Paris – Rumah mode asal Prancis, Louis Vuitton, kembali dipercaya untuk merancang Trophy Trunk atau koper trofi eksklusif bagi penyelenggaraan FIFA World Cup 2026. Penunjukan ini menegaskan hubungan erat antara dunia olahraga paling bergengsi di planet ini dengan keahlian artisan warisan Prancis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Lanjutan Tradisi Keunggulan
Louis Vuitton pertama kali menggandeng FIFA pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sejak saat itu, setiap edisi turnamen selalu diiringi oleh koper ikonik yang dirancang khusus untuk membawa trofi emas padat – simbol utama kemenangan sepak bola dunia. Untuk 2026, yang akan digelar di tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Louis Vuitton menjanjikan sebuah karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merupakan pernyataan seni.
Dibuat di Atelier Bersejarah
Koper trofi ini dikerjakan sepenuhnya dengan tangan di atelier Louis Vuitton di Asnières-sur-Seine, tempat yang sama di mana warisan pembuatan trunk pertama kali dimulai pada abad ke-19. Proses pembuatannya memakan waktu ratusan jam, menggabungkan teknik tradisional dengan material paling ikonik dari maison.
“Membawa trofi paling didambakan di dunia adalah kehormatan besar. Kami ingin menciptakan sebuah objek yang layak menyambut momen kemenangan paling bersejarah dalam olahraga,”
ungkap Pietro Beccari, Chairman dan CEO Louis Vuitton, saat pengumuman resmi di Paris, Selasa lalu.
Desain Kontemporer Sarat Makna
Koper edisi 2026 ini menampilkan balutan kanvas Monogram klasik yang dipadukan dengan aksen kulit sapi alami dan sudut-sudut kuningan yang dipoles sempurna. Sentuhan khusus diberikan berupa detail lambang tiga negara tuan rumah yang terintegrasi halus pada permukaan koper. Bagian dalam dilapisi beludru hitam pekat yang membentuk lekukan persis mengikuti siluet trofi, memastikan keamanan saat dibawa melintasi benua.
Louis Vuitton juga menyematkan gagang berbahan kayu ek yang diukir tangan dan kunci tradisional berbahan kuningan, mengingatkan pada trunk pertama yang dibuat untuk pelanggan kerajaan dan penjelajah dunia. Kombinasi ini mempertegas posisi Trophy Trunk sebagai jembatan antara warisan, kemewahan, dan semangat modern Piala Dunia.
Simbol Perjalanan Sang Juara
Trophy Trunk akan melakukan perjalanan ke berbagai kota dalam tur promosi sebelum akhirnya tiba di stadion tempat pertandingan final pada 19 Juli 2026. Seperti edisi sebelumnya, koper ini akan dibawa oleh seorang tokoh ikonik sepak bola atau selebriti global saat trofi memasuki lapangan – momen yang selalu menjadi puncak upacara pembukaan dan penutupan.
Kemitraan yang Terus Berkembang
Kemitraan Louis Vuitton dengan FIFA tidak berhenti pada Trophy Trunk. Rumah mode LVMH ini juga merancang berbagai aksesori perjalanan eksklusif bagi para ofisial dan legenda sepak bola selama turnamen. Langkah ini kian memperkuat sinergi antara industri mode mewah dan olahraga global, sebuah tren yang kian menguat di era modern.
Dengan dirilisnya Trophy Trunk ini, Louis Vuitton sekali lagi membuktikan bahwa sebuah koper bukan sekadar wadah, melainkan canvas yang mampu merayakan puncak pencapaian manusia. Piala Dunia 2026 akan menjadi saksi bagaimana tradisi artisan Prancis berpadu dengan gegap gempita sepak bola di tiga negara Amerika Utara.
[SOCIAL_TWEET]: Louis Vuitton kembali hadirkan koper trofi ikonik untuk Piala Dunia 2026! Diukir tangan di Asnières, padukan monogram klasik dengan detail tiga negara tuan rumah. Sebuah mahakarya yang akan mengawal trofi emas para juara. #LouisVuitton #FIFAWorldCup #PialaDunia2026[SOCIAL_TG]: 🏆✨ Louis Vuitton unjuk tangan (lagi) buat Piala Dunia 2026! Koper trofi terbaru ini penuh detail mewah: kanvas monogram, kuningan poles, ukiran tangan… semua siap mengawal trofi emas di Amerika Utara.
Comments (0)