Sep 19, 2026
Hukum

DPR AS Nyatakan Miliarder Leon Black Lakukan Penghinaan Parlemen

Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House Oversight Committee) mengambil langkah tegas terhadap salah satu tokoh paling berpengaruh di

DPR AS Nyatakan Miliarder Leon Black Lakukan Penghinaan Parlemen

Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House Oversight Committee) mengambil langkah tegas terhadap salah satu tokoh paling berpengaruh di Wall Street, Leon Black. Melalui pemungutan suara bulat lintas partai (bipartisan), para legislator resmi menyatakan pendiri Apollo Global Management tersebut bersalah atas tuduhan penghinaan terhadap parlemen atau contempt of Congress.

Keputusan drastis ini diambil setelah Leon Black berulang kali mangkir dari panggilan pemeriksaan resmi. Parlemen AS berupaya meminta keterangan mendalam terkait aliran dana misterius senilai puluhan hingga ratusan juta dolar yang pernah ia berikan kepada mendiang terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Kronologi Konflik Parlemen AS dan Leon Black

Ketegangan antara komite kongres dan sang miliarder telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Berikut adalah rangkaian urutan peristiwa yang berujung pada penetapan status penghinaan parlemen tersebut:

  1. Penerbitan Surat Panggilan Resmi (Subpoena): Komite Pengawas DPR AS melayangkan surat panggilan resmi kepada Leon Black untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah mengenai transaksi keuangannya dengan Epstein.
  2. Penolakan dan Mangkir dari Deposisi: Tim kuasa hukum Black mengupayakan berbagai alasan administratif dan hukum untuk menunda jadwal pemeriksaan, hingga akhirnya Black sama sekali tidak hadir pada hari deposisi yang ditentukan.
  3. Voting Bipartisan di Kongres: Melihat sikap tidak kooperatif tersebut, seluruh anggota komite dari kubu Partai Republik maupun Demokrat sepakat meloloskan resolusi penghinaan parlemen secara bulat pada hari Selasa waktu setempat.
"Tidak ada seorang pun di negara ini yang berada di atas hukum, tidak peduli seberapa kaya atau seberapa besar pengaruh yang Anda miliki di Wall Street. Komite ini berhak mendapatkan jawaban atas aliran dana fantastis kepada pelaku kejahatan seksual anak," tegas salah satu anggota komite dalam sidang dengar pendapat.

Mengapa Hubungan Finansial dengan Epstein Begitu Disorot?

Fokus utama penyelidikan parlemen bermuara pada transaksi finansial pribadi Black. Investigasi independen sebelumnya mengungkap bahwa Leon Black tercatat pernah membayar Jeffrey Epstein hingga USD 158 juta (sekitar Rp2,5 triliun) antara rentang tahun 2012 hingga 2017.

Black berkilah bahwa pembayaran bernilai fantastis tersebut murni merupakan biaya jasa konsultasi perencanaan pajak, restrukturisasi aset keluarga, dan filantropi. Namun, Kongres menilai transaksi tersebut sangat mencurigakan mengingat reputasi Epstein yang saat itu sudah berstatus sebagai pelaku kejahatan seksual terdaftar di Florida.

  • Nilai Pembayaran yang Tak Lazim: Tarif konsultasi yang diterima Epstein dinilai para pakar finansial jauh melampaui standar industri pengelolaan aset global.
  • Dampak ke Apollo Global Management: Skandal ini sebelumnya telah memaksa Black mundur dari jabatannya sebagai CEO dan Chairman Apollo pada tahun 2021 silam.
  • Langkah Hukum Lanjutan: Penetapan status contempt of Congress ini akan diteruskan ke sidang pleno DPR AS sebelum akhirnya direkomendasikan ke Departemen Kehakiman (DOJ) untuk penuntutan pidana.

Jika Departemen Kehakiman AS memutuskan untuk menindaklanjuti rekomendasi ini, Leon Black berpotensi menghadapi ancaman denda finansial hingga hukuman pidana kurungan penjara. Kasus ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Kongres AS terus membuka tabir jaringan elite global yang selama ini menyokong kehidupan finansial Jeffrey Epstein sebelum ia ditemukan tewas di sel tahanan pada 2019.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User