Suasana haru dan kepanikan menyelimuti kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ketika iring-iringan ambulans hilir mudik membawa para korban selamat dari musibah kecelakaan kapal penyeberangan KMP Virgo Transport 8. Kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang melayani rute Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mengalami musibah di tengah ganasnya perairan Laut Jawa. Saat ini, puluhan penumpang yang berhasil dievakuasi telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah cuaca ekstrem. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, serta dibantu kapal-kapal nelayan lokal bekerja keras menembus gelombang tinggi demi menyelamatkan nyawa para penumpang. Sebagian besar korban tiba di daratan dalam kondisi lemas, mengalami kecemasan tinggi, serta menderita hipotermia akibat berjam-jam terapung di lautan terbuka.
Penanganan Medis Darurat di Beberapa Rumah Sakit
Guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, pihak otoritas medis Kota Banjarmasin mendistribusikan para survivor ke beberapa fasilitas kesehatan utama. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menjadi salah satu rujukan utama yang menampung pasien dengan kondisi fisik paling memprihatinkan.
Menurut data sementara yang dihimpun di lapangan, setidaknya 48 penumpang selamat telah terdata dan mendapatkan penanganan medis intensif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang dirawat di RSUD Ulin, sementara belasan korban lainnya tersebar di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh dan RS TPT Dr. R. Soeharsono Banjarmasin. Dokter dan tenaga medis disiagakan penuh untuk mengantisipasi potensi komplikasi kesehatan akibat trauma fisik maupun tenggelam (near-drowning).
Berikut merupakan sebaran awal penanganan medis korban selamat KMP Virgo Transport 8 di Kota Banjarmasin:
| Nama Rumah Sakit | Jumlah Korban | Kondisi Umum Pasien |
|---|---|---|
| RSUD Ulin Banjarmasin | 15 Orang | Trauma berat, hipotermia, 3 kritis |
| RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh | 18 Orang | Luka ringan hingga sedang, dehidrasi |
| RS TPT Dr. R. Soeharsono | 15 Orang | Stabil, perawatan pasca-trauma |
"Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan mengembalikan stabilitas fisik serta psikologis para korban," tegas salah satu perwakilan tim medis RSUD Ulin saat memberikan keterangan di area IGD.
Kesaksian Memilukan Korban Selamat
Ketegangan malam naas itu masih terekam jelas di ingatan para penumpang yang berhasil lolos dari maut. Salah seorang korban selamat, Sumarni (45), menceritakan detik-detik mencekam saat kapal mulai miring dan terombang-ambing di tengah kegelapan malam.
"Semua orang berteriak panik ketika air mulai masuk ke dek kapal. Angin sangat kencang dan ombak besar menghantam tanpa henti. Kami hanya sempat memakai jaket pelampung dan berpegangan pada apa saja sebelum akhirnya terlempar ke laut. Beruntung ada kapal bantuan yang datang," ujar Sumarni dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Kisah senada disampaikan oleh para penumpang lain yang harus bertahan di tengah dinginnya air laut selama berjam-jam. Rasa takut dan keputusasaan sempat membayangi, namun semangat untuk bertahan hidup membuat mereka mampu terus mengapung hingga tim penyelamat datang mengevakuasi.
Posko Krisis dan Pencarian Korban Lainnya
Pemerintah Daerah bersama instansi terkait telah mendirikan Posko Informasi Krisis di area Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini difungsikan untuk melayani pihak keluarga yang ingin mencari informasi pasti mengenai keberadaan kerabat mereka yang menjadi penumpang KMP Virgo Transport 8.
Sementara itu, Operasi SAR masih terus dilanjutkan secara masif di titik koordinat insiden kecelakaan. Helikopter dan kapal patroli dikerahkan untuk menyisir area perairan guna memastikan tidak ada korban lain yang masih terombang-ambing di laut. Masyarakat dan keluarga korban diimbau untuk tetap tenang dan memantau pembaruan resmi dari posko terpadu.
Comments (0)