjalan mulus. Setelah putusan pengadilan tingkat pertama, opsi kasasi menjadi pertanyaan besar yang menggantung.

Bagi sebagian orang, mengajukan kasasi adalah upaya terakhir untuk memperjuangkan keadilan versi mereka. Namun bagi Sule, ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini tentang kedewasaan, tentang menerima dan melangkah. "Saya hanya bilang, Nak, pikirkan baik-baik. Apa pun pilihanmu, Bapak akan tetap mendukung," kenang Sule, mengisahkan percakapan hangatnya dengan Rizky di sebuah malam panjang.

Sikap Ayah yang Menghormati Keputusan Anak

Sule dikenal sebagai figur ayah yang dekat dengan anak-anaknya. Bahkan setelah badai kehidupan menerpa, ia selalu berusaha menjadi sandaran. Namun kali ini, ia memilih langkah berbeda. Ia tidak ingin menjadi sosok yang mendikte. Ia ingin Rizky merasakan bahwa setiap ujian adalah bagian dari pendewasaan. Mimpi seorang ayah bukanlah agar anaknya selalu menang, melainkan agar anaknya berani menghadapi kenyataan.

"Keputusan kasasi ini memang besar. Tapi yang lebih besar adalah keberanian untuk memilih. Saya percaya, Rizky sudah bisa menimbang sendiri," kata Sule, matanya berbinar penuh keyakinan. Ia juga menyinggung soal air mata yang mungkin pernah jatuh, namun semua itu diyakininya sebagai pupuk bagi kebangkitan sang anak.

Momen mengharukan itu mengingatkan banyak orang bahwa di balik panggung gemerlap, ada kisah-kisah manusiawi yang penuh pelajaran. Sule mengajarkan bahwa mencintai anak bukan berarti selalu melindunginya dari luka, tetapi memberi ruang bagi mereka untuk sembuh dan bangkit dengan caranya sendiri.

Sementara itu, Rizky sendiri masih belum memberikan pernyataan resmi. Orang-orang terdekatnya hanya menyampaikan bahwa ia sedang fokus pada ketenangan batin dan karya-karya baru. Publik pun menunggu dengan harap-harap cemas. Akankah kasasi diajukan? Ataukah lembaran lama benar-benar ditutup? Yang pasti, kisah ini mengajarkan tentang batas antara cinta dan kepemilikan, antara bimbingan dan kebebasan.

Di akhir percakapan, Sule tersenyum tipis. Senyum yang menyiratkan bahwa apa pun hasilnya, ikatan ayah dan anak tak akan pernah putus. “Apapun yang terjadi, ia tetap anakku. Dan saya akan selalu ada,” pungkasnya. Dari sudut ruang sederhana itu, terpancar inspirasi tentang arti sebenarnya dari dukungan: bukan memaksa berjalan, tapi memastikan bahwa ketika jatuh, ada tangan yang siap menopang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User