Suasana di Jalan Raya Selabintana No. 165, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi mendadak gempar ketika sebuah mobil jip meluncur tak terkendali dan menghantam sejumlah pedagang serta pengendara motor yang sedang melintas. Peristiwa yang terjadi di kawasan padat aktivitas itu mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka. Liputan6.com melalui jurnalis Ira Syahrin melaporkan, insiden ini diduga bermula dari kelalaian pengemudi yang lupa menarik rem tangan saat memarkirkan kendaraannya.
Mobil yang dalam keadaan tidak terkunci rem parkir itu diduga bergerak sendiri karena kondisi jalan yang sedikit menurun, lalu meluncur semakin cepat sebelum akhirnya menabrak pedagang dan sejumlah motor di tepi jalan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil di balik kemudi dapat berujung pada kecelakaan yang merugikan banyak orang.
Kronologi: Mobil Meluncur Saat Pengemudi Turun
Berdasarkan keterangan sementara di lokasi, pengemudi jip diduga memarkir kendaraannya di pinggir jalan dan turun untuk suatu keperluan tanpa memastikan rem tangan dalam posisi terkunci penuh. Setelah beberapa saat, kendaraan mulai bergeser dan meluncur mengikuti kemiringan jalan. Kecepatan yang terus bertambah membuat pengemudi maupun orang di sekitarnya tidak sempat mengantisipasi.
"Saat kejadian, banyak warga yang berteriak. Tapi mobilnya sudah meluncur cepat, langsung menghantam kios pedagang dan beberapa motor yang parkir maupun melintas. Ada lima orang yang terkena dan mengalami luka," ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Para korban yang terdiri dari pedagang dan pengendara motor tersebut langsung mendapat pertolongan warga setempat sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Hingga berita ini ditulis, kondisi para korban dilaporkan dalam keadaan sadar, dengan luka yang bervariasi dari lecet hingga luka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Kelalaian Rem Tangan: Penyebab yang Kerap Dianggap Sepele
Kecelakaan akibat kendaraan bergerak sendiri karena rem tangan tidak ditarik bukanlah kasus langka. Di banyak daerah, kejadian serupa berulang hampir setiap tahun, terutama di kawasan yang memiliki kontur jalan miring. Pengemudi kerap menganggap rem tangan hanya perlu ditarik sekadarnya, tanpa menyadari bahwa kendaraan yang berada di jalan menurun membutuhkan penguncian yang benar-benar kuat.
Beberapa faktor yang membuat risiko ini semakin besar antara lain:
- Jalan dengan kemiringan yang tidak disadari pengemudi;
- Rem tangan yang sudah aus dan tidak mampu menahan kendaraan;
- Kebiasaan menurunkan gigi persneling namun lupa menarik rem tangan;
- Kepadatan aktivitas di tepi jalan yang membuat ruang untuk menghindar semakin sempit.
Para instruktur keselamatan berkendara menilai, kebiasaan memastikan rem tangan sebelum meninggalkan kendaraan harus menjadi refleks, bukan sekadar rutinitas.
"Sebelum turun dari kendaraan, pastikan rem tangan benar-benar terkunci, posisikan gigi pada posisi netral atau parkir, dan jika berada di jalan menurun, roda sebaiknya diganjal. Ini hanya butuh waktu kurang dari sepuluh detik, tetapi bisa mencegah kecelakaan yang berakibat fatal," ujar seorang instruktur keselamatan berkendara saat dimintai tanggapannya.Langkah Penanganan dan Pesan Keselamatan
Petugas kepolisian setempat yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan mengamankan kendaraan yang terlibat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Lima orang korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kendaraan dan barang dagangan yang rusak akibat terjangan ikut menjadi catatan dalam proses penyelidikan.
Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya kesadaran berlalu lintas, khususnya bagi pengemudi yang beraktivitas di kawasan padat seperti pasar dan pusat perbelanjaan. Langkah-langkah sederhana berikut dapat membantu mencegah kejadian serupa:
| Langkah | Kegunaan |
|---|---|
| Menarik rem tangan hingga benar-benar terkunci | Menahan kendaraan agar tidak bergeser |
| Mengganjal roda saat parkir di jalan menurun | Pengaman tambahan saat rem tidak sempurna |
| Memastikan persneling pada posisi parkir | Menghambat pergerakan kendaraan |
| Memeriksa kondisi rem secara berkala | Menjaga fungsi pengereman tetap optimal |
Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya soal kecepatan atau kepatuhan pada rambu, tetapi juga soal kebiasaan kecil yang sering terlewat. Satu tarikan rem tangan yang benar bisa menjadi pembeda antara perjalanan yang aman dan peristiwa yang melukai banyak orang.
[SOCIAL_TWEET]: Lupa tarik rem tangan, jip meluncur dan menabrak pedagang di Sukabumi. Lima orang terluka. #Sukabumi #KecelakaanLaluLintas[SOCIAL_TG]: 🚨 Jip lupa rem tangan tabrak pedagang di Sukabumi, lima orang terluka. Baca kronologi lengkapnya di Beritaseputar.com.
Comments (0)