Sep 18, 2026
Nasional

KARO — Siswi Korban Keracunan MBG Alami Kejang dan Lupa Ingatan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang membawa dampak positif bagi kesehatan pelajar justru berujung duka mendalam di Kabupaten Karo, Suma

KARO — Siswi Korban Keracunan MBG Alami Kejang dan Lupa Ingatan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang membawa dampak positif bagi kesehatan pelajar justru berujung duka mendalam di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Nasib malang menimpa Febiona Purba, seorang siswi berusia 16 tahun yang kini harus terduduk lemas di atas kursi roda. Niat hati ingin menikmati hidangan sekolah, Febiona justru menjadi salah satu korban paling parah dalam insiden dugaan keracunan makanan massal yang mengguncang wilayah tersebut.

Kondisi kesehatan Febiona tak sekadar mengalami mual atau muntah biasa seperti korban keracunan pada umumnya. Tragedi ini berdampak sangat serius pada fungsi saraf fisiknya, di mana ia dilaporkan mengalami kejang-kejang hebat hingga berdampak pada kondisi psikologisnya, yaitu mengalami kehilangan ingatan sementara.

Kondisi Memprihatinkan: Dari Kejang hingga Linglung

Gejala ekstrem yang dialami Febiona bermula beberapa saat setelah ia menyantap jatah makanan dari program MBG di sekolahnya. Dalam waktu singkat, tubuhnya mendadak lemas, disusul rasa pusing hebat hingga akhirnya mengalami kejang berulang. Pihak keluarga yang panik melihat kondisi korban langsung melarikannya ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit rujukan utama.

Saat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, Febiona tampak sangat lemah dan linglung. Ia bahkan kesulitan mengenali beberapa kerabat yang mendampinginya. Kejadian memilukan ini tentu memicu kecemasan mendalam dan rasa keprihatinan yang luar biasa dari pihak keluarga maupun masyarakat luas.

"Kami sangat syok melihat kondisi anak kami. Dia tiba-tiba kejang dan saat sadar, dia bahkan bingung ada di mana serta tidak ingat kejadian sebelum jatuh sakit. Kami hanya ingin Febiona sembuh total dan ada kejelasan serta tanggung jawab penuh atas peristiwa ini," ungkap salah satu anggota keluarga korban dengan nada penuh kecemasan.

RSUP H. Adam Malik Masih Lakukan Investigasi Medis

Hingga saat ini, tim medis profesional di RSUP H. Adam Malik Medan masih bekerja ekstra keras untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari reaksi fisik berlebihan yang dialami oleh Febiona. Meskipun terdapat indikasi kuat yang mengarah pada keracunan zat toksik dari makanan, pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka belum bisa memberikan diagnosa final.

Pemeriksaan menyeluruh, termasuk uji laboratorium dan analisis toksikologi, masih terus berjalan untuk memastikan jenis kontaminan atau bakteri apa yang masuk ke dalam tubuh siswi berusia 16 tahun tersebut. Penanganan medis difokuskan pada penstabilan sistem saraf guna mencegah kejang susulan dan memulihkan ingatan korban secara bertahap.

Poin Penting Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik dan memicu desakan agar pengawasan kualitas makanan program MBG diperketat secara drastis. Berikut adalah beberapa poin kunci terkait kasus keracunan di Karo:

  • Kondisi Korban Kritis: Febiona Purba (16) mengalami dampak paling parah berupa kejang berulang hingga amnesia sementara.
  • Rujukan Medis Utama: Korban kini dirawat intensif di RSUP H. Adam Malik Medan guna mendapatkan penanganan dokter spesialis saraf dan anak.
  • Diagnosa Belum Final: Pihak rumah sakit masih menunggu hasil uji toksikologi sampel makanan dan darah pasien.
  • Desakan Pengusutan: Orang tua siswa meminta pihak berwenang dan kepolisian mengusut tuntas penyedia jasa makanan (katering) atas kelalaian prosedur higiene.

Masyarakat Minta Evaluasi Total Standard Operasional MBG

Gelombang kritik tajam mulai bermunculan dari kalangan orang tua murid di Sumatra Utara. Mereka meminta dinas terkait dan penanggung jawab program MBG tidak main-main dengan standar kebersihan serta kelayakan bahan pangan yang disajikan kepada para siswa. Insiden keracunan hingga memicu gangguan organ saraf ini menjadi alarm keras bahwa sistem pengawasan kualitas (quality control) makanan sekolah harus direvisi secara menyeluruh demi keselamatan jiwa anak-anak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User