Sep 19, 2026
Nasional

KALTENG — Udara Berbahaya Kepung Kalimantan, Kotawaringin Timur Catat Polusi Terparah

Selamat pagi Sobat Beritaseputar! Jika kamu terbangun di beberapa sudut Pulau Kalimantan pagi ini, pemandangan biru langit berganti dengan pekatnya selimut

KALTENG — Udara Berbahaya Kepung Kalimantan, Kotawaringin Timur Catat Polusi Terparah

Selamat pagi Sobat Beritaseputar! Jika kamu terbangun di beberapa sudut Pulau Kalimantan pagi ini, pemandangan biru langit berganti dengan pekatnya selimut abu-abu. Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Polusi udara dalam kategori berbahaya kembali menyelimuti sejumlah wilayah, membuat ribuan warga harus mengawali hari dengan udara yang menyesakkan dada.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara terkini, Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah mencatatkan rekor kelam sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk. Kabut asap tebal yang tak kunjung terurai membuat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan ini melonjak drastis hingga menembus ambang batas aman bagi kesehatan manusia.

Kepungan Asap Pekat dan Data Kualitas Udara

Situasi pagi ini memaksa warga di berbagai daerah Kalimantan untuk ekstra waspada. Udara yang terpolusi bukan lagi sekadar memberi efek pedih di mata, melainkan sudah mengancam organ pernapasan secara serius. Partikel berbahaya jenis PM2.5 yang terkandung dalam kabut asap ini tercatat berlipat-lipat melebihi batas aman panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wilayah Status Kualitas Udara Dampak Utama
Kotawaringin Timur Sangat Berbahaya Jarak pandang terbatas, kasus ISPA melonjak
Palangkaraya Sangat Tidak Sehat Aktivitas sekolah dialihkan secara daring
Pontianak Tidak Sehat Jadwal penerbangan pagi sempat terganggu

Gambut Terbakar, Bebuyutan yang Sulit Dipadamkan

Penyebab utama dari bencana kabut asap yang tak kunjung usai ini tak lain adalah terbakarnya area lahan gambut. Karakteristik lahan gambut yang memiliki kedalaman material organik hingga beberapa meter membuat proses pemadaman api menjadi tantangan yang sangat berat bagi tim di lapangan. Meskipun permukaan tanah terlihat sudah padam, bara api sering kali masih menyala di dalam tanah dan terus memproduksi asap.

"Kebakaran di lahan gambut itu seperti menyiram air di atas bara dalam tungku bawah tanah. Di permukaan kelihatannya padam, tapi di bawah tanah api terus merambat dan menghasilkan asap pekat yang membubung tinggi," ungkap salah satu petugas pemadam karhutla di lapangan.

Kondisi cuaca Kering yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan semakin memperparah keadaan. "Warga benar-benar dalam kondisi terdesak, anak-anak dan kelompok lansia menjadi korban paling rentan yang harus menghirup racun setiap hari," tambah relawan penanggulangan bencana setempat dengan nada prihatin.

Lumpuhnya Aktivitas Warga dan Ancaman Kesehatan

Dampak dari polusi udara yang tergolong ekstrem ini mulai melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat Kalimantan secara luas:

  • Kesehatan Warga: Lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi secara signifikan di berbagai puskesmas dan rumah sakit daerah.
  • Pendidikan Anak: Kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah terpaksa dialihkan secara daring demi melindungi siswa dari racun udara terbuka.
  • Sektor Transportasi: Jarak pandang yang hanya berkisar 200 hingga 500 meter pada pagi hari mengganggu kelancaran lalu lintas darat maupun jadwal penerbangan lokal.

Upaya Penanganan Darurat Pemerintah

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengupayakan pemadaman secara intensif. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram titik-titik api utama, sementara Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan terus diupayakan untuk menurunkan hujan di titik rawan karhutla.

Bagi Sobat Beritaseputar yang berada di wilayah terdampak, pastikan untuk selalu mengenakan masker standar N95 saat terpaksa beraktivitas di luar rumah, mengonsumsi air putih yang cukup, serta menyalakan alat pemurni udara jika memungkinkan. Mari kita berdoa bersama agar kabut asap ini segera berlalu dan langit Kalimantan kembali biru!

Kabupaten Kotawaringin Timur catat kualitas udara terburuk pagi ini akibat kebakaran lahan gambut. Kasus ISPA melonjak dan aktivitas sekolah terpaksa dialihkan secara online. Baca analisis dan update selengkapnya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User