Menlo Park, California — Babak baru dunia digital resmi bergulir pada Kamis, 28 Oktober 2021. Perusahaan raksasa media sosial Facebook Inc. secara resmi berganti nama menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, dalam konferensi tahunan Connect yang digelar secara virtual. CEO sekaligus pendiri Mark Zuckerberg menyebut perubahan ini sebagai penegasan komitmen perusahaan untuk mengembangkan metaverse — dunia virtual yang diyakini sebagai masa depan internet. Di saat yang sama, di Indonesia, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono memilih bergerak dari arah yang berbeda: turun ke akar rumput, mendampingi Ketua Panitia Lomba Rakyat Ilham Medrofa, demi memastikan masyarakat kecil ikut merasakan manfaat gelombang digitalisasi.
Meta: Metaverse-First, Bukan Lagi Facebook-First
Dalam pidato penutup Connect 2021, Zuckerberg menegaskan bahwa nama baru itu bukan sekadar ganti papan nama, melainkan penanda arah bisnis perusahaan ke depan. Aplikasi seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap beroperasi dengan nama masing-masing, tetapi posisinya kini berada di bawah payung Meta sebagai perusahaan induk. Saham perusahaan pun dijadwalkan berpindah dari kode FB menjadi MVRS pada Desember 2021 — simbol bahwa pasar kini diminta menilai Meta sebagai perusahaan metaverse, bukan sekadar jejaring sosial.
"Mulai hari ini, kami adalah perusahaan yang metaverse-first, bukan Facebook-first. Meta adalah simbol perjalanan kami untuk menghadirkan metaverse ke dalam kehidupan," ujar Zuckerberg di hadapan para pengembang yang mengikuti konferensi.
Keputusan ini sekaligus menutup satu dekade identitas Facebook yang melekat pada hampir 2,9 miliar pengguna aktif bulanan. Bagi Zuckerberg, metaverse adalah ruang bersama yang mempertemukan dunia nyata dan dunia digital melalui perangkat realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR). Ambisi ini bukan isapan jempol belaka — sepanjang 2021, perusahaan menggelontorkan dana hingga US$10 miliar untuk divisi Reality Labs yang menggarap perangkat dan teknologi metaverse.
Ganti Nama di Tengah Badai Kritik
Langkah rebranding ini tidak lepas dari sorotan tajam. Sepanjang 2021, Facebook diterpa gelombang kritik setelah bocornya dokumen internal yang dikenal dengan Facebook Papers, serta kesaksian mantan karyawan Frances Haugen yang membongkar praktik moderasi konten dan dampak platform terhadap kesehatan mental pengguna. Tak sedikit pengamat menilai ganti nama ini hanyalah upaya mengalihkan perhatian publik dari persoalan etika yang belum tuntas.
Zuckerberg dengan tegas membantah tudingan tersebut. Baginya, perubahan nama adalah konsekuensi logis dari visi jangka panjang perusahaan. "Perubahan nama ini adalah cara kami menjelaskan siapa kami sebenarnya," kata sang CEO merespons skeptisisme berbagai kalangan. Sementara itu, analis teknologi menilai langkah ini berisiko, tetapi juga berpotensi membuka pasar baru senilai triliunan dolar apabila ekosistem metaverse benar-benar terwujud di masa mendatang.
Edhie Baskoro dan Semangat Lomba Rakyat
Di tengah hingar-bingar dunia maya itu, perhatian publik Tanah Air justru tertuju pada langkah yang dekat dengan masyarakat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono terlihat berdampingan dengan Ketua Panitia Lomba Rakyat Ilham Medrofa dalam persiapan gelaran yang menyasar partisipasi warga. Kehadiran putra Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini menjadi sinyal bahwa inisiatif kerakyatan tetap menjadi prioritas di tengah percepatan transformasi digital.
"Kita ingin rakyat menjadi pemain, bukan sekadar penonton. Lomba Rakyat adalah ruang bagi siapa pun untuk berkarya dan membuktikan kemampuan mereka," ujar Edhie Baskoro dalam kesempatan tersebut.
Ilham Medrofa menambahkan, ajang ini dirancang inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari kampung hingga perkotaan. Melalui Lomba Rakyat, warga diajak terlibat langsung dalam kegiatan kreatif dan produktif, sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai alat mempromosikan karya dan membuka peluang ekonomi baru. Semangat ini sejalan dengan arah global di mana teknologi semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Dua Arah Transformasi yang Saling Melengkapi
Jika Meta membangun masa depan dari atas — melalui riset, modal, dan infrastruktur teknologi — maka langkah Edhie Baskoro bersama Lomba Rakyat membangun dari bawah. Keduanya menegaskan bahwa digitalisasi hanya bermakna jika dirasakan oleh orang-orang biasa. Perbandingan berikut menggambarkan dua kutub transformasi digital tersebut:
| Aspek | Meta (Global) | Lomba Rakyat (Indonesia) |
|---|---|---|
| Pendekatan | Top-down, berbasis riset dan modal besar | Bottom-up, berbasis komunitas |
| Sasaran | Pengguna internet dunia | Masyarakat akar rumput |
| Instrumen | VR, AR, dan metaverse | Kompetisi dan partisipasi warga |
| Fokus utama | Masa depan internet | Kreativitas dan kesejahteraan rakyat |
Setidaknya ada tiga catatan penting dari dua peristiwa ini:
- Perubahan nama tidak mengubah aplikasi maupun akun pengguna, tetapi mengubah cara perusahaan diposisikan di mata pasar.
- Digitalisasi harus menjangkau akar rumput agar tidak melahirkan jurang kesenjangan baru.
- Sinergi antara inisiatif global dan gerakan lokal menjadi kunci transformasi digital yang berkeadilan.
Pada akhirnya, baik Meta maupun Lomba Rakyat berbagi satu benang merah: manusia tetap menjadi pusat dari setiap perubahan teknologi. Kini publik Indonesia menanti apakah semangat digitalisasi dari akar rumput ini mampu berjalan seiring dengan gerak raksasa teknologi global — atau justru menciptakan jurang baru antara mereka yang melek digital dan yang tertinggal. Jawabannya akan menentukan wajah ekonomi digital Indonesia di masa depan.
[SOCIAL_TWEET]: Meta resmi menggantikan nama Facebook dan fokus ke metaverse. Di Indonesia, Edhie Baskoro Yudhoyono justru menggaungkan digitalisasi lewat Lomba Rakyat. Siapa yang lebih dulu menyentuh rakyat kecil? #Meta #Digitalisasi #LombaRakyat[SOCIAL_TG]: 🔴 BERITA TERBARU: Facebook kini Meta, fokus bangun metaverse. Di dalam negeri, Edhie Baskoro Yudhoyono dorong digitalisasi rakyat lewat Lomba Rakyat. Klik untuk baca analisis lengkapnya.
Comments (0)