Oct 10, 2026
entertainment

Jalan Kaki Taeyong di Jakarta, dari Kucing JPO hingga Warung Kerek

Lampu kota Jakarta belum sepenuhnya padam ketika seorang pemuda berjaket sederhana melangkah santai di atas jembatan penyeberangan orang. Bukan panggung megah dengan sorotan lampu, bukan pula karpet m...

Jalan Kaki Taeyong di Jakarta, dari Kucing JPO hingga Warung Kerek

Lampu kota Jakarta belum sepenuhnya padam ketika seorang pemuda berjaket sederhana melangkah santai di atas jembatan penyeberangan orang. Bukan panggung megah dengan sorotan lampu, bukan pula karpet merah yang biasa ia lalui. Di atas JPO itu, Taeyong NCT 127 memilih duduk bersimpuh, mendekati seekor kucing jalanan yang tampak tak acuh pada status bintang K-pop yang tengah menemaninya.

Momen itu ia bagikan lewat unggahan singkat, namun cukup membuat jagat maya Tanah Air meleleh. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya. Di sudut kota yang ramai oleh kendaraan dan bising klakson, seorang idola global justru menemukan ketenangan dalam tatapan seekor kucing berbulu kusam.

Ketika Panggung Dunia Berhenti Sejenak

Perjalanan Taeyong ke Indonesia memang bukan yang pertama. Ia beberapa kali menyapa penggemar lewat konser dan acara musik. Namun kali ini, ada yang berbeda. Ia tidak hanya hadir untuk menghibur ribuan orang di arena. Ia turun ke jalan, menyusuri gang, dan menyapa kehidupan yang jarang tersentuh kamera profesional.

Di JPO itu, ia tampak mengelus punggung kucing liar dengan hati-hati. Gerakannya pelan, seolah takut mengusik hewan kecil yang sedang beristirahat. Bagi sebagian orang, ini hanya kejadian biasa. Tapi bagi penggemar yang mengenal perjalanan panjangnya, ada kehangatan yang sulit dijelaskan. Lelaki yang biasa tampil garang di atas panggung itu ternyata menyimpan sisi lembut yang jarang terlihat.

"Dia memang suka kucing," ujar salah satu penggemar yang sempat melihat unggahan tersebut. "Tapi lihat caranya memperlakukan kucing jalanan di Jakarta, itu yang bikin hati kami terenyuh. Dia tidak sekadar berpose, dia benar-benar menikmati momen itu."

Warung Kerek di Tepi Kali, Pelajaran Hidup yang Sederhana

Dari JPO, langkah Taeyong membawanya ke tempat yang lebih tak terduga: sebuah warung kerek di tepi kali. Warung itu bukan kafe estetik dengan pencahayaan dramatis. Ia hanya bangunan sederhana yang berdiri di atas tanah sempit, menyajikan makanan bagi warga yang lewat. Di sana, ia memperhatikan bagaimana pemilik warung bekerja setiap hari, mengangkat barang dengan katrol sederhana, melayani pembeli dengan senyum tipis namun tulus.

Pemandangan itu seolah menyadarkannya pada satu hal: di balik gemerlap industri hiburan yang ia jalani, masih ada kehidupan lain yang berjuang dengan cara yang jauh lebih sunyi. Kisah-kisah kecil seperti inilah yang sering luput dari layar kaca, padahal justru di situlah air mata dan ketulusan manusia tersimpan.

Warga di sekitar warung pun tak menyangka kedatangan tamu istimewa. Beberapa dari mereka awalnya ragu, hanya memandang dari kejauhan. Namun sikap ramah Taeyong perlahan mencairkan suasana. Ia menyapa, tersenyum, dan menunjukkan minat yang tulus pada keseharian mereka.

Di Balik Layar Sebuah Perjalanan

Bagi penggemar, perjalanan Taeyong kali ini bukan sekadar konten liburan. Ia menjadi cermin bahwa bintang besar pun bisa merasakan hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Duduk di JPO, bermain dengan kucing, mengamati warung kerek—semua itu tampak sepele, tetapi mampu membangun jembatan emosional antara seorang artis dan masyarakat biasa.

"Kami bangga dia bisa menikmati Jakarta dengan cara seperti itu," lanjut penggemar tadi. "Banyak orang datang ke sini hanya untuk foto di tempat wisata terkenal. Tapi dia justru menemukan keindahan di tempat yang sederhana."

Perjalanan ini juga mengingatkan kita bahwa di balik setiap sorotan kamera, ada manusia yang butuh ruang untuk sekadar menjadi diri sendiri. Taeyong, di atas JPO itu, bukanlah idola yang harus selalu tampil sempurna. Ia hanyalah seseorang yang menikmati senja, ditemani kucing jalanan dan suara klakson yang bersahutan.

Ketika ia akhirnya melangkah pergi, meninggalkan JPO dan warung kerek di tepi kali, ada satu hal yang ia tinggalkan: inspirasi. Bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari panggung megah, tetapi dari momen-momen kecil yang menyentuh hati. Dan bagi warga Jakarta yang sempat melihatnya, hari itu akan selalu dikenang sebagai kisah sederhana tentang seorang bintang yang memilih menyapa kehidupan dari jarak paling dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User