Oct 10, 2026
Hukum

Dukungan Koalisi Merz Anjlok ke Rekor Terendah, AfD Melonjak

Jerman sedang menghadapi gempa politik baru. Dukungan publik terhadap koalisi yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz, yaitu aliansi CDU/CSU, merosot tajam h

Dukungan Koalisi Merz Anjlok ke Rekor Terendah, AfD Melonjak

Jerman sedang menghadapi gempa politik baru. Dukungan publik terhadap koalisi yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz, yaitu aliansi CDU/CSU, merosot tajam hingga menyentuh angka terendah sepanjang sejarah Jerman pasca Perang Dunia II. Dalam hasil survei terbaru, blok tersebut hanya mendapat dukungan 18 persen di tingkat nasional — sebuah angka yang terasa sangat memalukan bagi partai berkuasa.

Sementara itu, partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) justru melesat ke angka 30 persen, capaian tertinggi mereka sejak partai itu berdiri pada 2013. AfD kini menjadi partai paling populer di Jerman dengan selisih yang cukup lebar, mengalahkan semua rival politiknya.

Survei INSA untuk Bild: Angka yang Bikin Panik

Survei ini dilakukan oleh lembaga survei INSA atas permintaan surat kabar Bild. Pengumpulan data berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.202 pemilih berhak. Hasilnya dipublikasikan pada Sabtu dan langsung menjadi bahan diskusi panas di kalangan politikus Berlin.

"Dukungan blok CDU/CSU kini berada di 18 persen, angka terburuk dalam sejarah Jerman pasca perang," demikian bunyi ringkasan hasil survei INSA sebagaimana dimuat Bild.

Kalimat singkat itu memuat pukulan telak bagi pemerintahan Merz. Angka 18 persen bukan sekadar penurunan biasa, melainkan sebuah tanda bahaya serius bagi partai yang selama ini dianggap tulang punggung politik Jerman.

AfD Makin Perkasa, Koalisi Jadi Rapuh

Peta politik Jerman kini berubah drastis. Koalisi junior CDU/CSU, yakni Partai Sosial Demokrat (SPD) dan Partai Hijau, sama-sama berada di angka 14 persen. Sementara Partai Kiri berada di posisi 10 persen. Kombinasi angka ini menunjukkan bahwa pemerintahan Merz makin sulit mempertahankan dukungan publik.

Beberapa poin penting dari survei terbaru ini antara lain:

  • AfD 30 persen — tertinggi sejak partai berdiri pada 2013 dan menjadi partai nomor satu di Jerman.
  • CDU/CSU 18 persen — rekor terendah pasca perang bagi aliansi konservatif tersebut.
  • SPD dan Hijau masing-masing 14 persen — keduanya adalah mitra koalisi junior.
  • Partai Kiri 10 persen — bertahan di posisi bawah dengan dukungan terbatas.
  • Survei melibatkan 1.202 pemilih dan digelar pada 28 September–2 Oktober.

Kekalahan di Pemilu Daerah Jadi Pemicu

Penurunan dukungan terhadap CDU/CSU tidak terjadi begitu saja. Dukungan blok itu merosot tajam sejak Merz menjabat, diperparah oleh serangkaian kekalahan dalam pemilihan daerah belakangan ini. Kekalahan-kekalahan tersebut tampaknya menggerus kepercayaan pemilih terhadap arah kebijakan pemerintah.

Merz sendiri sebelumnya mengaku terkejut dengan kemenangan AfD dalam kontes daerah, namun menegaskan tidak akan mengubah arah kebijakannya. Sikap keras inilah yang justru makin menggerus dukungan di kalangan pemilih yang menginginkan perubahan strategi.

Kondisi ini membuat posisi Merz semakin tidak nyaman. Dengan dukungan hanya 18 persen, upaya memperluas agenda legislatif menjadi jauh lebih sulit, apalagi menghadapi oposisi yang makin percaya diri di bawah AfD.

Bagaimana Lanjutannya?

Pertanyaan besar sekarang: apakah CDU/CSU akan melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi politiknya? AfD yang terus menanjak tentu membuka peluang besar bagi mereka untuk mendorong narasi anti-establishment semakin masif ke ruang publik.

Bagi Merz, tekanan kini datang dari dua arah: dari luar melalui kemenangan AfD, dan dari dalam lewat mitra koalisi yang juga melemah. Jika tren ini berlanjut, Jerman bisa menghadapi lanskap politik yang sangat berbeda pada pemilu berikutnya.