Sep 20, 2026
Hukum

CEUTA — Sekelompok Pria Diduga Pukul Bayi Lumba-Lumba hingga Mati

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi kejam terhadap satwa laut memicu gelombang kemarahan publik di Spanyol. Insiden tragis tersebut terjadi di wi

CEUTA — Sekelompok Pria Diduga Pukul Bayi Lumba-Lumba hingga Mati

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi kejam terhadap satwa laut memicu gelombang kemarahan publik di Spanyol. Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, ketika seekor anak lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin) dilaporkan ditarik paksa dari perairan pantai sebelum akhirnya dipukuli hingga mati.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika bayi lumba-lumba malang tersebut terlihat berenang cukup dekat dengan bibir pantai di kawasan Pantai El Trampolin. Bukannya dibiarkan kembali ke laut lepas, kawanan pria yang berada di lokasi justru menyeret mamalia laut itu ke daratan kering.

Kronologi Aksi Kekerasan di Pantai El Trampolin

Berdasarkan laporan media lokal El Faro de Ceuta, aksi tidak terpuji tersebut berlangsung cepat di hadapan sejumlah pengunjung pantai. Salah seorang dari kelompok tersebut diduga menghantam kepala bayi lumba-lumba menggunakan sebatang tongkat kayu tebal, yang menyebabkan cedera fatal di bagian vital satwa tersebut.

Melihat tindakan brutal itu, seorang petugas pantai sempat menghampiri para pelaku dan berusaha menghentikan aksi mereka. Petugas tersebut memperingatkan agar satwa dilindungi itu tidak disentuh dan mendesak agar mereka segera menghubungi dinas perlindungan satwa liar setempat.

"Jangan sentuh satwa itu! Segera hubungi pihak penyelamat satwa liar," tegur petugas pantai yang berusaha mengintervensi kejadian.

Meskipun beberapa orang dari kelompok tersebut akhirnya sempat berusaha mengembalikan anak lumba-lumba itu kembali ke air, upaya tersebut sudah terlambat. Satwa yang masih sangat belia itu sudah tidak bergerak dan dinyatakan mati di tempat akibat luka pukulan berat yang dideritanya.

Konfrontasi Warga dan Rekaman yang Viral

Insiden ini menjadi viral setelah seorang narablog asal Ceuta, Juan Ruiz, merekam detik-detik menegangkan pascakejadian. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak anggota kelompok tersebut sempat mengangkat bangkai bayi lumba-lumba itu ke udara layaknya sebuah trofi kemenangan saat Ruiz mendekat.

"Kalian tidak bisa mengambil satwa itu, itu lumba-lumba, kalian tidak bisa memakannya!" teriak Ruiz dengan nada geram, sembari menuntut pertanggungjawaban mengenai siapa pelaku pemukulan.

Saat dicecar pertanyaan, beberapa orang dalam kelompok tersebut mencoba berdalih bahwa anak lumba-lumba itu sudah mati saat pertama kali mereka temukan terapung di air. Namun, pembelaan tersebut langsung dibantah tegas oleh Ruiz dengan nada sarkastis.

"Ya, tentu saja satwa itu mati sendirinya di air, begitu kan menurut kalian?" sindir Ruiz menanggapi alasan kelompok tersebut.

Kecaman Luas dan Penyelidikan Aparat

Tindakan keji terhadap bayi lumba-lumba ini menuai kecaman keras dari para aktivis lingkungan, organisasi pecinta satwa, serta masyarakat luas. Lumba-lumba hidung botol merupakan salah satu spesies laut yang dilindungi secara ketat oleh hukum perlindungan lingkungan hidup Spanyol maupun regulasi Uni Eropa.

Laporan pengaduan resmi telah diajukan kepada pihak kepolisian setempat guna mengusut tuntas identitas para pelaku penganiayaan. Pelanggaran terhadap perlindungan satwa liar yang terancam punah di Spanyol dapat dijerat sanksi pidana berat serta denda finansial bernilai besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User