BANDUNG — Persib Bandung tak ingin setengah-setengah menatap Piala Presiden 2026 yang akan bergulir pada 25 Juli hingga 6 Agustus mendatang. Di bawah arahan pelatih anyar Igor Tolic, Maung Bandung mulai meramu strategi yang bakal jadi senjata utama: low block agresif yang mematikan.
Strategi Low Block: Bukan Sekadar Bertahan
Dalam sesi latihan tertutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Tolic terlihat intens membangun fondasi taktik bertahan rendah yang ia sebut sebagai “aggressive low block.” Konsep ini, menurut Tolic, bukan sekadar menumpuk pemain di sepertiga akhir lapangan sendiri, melainkan bertahan secara kompak sambil menyiapkan serangan balik pedas.
“Kami tidak akan terpancing untuk keluar menekan secara membabi buta. Low block yang saya terapkan menekankan disiplin posisi, pressing terukur di area tertentu, dan transisi vertikal secepat kilat begitu bola berhasil direbut,” ujar Igor Tolic usai memimpin latihan.
Pelatih asal Kroasia itu menambahkan, kunci sukses skema ini terletak pada dua gelandang bertahan yang cakap membaca permainan dan para bek sayap yang tak segan naik menusuk. Duet Nick Kuipers dan Gustavo Franca disebutnya sebagai jantung pertahanan yang solid, sementara kecepatan Edo Febriansah dan Henhen Herdiana di posisi bek sayap akan jadi motor serangan balik.
Fleksibilitas Taktik: Bisa Jadi 4-4-2 Diamond Saat Menyerang
Meski mengandalkan low block sebagai basis, Tolic tak menutup kemungkinan mengubah formasi saat tim menguasai bola. Dalam beberapa simulasi, Persib kerap beralih ke formasi 4-4-2 diamond begitu fase bertahan sudah terlewati. Ini memungkinkan seorang gelandang serang seperti Marc Klok atau Robi Darwis bergerak bebas di antara lini untuk mengirim umpan terobosan kepada dua striker.
“Fleksibilitas ini penting. Kami ingin punya banyak cara untuk menyakiti lawan tanpa mengorbankan struktur dasar low block. Saat bertahan, seluruh pemain tahu tugasnya; saat menyerang, semua paham ruang yang harus dieksploitasi,” jelas Tolic.
Uji Coba Internal dan Respons Pemain
Pada akhir pekan lalu, Persib menggelar laga uji tanding internal yang dimenangi tim utama dengan skor 3-1 atas tim cadangan. Gol-gol cepat yang tercipta lewat skema serangan balik menjadi bukti bahwa para pemain mulai menyerap instruksi Tolic. David da Silva mencetak dua gol, satu di antaranya hasil skema three-pass move yang hanya berdurasi delapan detik dari area pertahanan sendiri hingga bola bersarang di gawang lawan.
Penjaga gawang Teja Paku Alam mengaku nyaman dengan pendekatan baru ini. “Kami lebih tenang karena semua sudah paham kapan harus turun dan kapan harus menekan. Low block ini bukan berarti kami takut, justru kami punya kejutan yang siap dilepaskan,” tuturnya.
Menu Persiapan Jelang Kick-off
Jelang laga perdana, Persib dijadwalkan menjalani dua uji coba melawan klub Liga 2 untuk mempertajam eksekusi rencana permainan. Tolic pun berencana merotasi pemain agar seluruh skuad merasakan atmosfer pertandingan dan memahami peran masing-masing dalam sistem low block.
“Kami tidak hanya melihat Piala Presiden sebagai pramusim. Ini kesempatan pertama untuk menunjukkan karakter baru Persib. Kami ingin menang, tapi yang lebih penting adalah membangun identitas bermain yang bisa dibawa ke Liga 1,” tegasnya.
Dengan persiapan matang dan taktik yang mulai terpatri, publik Bandung berharap era Igor Tolic mampu mengembalikan Maung Bandung ke jalur juara. Akankah low block agresif ini menjadi awal manis? Jawabannya akan terlihat di Piala Presiden 2026.
[SOCIAL_TWEET]: Igor Tolic bocorkan senjata rahasia Persib di Piala Presiden 2026: low block agresif + serangan balik kilat. “Kami bukan hanya bertahan, kami bersiap menyengat!” 🐯⚡ #Persib #PialaPresiden2026 #LowBlockTactic[SOCIAL_TG]: 🐯 *Taktik Rahasia Persib Terkuak!* Pelatih Igor Tolic siapkan low block agresif + transisi mematikan. Piala Presiden 2026 jadi panggung pertama → Full press & quotes eksklusif di sini!
Comments (0)