Oct 13, 2026
entertainment

Betrand Peto: 9 Jam Diperiksa, 55 Pertanyaan, dan Sebuah Bantahan

Jarum jam di dinding ruang penyidik itu terus berputar. Di luar, langit Jakarta sudah berubah gelap sejak lama. Namun di dalam ruangan berukuran tidak lebih dari 4x5 meter itu, seorang pemuda 19 tahun...

Betrand Peto: 9 Jam Diperiksa, 55 Pertanyaan, dan Sebuah Bantahan

Jarum jam di dinding ruang penyidik itu terus berputar. Di luar, langit Jakarta sudah berubah gelap sejak lama. Namun di dalam ruangan berukuran tidak lebih dari 4x5 meter itu, seorang pemuda 19 tahun masih duduk tegak menghadapi satu per satu pertanyaan yang datang bertubi-tubi. Betrand Peto, penyanyi muda yang namanya melambung lewat lagu-lagu religi dan penampilan panggung yang energik, harus melewati salah satu malam terpanjang dalam hidupnya.

Selama kurang lebih sembilan jam, ia dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik. Topiknya berat: dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilaporkan terjadi di sebuah tempat hiburan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sembilan jam bukan waktu yang singkat untuk sebuah pemeriksaan. Bagi siapa pun, itu adalah ujian kesabaran, ketenangan, dan ketahanan mental yang luar biasa.

Ketika akhirnya ia melangkah keluar dari ruang pemeriksaan, Betrand tidak manyembunyikan wajahnya. Ia justru memilih berbicara. Dengan suara yang dijaga tetap stabil meski mata tampak lelah, ia membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya. “Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Saya datang ke sini untuk menjelaskan yang sebenarnya,” ujarnya lirih kepada awak media yang menunggu sejak sore.

Malam Panjang di Ruang Pemeriksaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan berlangsung sejak siang hingga malam. Tak ada jeda panjang berarti. Penyidik menggali kronologi peristiwa, meminta klarifikasi atas sejumlah keterangan saksi, hingga mendalami detail lokasi kejadian. Betrand ditemani kuasa hukumnya yang setia berada di sisinya, sesekali menyerahkan air mineral dan memastikan kliennya tetap mendapat pendampingan.

Di balik pintu tertutup itu, suasana tentu tidak mudah. Seorang anak muda yang terbiasa disorot lampu panggung kini harus menghadapi sorotan yang jauh lebih tajam: pertanyaan penyidik yang menuntut kejujuran penuh. Namun, pria yang akrab disapa Onyo itu memilih kooperatif. Ia menjawab setiap pertanyaan dengan tenang, tanpa berusaha berkelit, kata sumber yang mengetahui jalannya pemeriksaan.

“Saya percaya proses hukum ini akan membuktikan kebenaran. Saya hanya ingin nama baik saya dan keluarga saya tidak dihancurkan oleh tuduhan yang tidak berdasar.”

Bantahan yang Disampaikan dengan Kepala Tegak

Kepada wartawan, Betrand menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Ia mengaku datang ke lokasi kejadian, tetapi membantah adanya tindak kekerasan seksual seperti yang dilaporkan. “Saya di sana, tapi tidak seperti yang dituduhkan. Saya tidak melakukan itu,” tegasnya dengan suara yang mulai bergetar.

Kuasa hukumnya menambahkan bahwa kliennya telah menjelaskan semua yang diketahui dan akan terus mengikuti proses hukum yang berlaku. “Kami menghormati penyidik. Semua pertanyaan sudah dijawab. Klien kami kooperatif sejak awal,” ujar sang pengacara, seraya meminta publik tidak menghakimi sebelum ada putusan berkekuatan hukum tetap.

Perjalanan kasus ini masih panjang. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir. Namun di luar gedung penyidik malam itu, terlihat seorang pemuda yang berusaha tegar meskipun beban di pundaknya berat. Ia masih memiliki mimpi, masih memiliki penggemar yang setia menunggu kabar, dan masih memiliki keluarga yang menjadi alasan terkuatnya untuk terus bangkit.

Ketika Nama Baik Dipertaruhkan

Kisah Betrand Peto adalah pengingat bahwa dunia hiburan tidak selalu berisi gemerlap. Di balik layar, ada perjuangan, ada air mata, dan ada harga diri yang harus dijaga. Kasus ini juga menyentuh sisi manusiawi publik: seorang anak muda yang tumbuh besar di depan mata jutaan orang, kini harus melewati ujian terberatnya.

Apa pun hasil akhir dari proses hukum ini, satu hal yang pasti: sembilan jam dan 55 pertanyaan bukan akhir dari segalanya. Itu baru awal dari perjalanan panjang mencari keadilan — bagi pelapor, maupun bagi mereka yang merasa dituduh sepihak. Dan di tengah semua itu, seorang Betrand Peto memilih berdiri, menatap kamera, dan berkata dengan sederhana: “Saya tidak melakukannya.”

Kisah ini masih akan berlanjut. Namun malam itu, di depan gedung penyidik, yang tersisa hanyalah seorang pemuda yang berusaha pulang dengan kepala tetap tegak, meski lelah merayap di seluruh tubuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User