Aug 26, 2026
Hukum

Jeffries Dikritik Keras Usai Bertemu Kushner, Sayap Kiri Demokrat Marah

WASHINGTON — Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, kembali menghadapi gelombang kritik dari sayap progresif partainya setelah kabar

Jeffries Dikritik Keras Usai Bertemu Kushner, Sayap Kiri Demokrat Marah

WASHINGTON — Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, kembali menghadapi gelombang kritik dari sayap progresif partainya setelah kabar pertemuannya dengan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, tersebar di publik pekan ini. Ketegangan yang telah lama tersimpan antara Jeffries dan faksi kiri Partai Demokrat kembali memuncak, tepat di saat partai berjuang membangun persatuan menjelang pemilihan anggota legislatif tahun depan.

Pertemuan tersebut dinilai banyak kalangan sebagai langkah kontroversial. Bagi kaum progresif, duduk bersama dengan figur yang dekat dengan lingkaran kekuasaan Trump justru menandakan kecenderungan Jeffries untuk bernegosiasi, alih-alih mengambil sikap tegas menentang struktur kekuasaan yang mereka anggap bermasalah.

Mengapa Pertemuan Ini Penting

Kalau Partai Demokrat berhasil merebut kembali mayoritas DPR pada pemilu mendatang, kemenangan itu diperkirakan hanya berupa mayoritas tipis. Artinya, Jeffries — yang diproyeksikan menjadi Ketua DPR — akan sangat bergantung pada dukungan sayap kiri untuk menjalankan roda pemerintahan.

Kejadian seperti ini jelas tidak membantu upaya pemulihan hubungan dengan faksi progresif. Para pengamat politik di Washington bahkan menyebut pertemuan ini sebagai ujian awal bagi calon penerus Nancy Pelosi tersebut.

Kronologi Kejadian

  1. Jared Kushner dikabarkan meminta waktu untuk bertemu dengan Jeffries guna membahas isu-isu tertentu.
  2. Pertemuan kedua tokoh berlangsung tanpa kebocoran awal ke media arus utama.
  3. Kabar pertemuan akhirnya bocor dan menyebar luas di kalangan wartawan serta aktivis partai.
  4. Reaksi keras langsung datang dari kelompok-kelompok progresif pendukung Demokrat.
  5. Jeffries merespons lewat pernyataan dan video di media sosial pada hari Senin.
  6. Kritik tetap mengalir meski sang politisi New York itu sudah memberikan penjelasan resmi.

Penjelasan Resmi Jeffries

Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial hari Senin, Jeffries membela keputusannya menerima ajakan bertemu. Ia menegaskan bahwa pertemuan itu murni berkaitan dengan isu ekonomi yang dirasakan rakyat Amerika.

"Kushner meminta pertemuan, dan saya menerimanya, untuk membahas krisis kemampuan hidup masyarakat," ujar Jeffries dalam video tersebut.

Meski demikian, Jeffries juga mencoba meredam kekhawatiran para pendukungnya. Ia menegaskan bahwa Kushner — yang urusan bisnisnya dengan Arab Saudi sempat menjadi sorotan penyidik Kongres dari kalangan Demokrat — tetap menjadi target pengawasan utama apabila Demokrat menguasai DPR.

"Tidak ada seorang pun yang akan lolos. Kami akan mempertanggungjawabkan setiap anggota kartel Trump, dimulai dari hari pertama," tegas Jeffries.

Reaksi Kaum Progresif

Direktur Eksekutif kelompok progresif OurRevolution, Joseph Geevarghese, menyebut pertemuan itu sebagai sinyal buruk tentang gaya kepemimpinan Jeffries ke depan.

"Ini jelas merupakan sinyal tentang bagaimana Jeffries akan memimpin sebagai Ketua DPR," kata Geevarghese.

Menurutnya, pertemuan tersebut justru menguatkan kekhawatiran basis pendukung bahwa naluri politik Jeffries adalah bernegosiasi dengan struktur kekuasaan Trump, bukan menarik garis batas dan melawannya secara terbuka.

Juru bicara Justice Democrats, Usamah Andrabi, menyampaikan pandangan serupa. Kelompoknya — yang dikenal aktif mendukung tantangan primari terhadap politisi Demokrat moderat — menilai pertemuan ini terjadi dalam konteks yang sensitif, mengingat Jeffries baru saja menghadapi tekanan dari sayap kiri beberapa waktu lalu.

Beban Politik Menjelang Pemilu

Analis politik menilai momen ini menjadi ujian diplomasi internal bagi Jeffries. Di satu sisi, ia harus tampil sebagai negosiator yang mampu bicara dengan semua pihak demi kepentingan rakyat. Di sisi lain, ia tak boleh kehilangan kepercayaan faksi progresif yang energinya sangat dibutuhkan dalam mobilisasi pemilih muda.

  • Mayoritas tipis membuat setiap suara progresif di DPR menjadi sangat menentukan.
  • Isu krisis biaya hidup menjadi agenda utama kampanye Demokrat tahun depan.
  • Pengawasan terhadap bisnis keluarga Trump tetap dijanjikan sebagai prioritas legislatif.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jared Kushner maupun tim kampanye Partai Republik terkait polemik yang beredar. Yang pasti, insiden ini menunjukkan bahwa jalan menuju persatuan Partai Demokrat masih panjang, dan setiap gerak Jeffries akan terus diawasi ketat oleh sekutunya sendiri.

[SOCIAL_TWEET]: Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries membelanya bertemu Jared Kushner untuk bahas krisis biaya hidup. Tapi sayap kiri Demokrat marah besar. #PolitikAS #Jeffries[SOCIAL_TG]: 🔴 Jeffries vs Kaum Progresif: Pertemuan dengan Menantu Trump Picu Kemarahan Demokrat — Baca kronologi lengkapnya di Beritaseputar.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User