BANDUNG — Ketua DPRD Bandung Naik Sepeda ke Kantor Usai BBM Naik

Di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memicu inflasi dan membebani anggaran rumah tangga, seorang pemimpin legislatif di Kota Band

Jul 11, 2026 - 21:05
0 0
BANDUNG — Ketua DPRD Bandung Naik Sepeda ke Kantor Usai BBM Naik

Di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memicu inflasi dan membebani anggaran rumah tangga, seorang pemimpin legislatif di Kota Bandung mengambil langkah simbolis sekaligus konkret. Mohammad Aten Hawadi, Ketua DPRD Bandung, memutuskan untuk melepas mobil dinasnya dan mulai berangkat kerja menggunakan sepeda. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak krisis ekonomi, sekaligus upaya penghematan anggaran pemerintah daerah. Langkah ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan aparatur sipil negara dan masyarakat umum, mencerminkan urgensi efisiensi di seluruh lini pemerintahan.

Langkah Penghematan di Tengah Guncangan Harga Energi

Kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi yang diberlakukan pemerintah pusat pada awal September 2024 mengerek harga bahan bakar jenis Pertalite dari Rp10.000 menjadi Rp14.500 per liter, sementara Solar naik dari Rp6.800 menjadi Rp13.200 per liter. Lonjakan ini memicu efek domino terhadap biaya transportasi dan logistik, memperberat beban APBD, termasuk di Kota Bandung. Mohammad Aten Hawadi merespons situasi itu dengan instruksi internal kepada seluruh anggota dewan dan staf sekretariat untuk memangkas konsumsi bahan bakar kendaraan dinas. Namun, ia tak hanya memerintah — ia memulai dari dirinya sendiri.

Kronologi Perubahan Kebiasaan

Rangkaian peristiwa yang membawa Ketua DPRD Bandung beralih ke sepeda berlangsung dalam hitungan hari, menandai perubahan gaya kerja yang patut dicatat:

  1. Senin, 4 September 2024, pukul 07.00 WIB: Aten mengeluarkan nota dinas yang meminta pengelola kendaraan untuk membatasi penggunaan mobil dinas hanya untuk keperluan dinas mendesak. Ia juga meminta laporan harian pemakaian BBM.
  2. Rabu, 6 September 2024, pukul 16.30 WIB: Dalam rapat pimpinan, Aten menyampaikan rencana pribadinya untuk tidak lagi menggunakan mobil dinas Toyota Innova Venturer berplat merah DPRD yang biasa mengantarnya. “Anggaran negara harus kita jaga. Saya akan coba pakai sepeda,” ujarnya dikutip dari notulensi rapat.
  3. Kamis, 7 September 2024, pukul 06.30 WIB: Aten terlihat meninggalkan kediamannya di kawasan Ciumbuleuit mengayuh sepeda gunung Polygon Monarch menuju Gedung DPRD di Jalan Soekarno-Hatta. Jarak tempuh sekitar 7,8 kilometer ia tempuh dalam waktu 28 menit.
  4. Kamis, 7 September 2024, pukul 08.00 WIB: Tiba di gedung dewan, ia mengenakan kemeja batik dan langsung memimpin rapat paripurna tanpa kendala. Kepada wartawan ia mengatakan, “Mobil dinas itu konsumsi BBM-nya bisa 1 liter untuk 8 kilometer. Kalau saya sepeda, nol rupiah.”
  5. Jumat, 8 September 2024: Dua anggota dewan lainnya — dari Fraksi Gerindra dan PKS — menyusul bersepeda ke kantor, meski belum rutin. Aten mengusulkan disediakan tempat parkir sepeda khusus di area gedung DPRD.

Dampak dan Dukungan

Langkah ini diperkirakan menghemat sekitar 3–4 liter BBM per hari atau setara Rp50.000–Rp58.000 per hari untuk satu mobil dinas yang biasa digunakan Aten. Jika diakumulasi selama satu tahun kerja, penghematan mencapai lebih dari Rp13 juta hanya dari satu kendaraan. Belum lagi biaya perawatan, suku cadang, dan pengemudi. Sementara itu, Aten mendapat dukungan dari Forum Bandung Sehat dan komunitas Bike to Work. Mereka mengapresiasi sinyal bahwa pejabat publik tidak perlu selalu dikawal kendaraan mewah. Namun, beberapa pihak menyoroti aspek keamanan dan keprotokolan, mengingat posisinya sebagai pimpinan lembaga. Aten menjawab, “Keamanan saya bisa dijaga oleh ajudan dengan motor biasa. Tidak harus mobil besar.”

Efisiensi Anggaran dalam Angka

Data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandung menunjukkan alokasi belanja bahan bakar untuk DPRD tahun 2024 mencapai Rp1,2 miliar untuk 50 kendaraan dinas roda empat dan operasional. Dengan gerakan pengurangan penggunaan yang diinisiasi Aten, potensi penghematan bisa mencapai 20–30 persen dari pos tersebut, terutama jika lebih banyak anggota dewan beralih ke transportasi non-BBM atau berbagi kendaraan. Wakil Ketua DPRD, Rizal Khairul, menyatakan akan mengkaji aturan insentif bagi anggota dewan yang menggunakan kendaraan pribadi ramah lingkungan.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Unggahan foto Aten bersepeda dengan setelan jas dan sepatu pantovel tersebar luas di Instagram dan Twitter, memicu beragam respons. Warga Bandung mengunggah tagar #DewanGowes dan #BBMNaikDewanBersepeda. Banyak yang menilai tindakan ini lebih jujur dibanding sekadar imbauan tanpa contoh. Namun, warganet kritis juga mempertanyakan apakah ini hanya pencitraan sesaat. Aten menegaskan akan konsisten: “Ini bukan gimmick. Jika hujan, saya pakai jas hujan. Sepeda saya siapkan dari rumah.”

[SISTEM] Di paragraf terakhir, lampirkan 3 FAQ esensial:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User