Aug 25, 2026
Nasional

JAKARTA — Asing Net Sell Rp377 Miliar, IHSG Menguat 0,56 Persen

BERITASEPUTAR.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi pertama hari ini dengan penguatan 0,5

JAKARTA — Asing Net Sell Rp377 Miliar, IHSG Menguat 0,56 Persen

BERITASEPUTAR.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi pertama hari ini dengan penguatan 0,56 persen. Kenaikan tersebut didukung oleh performa positif sektor barang baku, meski investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp377,63 miliar. Pergerakan kontrarian ini menunjukkan bahwa modal domestik mulai mampu menopang pasar di tengah tekanan arus modal keluar dari luar negeri.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak di kisaran terbatas namun cenderung bullish sepanjang sesi pagi. Kapitalisasi pasar pun mengalami penambahan, mencerminkan adanya optimisme selektif dari pelaku pasar lokal. Namun demikian, sentimen di lantai bursa tetap terbagi karena aksi lepas saham oleh investor asing yang terus berlanjut sejak beberapa waktu terakhir, sejalan dengan ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Sektor Barang Baku Jadi Penopang Utama

Penguatan indeks pada sesi I tidak lepas dari kontribusi signifikan sektor barang baku. Sektor ini menjadi primadona seiring dengan membaiknya harga komoditas global dan ekspektasi permintaan yang kian meningkat menjelang musim laporan keuangan. Beberapa saham tambang dan emas menunjukkan performa impresif, memberikan ruang bagi IHSG untuk bertahan di atas level psikologisnya meski dihantui oleh arus keluar modal asing yang cukup besar.

Selain sektor barang baku, sejumlah sektor defensif seperti infrastruktur dan keuangan selektif juga ikut andil dalam menahan laju potensi koreksi. Sektor perbankan secara umum bergerak mixed, namun adanya aksi borong pada saham-saham unggulan seperti BBRI berhasil meredam tekanan di sisi lainnya. Kapitalisasi pasar BEI pun mencatatkan penguatan, menandakan adanya aliran dana segar yang sebagian besar berasal dari investor domestik.

Asing Lepas Saham, Domestik Borong BBRI dan ANTM

Meski mencatatkan net sell Rp377,63 miliar, data transaksi menunjukkan adanya fenomena menarik di mana sejumlah saham besar justru mengalami aksi beli masif. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi dua instrumen yang paling banyak diborong oleh investor, diduga kuat oleh pelaku pasar dalam negeri.

"Aksi beli pada saham BBRI dan ANTM mencerminkan strategi investor domestik yang melihat valuasi kedua emiten ini masih menarik untuk jangka panjang. Meski asing terus mencatat net sell, minat beli lokal cukup kuat menahan laju penurunan,"

kata seorang analis pasar modal kepada Beritaseputar.com, Senin (9/6/2025).

BBRI sebagai salah satu saham big cap dan favorit asing memang kerap menjadi barometer likuiditas pasar. Sementara itu, ANTM mendapatkan angin segar dari tren harga nikel dan emas global yang kembali memanas. Kombinasi fundamental kuat dari kedua emiten tersebut menjadi magnet tersendiri bagi investor lokal yang melihat peluang akumulasi di tengah tekanan jual dari luar negeri.

Ketidakpastian Global Jadi Pemicu Aksi Jual Asing

Analis menilai, aksi jual bersih investor asing masih dalam koridor wajar mengingat adanya sejumlah faktor ketidakpastian global. Kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish serta kekhawatiran resesi di sejumlah negara maju membuat alokasi aset ke pasar berkembang termasuk Indonesia mengalami penyesuaian. Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang regional termasuk rupiah turut mendorong profit taking oleh investor asing.

Berikut poin kunci pergerakan pasar saham hari ini:

  • IHSG menguat 0,56 persen pada perdagangan sesi I, didorong oleh sektor barang baku.
  • Investor asing net sell Rp377,63 miliar, menunjukkan masih adanya tekanan dari pelaku pasar global.
  • Saham BBRI dan ANTM menjadi favorit dan mengalami aksi borong meski dominasi asing berkurang.
  • Modal domestik berperan penting dalam menetralkan tekanan jual sehingga indeks tetap bertahan di zona hijau.
  • Valuasi sejumlah saham blue chip dinilai masih menarik untuk akumulasi jangka menengah hingga panjang.

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau dinamika arus modal asing serta perkembangan data ekonomi dalam negeri. Apabila tren net sell berlanjut, IHSG berpotensi mengalami volatilitas lebih tinggi di sesi sore. Namun, dengan dukungan likuiditas domestik yang saat ini cukup solid, banyak pihak optimis indeks masih memiliki ruang penguatan terbatas hingga akhir perdagangan.

Rekomendasi analis untuk investorsaat ini adalah tetap selektif dalam memilih saham dan memperhatikan fundamental emiten. Saham-saham yang memiliki rasio valuasi masuk akal dan kinerja keuangan kuat, seperti sektor perbankan dan komoditas, diproyeksikan akan menjadi penopang utama IHSG di tengah gejolak pasar global yang belum mereda.

[SOCIAL_TWEET]: Asing net sell Rp377 M tapi IHSG tetap menguat 0,56%! Saham BBRI & ANTM malah diborong investor lokal. Cek analisis lengkapnya 👇 #IHSG #Saham #Investasi

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User