Aug 25, 2026
Nasional

Kebakaran Hutan Kalimantan Meluas, Asap Mulai Ganggu Warga

Kabut asap tipis mulai menyelimuti langit sejumlah wilayah di Kalimantan dalam beberapa hari terakhir. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sana telah

Kebakaran Hutan Kalimantan Meluas, Asap Mulai Ganggu Warga

Kabut asap tipis mulai menyelimuti langit sejumlah wilayah di Kalimantan dalam beberapa hari terakhir. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sana telah menimbulkan asap yang oleh warga setempat dinilai sudah berada di taraf mengganggu aktivitas sehari-hari. Liputan6.com melalui jurnalis Sarasi melaporkan, kepulan asap tebal tampak membubung dari sejumlah titik api yang tersebar di kawasan hutan dan lahan gambut. Sebagian warga mulai mengeluhkan bau terbakar yang menusuk hidung serta udara yang terasa sesak, terutama pada pagi dan malam hari ketika asap cenderung turun ke permukaan tanah.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau di Kalimantan kembali membawa ancaman tahunan yang tak pernah benar-benar hilang. Meski pemerintah telah berulang kali mengeluarkan imbauan, praktik pembakaran lahan di lapangan masih sulit dihentikan sepenuhnya. Kebakaran hutan bukan sekadar bencana lingkungan, melainkan persoalan yang langsung menyentuh kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Asap Masuk Permukiman, Warga Mulai Kewalahan

Di beberapa titik, asap sudah masuk hingga ke permukiman. Aktivitas warga di luar ruangan menjadi terbatas, anak-anak sekolah terlihat memakai masker, dan sebagian orang lanjut usia memilih tetap berada di dalam rumah. Kualitas udara di sejumlah kecamatan dilaporkan menurun, dengan jarak pandang yang berkurang di pagi hari. Kondisi ini membuat warga yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok paling rentan terdampak.

"Bau asap sudah terasa sejak beberapa hari. Pagi-pagi kabutnya tebal, mata perih, dan kalau keluar rumah lama-lama batuk. Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan memadamkan api sebelum semakin luas," ujar seorang warga setempat kepada Liputan6.com.

Keluhan serupa juga disampaikan para pedagang dan pekerja yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan. Mereka mengaku terpaksa membeli masker tambahan untuk melindungi diri, beban biaya yang sebelumnya tidak pernah mereka perhitungkan.

Pemicu Kebakaran: Musim Kering dan Praktik Pembakaran Lahan

Kebakaran di Kalimantan hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Memasuki musim kemarau, lahan gambut yang telah mengering menjadi sangat mudah terbakar. Sekali api menyala, ia bisa menjalar di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan meski bagian atasnya terlihat padam.

Selain faktor alam, aktivitas manusia menjadi penyumbang terbesar. Berdasarkan pengalaman penanganan di tahun-tahun sebelumnya, sejumlah faktor yang kerap memicu kebakaran antara lain:

  • Pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk perkebunan dan pertanian;
  • Pembuangan puntung rokok atau percikan api yang tidak disengaja;
  • Lahan gambut yang kering akibat kanal drainase yang tidak terkelola;
  • Fenomena iklim seperti El Nino yang memperpanjang musim kemarau.

Para ahli lingkungan menilai, penanganan kebakaran tidak bisa hanya dilakukan saat api sudah menyala. Pendekatan pencegahan yang menyentuh akar masalah justru jauh lebih efektif dan murah.

"Kita tidak akan pernah menang melawan kebakaran lahan jika hanya memadamkan api. Yang harus dipadamkan adalah kebiasaan membakar. Perlu penegakan hukum yang tegas sekaligus penyediaan alternatif pengolahan lahan tanpa api bagi masyarakat," tutur seorang akademisi lingkungan yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Dampak Kesehatan dan Langkah Penanganan

Paparan asap dalam waktu lama membawa risiko kesehatan yang serius. Partikel halus yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan memicu iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit jantung. Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja luar ruangan.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan segera mengintensifkan upaya pemadaman, termasuk pemadaman udara melalui water bombing dan patroli terpadu di titik-titik rawan. Masyarakat juga diminta melaporkan setiap kemunculan api secara cepat agar dapat ditangani sebelum meluas.

Perbandingan pola penanganan yang biasa dilakukan dalam menghadapi kebakaran lahan dapat dilihat pada tabel berikut:

PendekatanTujuanWaktu Efektif
Patroli dan deteksi diniMenemukan titik api sejak awalSebelum musim kering
Pemadaman daratMemadamkan api permukaanSaat api masih kecil
Water bombingMenjangkau titik yang sulit diaksesSaat api mulai meluas
Penegakan hukumMenjerat pelaku pembakaran lahanSepanjang tahun

Pada akhirnya, kebakaran hutan di Kalimantan adalah pekerjaan rumah bersama. Tanpa kerja sama antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat, kabut asap yang hari ini mengganggu akan terus kembali setiap musim kemarau โ€” dan warga yang paling kecil daya tahannya lah yang paling merasakan akibatnya.

[SOCIAL_TWEET]: Asap kebakaran hutan di Kalimantan mulai ganggu warga. Pencegahan sejak dini jadi kunci. #KebakaranHutan #Kalimantan #Beritaseputar[SOCIAL_TG]: ๐Ÿ”ฅ Kebakaran hutan Kalimantan meluas โ€” asap mulai ganggu warga. Baca analisis lengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User