Oct 13, 2026
entertainment

Casparina, Ketika Reza Rahadian Memanggil Kembali Kisah Hidup Sang Nenek

Di sebuah ruangan sunyi, seorang lelaki duduk termenung di hadapan tumpukan catatan dan foto lama. Jari-jarinya menyentuh lembar demi lembar, menggali satu per satu serpihan masa lalu yang tersimpan r...

Casparina, Ketika Reza Rahadian Memanggil Kembali Kisah Hidup Sang Nenek

Di sebuah ruangan sunyi, seorang lelaki duduk termenung di hadapan tumpukan catatan dan foto lama. Jari-jarinya menyentuh lembar demi lembar, menggali satu per satu serpihan masa lalu yang tersimpan rapi. Bagi Reza Rahadian, tumpukan itu bukan sekadar arsip keluarga — ia adalah pintu menuju sosok yang paling ia kagumi sejak kecil: sang nenek, Francisca Casparina Fanggidaej.

Dari kedalaman ingatan itulah lahir Casparina, film panjang kedua yang digarap Reza sebagai sutradara. Kabar ini menjadi perbincangan hangat di jagat perfilman Tanah Air, karena proyek tersebut dikabarkan bakal dibawa ke ajang bergengsi Busan International Film Festival. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari dapur sederhana, tempat seorang nenek mengisahkan masa mudanya kepada cucunya yang masih kecil.

Perempuan di Balik Nama yang Diabadikan

Francisca Casparina Fanggidaej bukan nama sembarangan. Ia adalah perempuan yang menapaki zaman dengan kepala tegak, melewati gejolak sejarah yang tak ringan. Di mata Reza, neneknya adalah sosok yang mengajarkan arti bertahan, meski hidup tak pernah memberinya jalan yang mulus.

Reza tumbuh mendengar cerita-cerita itu. Bukan sebagai dongeng pengantar tidur, melainkan sebagai kesaksian. Ada momen-momen mengharukan ketika sang nenek berkisah tentang kehilangan, tentang mimpi yang harus ditunda, dan tentang keberanian yang lahir justru dari keterbatasan.

“Nenek saya mengajarkan bahwa kekuatan itu tidak selalu berbentuk teriakan. Kadang ia hanya berupa kemampuan untuk tetap berdiri ketika semua orang berharap kita jatuh,” kenang Reza dalam suatu kesempatan, seperti dikutip dari percakapan panjangnya dengan tim produksi.

Kalimat itu menjadi ruh dari Casparina. Bukan sekadar biopik keluarga, film ini adalah cara seorang cucu menepati janji: memastikan kisah sang nenek tidak hilang ditelan waktu.

Di Balik Layar: Perjuangan Menghidupkan Ingatan

Mengerjakan Casparina ternyata bukan perkara mudah. Reza harus menggali kembali detail-detail kecil yang sempat pudar — aroma masakan nenek, warna kain yang sering dipakainya, hingga nada bicaranya ketika marah. Setiap elemen itu ia kumpulkan dengan teliti, seolah sedang menyusun kembali puzzle kehidupan yang hampir tercecer.

Proses riset membawanya pada air mata. Ada malam-malam ketika ia harus berhenti menulis karena terlalu larut dalam kenangan. Namun justru di situlah ia menemukan bangkit — semangat untuk merampungkan cerita yang ia yakini layak didengar dunia.

Layar lebar menjadi medium yang tepat. Lewat sinema, Reza ingin mengajak penonton duduk bersama, merasakan denyut nadi seorang perempuan sederhana yang tak pernah minta dikenang, tetapi jejaknya terlalu dalam untuk dilupakan.

Melangkah ke Busan, Membawa Nama Nenek

Ketika kabar Casparina bakal dibawa ke Busan menyeruak, haru menyelimuti keluarga besar. Bagi Reza, ini bukan soal prestasi pribadi. Ini adalah momen mengharukan ketika nama seorang nenek dari sebuah kampung kecil bergema di panggung internasional.

Busan International Film Festival dikenal sebagai rumah bagi sinema Asia yang berani bercerita. Di sana, film-film dengan narasi personal kerap menemukan tempatnya. Casparina diyakini membawa napas serupa: intim, jujur, dan menyentuh.

“Saya ingin orang mengenal nenek saya, bukan karena sejarah besar yang ia lalui, tetapi karena cara ia mencintai keluarganya. Itu sudah cukup membuat hidupnya luar biasa,” ujar Reza dengan mata berkaca-kaca.

Bagi banyak orang, film ini mungkin hanya catatan perjalanan seorang sineas. Namun bagi Reza, ini adalah surat cinta terakhir untuk perempuan yang telah mengajarinya arti mimpi. Di setiap bingkai Casparina, ia menyimpan satu permintaan sederhana: biarlah kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang untuk tidak melupakan akar dan cerita keluarganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User