Aug 25, 2026
Hukum

Andy Burnham, Wali Kota Wilayah Manchester Raya, tengah berada dalam sorotan tajam

Pada Jumat malam, warga di wilayah Peak District—termasuk kolumnis The Guardian Gaby Hinsliff yang tengah berkunjung ke rumah ibunya—dikejutkan oleh sirine

Andy Burnham, Wali Kota Wilayah Manchester Raya, tengah berada dalam sorotan tajam

Pada Jumat malam, warga di wilayah Peak District—termasuk kolumnis The Guardian Gaby Hinsliff yang tengah berkunjung ke rumah ibunya—dikejutkan oleh sirine peringatan darurat yang berbunyi dari ponsel di hampir setiap rumah. Pikiran pertama yang muncul adalah kebakaran. Mentari yang tak kenal ampun selama berminggu-minggu telah mengubah lembah hijau yang biasanya lembab menjadi lanskap kering berwarna pirang yang rapuh. Asap tebal terlihat membubung dari kebakaran lahan yang terus menggila sepanjang musim panas di dataran tinggi. Namun, peringatan tersebut ternyata hanya imbauan nasional agar masyarakat menahan diri dari aktivitas barbekyu. Bukan perintah evakuasi, melainkan alarm palsu yang terasa seperti cambuk sadar: bahwa bencana iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan realitas yang menghantui sekarang.

Kondisi di Peak District mencerminkan paradoks yang lebih besar dalam politik Inggris saat ini. Sementara sebagian wilayah negara ini dilalap api, para pembuat kebijakan—termasuk figur seperti Burnham—justru tampak melunak pada komitmen net zero. Argumentasi yang digunakan berkisar pada soal realitas ekonomi: menjaga industri, melindungi pekerjaan, dan menghindari beban biaya transisi energi yang dinilai terlalu memberatkan bagi kelas pekerja. Namun, bagi warga yang menyaksikan lahan bakar di kejauhan dan menerima peringatan darurat di genggaman tangan, pertukaran tersebut terasa semakin tidak masuk akal.

Analisis: Pragmatisme Politik atau Pengabdian pada Krisis?

Burnham dikenal sebagai politisi yang dekat dengan basis massa buruh dan kelas menengah. Posisinya yang mengutamakan pekerjaan di atas target iklim seringkali dibingkai sebagai kesederhanaan yang dibutuhkan politikus untuk tetap relevan di daerah-daerah industri. Akan tetapi, pengamat lingkungan menilai bahwa membingkai kebijakan iklim sebagai musuh lapangan kerja adalah narasi usang yang mengabaikan potensi ekonomi hijau. Studi berulang kali menunjukkan bahwa investasi pada energi terbarukan dan efisiensi sumber daya justru menciptakan lapangan kerja lebih banyak dalam jangka menengah hingga panjang.

Yang membuat situasi semakin genting adalah frekuensi kebakaran liar yang melonjak drastis. Dataran tinggi yang dulunya jarang mengalami kekeringan ekstrem kini menjadi sarang api hampir setiap musim panas. Biaya pemadaman, kerusakan ekosistem, dan dampak kesehatan akibat asap tidak kalah besarnya dengan biaya transisi energi yang ditakuti para politisi. Perbedaannya, biaya bencana iklim dibayar oleh seluruh lapisan masyarakat, sementara manfaat menunda aksi iklim hanya dirasakan sebagian kecil pelaku industri.

AspekPendekatan Burnham (Pragmatis)Pendekatan Aktivis Iklim
Prioritas UtamaPerlindungan lapangan kerja konvensionalTarget emisi nol bersih sesuai timeline ilmiah
Narasi EkonomiTransisi hijau terlalu mahal untuk daerah industriInvestasi hijau menciptakan lapangan kerja baru
Risiko Jangka PendekKetidakpuasan pemilih akibat biaya hidup naikKebakaran liar dan gelombang panas mematikan
Risiko Jangka PanjangDegradasi iklim yang mengancam ekonomi nasionalKerusakan ekosistem tidak dapat dipulihkan

Tabel di atas memperlihatkan jurang pemisah yang semakin lebar antara retorika politik dan urgensi ilmiah. Burnham mungkin berpikir bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan adalah pilihan politik yang aman. Namun, seperti yang dialami warga Peak District, alam tidak menunggu hasil survei elektoral. Sebuah peringatan darurat yang berbunyi di tengah malam karena risiko kebakaran adalah referendum langsung dari iklim, dan suaranya jelas: penundaan adalah kemewahan yang tidak lagi bisa ditolerir.

Kesimpulan: Taruhan Berisiko di Tengah Api

Pilihan Burnham untuk mengutamakan pekerjaan di atas keamanan iklim bukan tanpa dasar politik. Di daerah-daerah yang bergantung pada industri tradisional, kekhawatiran akan kehilangan mata pencaharian adalah hal yang sangat nyata dan valid. Namun, dengan kebakaran liar yang kini menjadi pemandangan musiman dan peringatan darurat menggema di seluruh Inggris, narasi bahwa aksi iklim harus ditunda demi ekonomi terasa semakin rapuh. Ahli kebijakan publik menyebutnya sebagai "taruhan berisiko tinggi" yang pada akhirnya akan membebani generasi mendatang dengan biaya pemulihan jauh lebih besar daripada biaya pencegahan saat ini.

Jika para pemimpin terus memilih pekerjaan jangka pendek di atas keamanan iklim jangka panjang, maka peringatan darurat di Peak District bukan lagi alarm palsu—melainkan pratinjau dari normal baru yang lebih kelam. Dan seperti yang dibuktikan oleh asap yang membubung di cakrawala, bencana tersebut tidak akan mengirimkan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum menghantam.

[SOCIAL_TWEET]: Wali Kota Manchester Andy Burnham dikritik prioritas pekerjaan di atas iklim. Di tengah kebakaran liar Peak District, apakah pragmatisme politik masih relevan? 🔥📉 #Iklim #NetZero

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User