Sep 20, 2026
Hukum

CHICAGO — Harga Kedelai Dunia Melonjak Mendekati 500 Dolar AS

Halo pembaca Beritaseputar.com! Ada kabar panas dari pasar komoditas pertanian global. Bursa Chicago Mercantile Exchange (CBOT) baru saja mencatatkan perge

CHICAGO — Harga Kedelai Dunia Melonjak Mendekati 500 Dolar AS

Halo pembaca Beritaseputar.com! Ada kabar panas dari pasar komoditas pertanian global. Bursa Chicago Mercantile Exchange (CBOT) baru saja mencatatkan pergerakan harga yang cukup mengejutkan. Harga kedelai dunia melesat kencang hingga menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Komoditas vital ini sekarang melaju pesat dan semakin mendekati ambang psikologis US$ 500 per ton.

Lonjakan ini memicu perhatian luas para pelaku pasar global, mengingat kedelai merupakan bahan baku utama bagi industri pangan dan pakan ternak di berbagai negara. Penutupan perdagangan terbaru menunjukkan angka yang sangat signifikan. Kontrak pengiriman bulan November ditutup melonjak sebesar US$ 8,36 menjadi US$ 489,52 per ton. Sementara itu, kontrak pengiriman Januari merangkak naik US$ 8,08 hingga menyentuh angka US$ 495,03 per ton. Kenaikan drastis ini menandai kebangkitan kembali harga komoditas oleaginosa tersebut setelah sempat lesu dalam beberapa periode sebelumnya.

Faktor Utama Pendorong Lonjakan Harga Kedelai Dunia

Mengapa harga kedelai mendadak beterbangan tinggi di bursa internasional? Berdasarkan analisis para pakar pasar komoditas, terdapat beberapa pemicu utama yang saling berikatan:

  1. Aksi Borong oleh Tiongkok: Negeri Tirai Bambu kembali melakukan pembelian masif dan agresif atas kedelai dari pasar Amerika Serikat demi mengamankan cadangan pangan dalam negeri mereka.
  2. Lonjakan Permintaan Produk Turunan: Terjadi peningkatan permintaan pasar yang signifikan terhadap tepung kedelai (soya meal) dan minyak kedelai (soya oil) untuk kebutuhan pakan ternak serta bahan baku makanan.
  3. Penguatan Harga Minyak Mentah: Kenaikan harga minyak bumi dunia memberikan dorongan positif bagi komoditas berbasis nabati yang digunakan sebagai bahan biofuel.
  4. Ekspektasi Laporan USDA: Para pelaku pasar mengantisipasi rilis laporan proyeksi penawaran dan permintaan terbaru dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Analisis Tren dan Momentum Pemulihan Harga

Analisis mendalam mengenai fenomena ini disampaikan oleh pakar komoditas granos dari Gestor Max, Luciana Bilbao. Ia menyoroti bagaimana peta kekuatan harga kedelai telah bergeser secara signifikan.

"Setelah dua tahun di mana kedelai berada jauh dari panggung utama akibat harga yang relatif rendah, skenario pasar kini mulai berubah total. Sepanjang tahun 2026 ini, pasar Chicago berhasil merebut kembali posisinya dan bergerak jelas di atas nilai yang sempat mendominasi sebagian besar tahun 2024 dan 2025," ungkap Luciana Bilbao.

Jika kita menilik data historis, harga kedelai saat ini tercatat sekitar 18,2% di atas rata-rata tiga tahun terakhir yang berada di kisaran US$ 415,70 per ton. Angka terbaru ini juga semakin mendekati rekor tertinggi sebelumnya sebesar US$ 510,30 per ton yang sempat terjadi pada 14 November 2023.

Perbandingan Pergerakan Harga Kedelai di Pasar Chicago

Untuk melihat gambaran yang lebih jelas mengenai tren kenaikan ini, berikut adalah tabel perbandingan titik-titik harga penting kedelai di Bursa Chicago:

Kategori Pergerakan Harga Nilai (US$ / Ton) Keterangan Statistik
Harga Terendah 3 Tahun (18 Des 2024) US$ 356,50 Titik terendah (bottom) dalam 3 tahun terakhir
Rata-rata 3 Tahun Terakhir US$ 415,70 Nilai acuan historis jangka menengah
Kontrak November Saat Ini US$ 489,52 Meningkat US$ 8,36 per ton dalam sehari
Kontrak Januari Saat Ini US$ 495,03 Meningkat US$ 8,08 per ton dalam sehari
Rekor Tertinggi (14 Nov 2023) US$ 510,30 Puncak rekor tertinggi sebelumnya

Jika dihitung dari titik terendahnya sebesar US$ 356,50 per ton pada 18 Desember 2024 lalu, kedelai telah mencatatkan akumulasi pemulihan harga yang sangat impresif, yaitu mencapai sekitar 38%. Perusahaan pialang Granar menambahkan bahwa kelancaran aksi beli dari Tiongkok menjadi mesin utama yang menggerakkan tren penguatan ini. Dinamika ini diprediksi dapat memberikan dampak domino terhadap pergerakan harga bahan baku pangan global dalam beberapa bulan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User