Sorak-sorai puluhan ribu Bobotoh kembali menggema di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga perdana Super League 2026/2027 antara Persib Bandung melawan PSM Makassar resmi bergulir. Namun, di balik antusiasme tinggi yang meluap dari tribun penonton, sorotan tajam justru tertuju pada hamparan hijau di tengah arena. Rumput stadion kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut dinilai belum berada dalam kondisi ideal untuk menggelar pertandingan berintensitas tinggi.
Kondisi permukaan lapangan yang belum sepenuhnya padat membuat pergerakan bola beberapa kali mengalami gangguan. Hal ini tentu memicu keprihatinan dari kalangan pecinta sepak bola nasional, mengingat GBLA merupakan salah satu markas utama skuad Maung Bandung dalam mengarungi kompetisi musim ini.
Kondisi Lapangan Pasca-Laga Perdana
Penggunaan perdana lapangan GBLA pasca-pembenahan langsung mengekspos beberapa titik rumput yang mengelupas dan ketebalan yang belum merata. Persib Bandung yang menjamu PSM Makassar harus bermain ekstra hati-hati demi menghindari risiko cedera pemain akibat ketidakstabilan permukaan tanah.
Berdasarkan analisis teknis dari tim perawatan, proses revitalisasi rumput stadion memang membutuhkan durasi aklimatisasi dan pengakaran yang cukup panjang agar dapat mengikat sempurna dengan substrat tanah di bawahnya. "Kondisi rumput saat ini memang baru mencapai sekitar 70 hingga 80 persen dari performa optimalnya karena proses pengakaran masih terus berjalan," ungkap salah satu teknisi pengelola lapangan GBLA.
Proses Pemulihan dan Janji Target Oktober
Pihak pengelola Stadion GBLA bersama instansi terkait menegaskan bahwa fase pemeliharaan terus berjalan secara intensif tanpa henti. Pembenahan rutin mencakup penyiraman berkala, pemupukan mikro, aerasi tanah, serta pemulihan vegetasi rumput jenis Zoysia Matrella yang ditanam di arena tersebut.
"Kami terus mengupayakan pemeliharaan maksimal setiap hari di sela-sela jadwal pertandingan. Kami sangat optimistis pada bulan Oktober mendatang, kondisi rumput GBLA sudah pulih sempurna dan siap menyajikan kualitas lapangan berstandar internasional," tegas perwakilan pengelola stadion.
Berikut adalah rincian tahapan pemeliharaan rumput Stadion GBLA menuju target kondisi ideal:
- Agustus – September 2026: Pemeliharaan intensif penguatan akar, pemupukan nutrisi khusus, serta pemotongan berkala untuk merangsang kerapatan daun.
- Akhir September 2026: Evaluasi tingkat kepadatan permukaan serta penambalan mikro pada area krusial seperti kotak penalti dan garis tepi.
- Oktober 2026: Pemulihan ditargetkan mencapai 100% sempurna dengan ketahanan abrasi tinggi dan alur gulir bola yang presisi.
Perbandingan Kualitas Lapangan GBLA
Untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan revitalisasi rumput, berikut adalah tabel perbandingan kondisi lapangan saat ini dengan target yang dicanangkan:
| Indikator Lapangan | Kondisi Perdana (Agustus 2026) | Target Pemulihan (Oktober 2026) |
|---|---|---|
| Kerapatan Rumput | 75% (Belum Merata) | 100% (Padat & Rapat) |
| Kekuatan Akar | Sedang (Rentang Mengelupas) | Sangat Kuat (Tahan Abrasi) |
| Alur Gulir Bola | Kurang Stabil | Presisi & Sempurna |
Dukungan penuh dari Bobotoh dan manajemen Persib Bandung diharapkan terus mengiringi proses penyempurnaan fasilitas sports center ini. Meski harus bersabar dalam beberapa pekan ke depan, harapan agar GBLA menjadi benteng pertahanan yang tak hanya megah secara visual tetapi juga ideal secara teknis permainan terus dinantikan seluruh publik sepak bola Tanah Air.
Laga perdana Persib Bandung vs PSM Makassar mengekspos kondisi rumput GBLA yang belum maksimal. Pengelola berjanji pemulihan penuh selesai Oktober 2026. Simak ulasan selengkapnya di Beritaseputar.com!
Comments (0)