Sep 18, 2026
Nasional

BP BUMN — Status Perum Dipertahankan demi Fokus Pelayanan Publik

Bayangkan sebuah lembaga milik negara yang dituntut untuk terus menghasilkan keuntungan secara komersial, tetapi di saat bersamaan harus menyalurkan bantua

BP BUMN — Status Perum Dipertahankan demi Fokus Pelayanan Publik

Bayangkan sebuah lembaga milik negara yang dituntut untuk terus menghasilkan keuntungan secara komersial, tetapi di saat bersamaan harus menyalurkan bantuan sosial hingga ke pelosok negeri yang sulit dijangkau. Dilema klasik inilah yang kerap melingkupi perjalanan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Setelah era kepemimpinan Erick Thohir yang dikenal gencar melakukan restrukturisasi dan pembentukan holding, kini arah kebijakan terhadap Perusahaan Umum (Perum) memasuki babak baru di bawah Badan Pengelola (BP) BUMN.

BP BUMN secara resmi mengambil keputusan strategis untuk menyetop rencana perubahan status sejumlah Perum menjadi Persero. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa tidak semua entitas bisnis milik negara harus berorientasi pada pencarian laba bersih secara agresif. Ada peran krusial yang jauh lebih vital, yaitu hadir di tengah masyarakat sebagai perpanjangan tangan negara dalam memberikan pelayanan publik mendasar.

Membedakan Perum dan Persero dalam Tata Kelola BUMN

Perubahan arah kebijakan ini mengembalikan esensi dasar dari pendirian BUMN itu sendiri. Selama ini, kerap terjadi tumpang tindih persepsi mengenai target yang harus dicapai oleh sebuah institusi BUMN. Untuk memahami signifikansi keputusan BP BUMN, penting untuk melihat perbedaan mendasar antara status Perum dan Persero.

Kriteria Perusahaan Umum (Perum) Perusahaan Perseroan (Persero)
Fokus Utama Pelayanan publik dan kemanfaatan umum (PSO) Mengejar keuntungan (profit oriented)
Kepemilikan Modal 100% milik negara, tidak terbagi atas saham Minimal 51% milik negara, terbagi atas saham
Fleksibilitas Bisnis Dibatasi oleh fungsi penugasan negara Sangat fleksibel untuk ekspansi komersial

Dengan mempertahankan format Perum, pemerintah ingin memastikan bahwa indikator kinerja utama (KPI) pengurus perusahaan tidak hanya diukur dari angka rupiah laba bersih, melainkan dari kualitas dan jangkauan pelayanan yang dirasakan langsung oleh warga negara.

Menjaga Prioritas Layanan di Atas Keuntungan Semata

Keputusan mempertahankan status Perum ini disambut positif oleh berbagai pengamat kebijakan publik. Pasalnya, jika seluruh BUMN dipaksa menjadi Persero, dikhawatirkan akan terjadi pergeseran fokus yang merugikan masyarakat luas, terutama di sektor-sektor kritis seperti logistik pangan, transportasi perintis, hingga pencetakan dokumen negara.

"Kami ingin memastikan bahwa negara tetap hadir di seluruh lapisan masyarakat melalui peran Perum. Jika semua diubah menjadi Persero, dorongan untuk melakukan komersialisasi berpotensi besar menggerus fungsi Public Service Obligation (PSO) yang sangat dibutuhkan oleh rakyat," ujar perwakilan juru bicara BP BUMN dalam keterangan resminya.

BP BUMN menilai bahwa keberadaan Perum menjadi benteng terakhir agar fungsi pelayanan tetap berjalan tanpa tertekan oleh ekspektasi dividen yang tinggi. Kebijakan ini juga menjadi koreksi positif atas kecenderungan korporatisasi berlebihan pada sektor-sektor yang seharusnya murni melayani kepentingan rakyat banyak.

Dampak Strategis Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Keputusan ini mempertegas komitmen bahwa efisiensi tata kelola tidak harus mengorbankan misi kemanusiaan dan pelayanan publik. Dalam skema baru ini, Perum akan mendapatkan kepastian penugasan yang lebih terarah serta dukungan dana PSO yang transparan dari pemerintah.

Para analis menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola BUMN harus berani membedakan mana entitas pencari devisa dan mana entitas pelayan warga. Dengan pemisahan peran yang semakin tegas ini, Perum diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme tanpa takut kehilangan roh operasinya sebagai institusi nirlaba yang berpihak pada kesejahteraan sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User