Sep 18, 2026
Lampung

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kamera Pemantau Lampung Masih Rusak

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang pengamatan 24 jam terakhir, gun

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kamera Pemantau Lampung Masih Rusak

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang pengamatan 24 jam terakhir, gunung api aktif tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak 5 kali dalam sehari dengan melontarkan kolom abu vulkanik tebal ke udara. Namun, upaya pemantauan visual dari arah barat daya sempat terkendala akibat kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di wilayah Lampung masih mengalami kerusakan teknis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas gunung api tersebut. Kendati stasiun pemantau visual di sisi Lampung mati, tim pengamat tetap memonitor aktivitas magmatik secara intensif melalui rekaman seismik dan pos pemantau Pasauran yang berada di wilayah Banten.

Kronologi Peningkatan Aktivitas Erupsi Harian

Berdasarkan laporan resmi pos pengamatan gunung api, letusan beruntun ini terjadi dengan interval waktu yang cukup rapat. Kolom abu teramati membubung kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas sedang hingga tebal yang mengarah ke timur laut.

  1. Letusan Pertama (Dini Hari): Erupsi pembuka terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi gempa letusan sekitar 78 detik.
  2. Erupsi Susulan (Pagi Hari): Terjadi dua kali letusan berturut-turut yang memuntahkan kolom abu setinggi 500 hingga 1.000 meter di atas puncak kawah.
  3. Aktivitas Siang hingga Sore: Terjadi dua letusan lanjutan yang disertai gemuruh lemah dan tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo dominan 2–6 mm.

Kendala Stasiun CCTV Pemantau dari Lampung

Kerusakan perangkat CCTV pemantau yang ditempatkan di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, menjadi catatan teknis tersendiri dalam rangkaian peristiwa ini. Gangguan transmisi sinyal dan kerusakan perangkat keras akibat sambaran petir serta cuaca ekstrem sebelumnya membuat transmisi visual langsung dari sisi barat laut terputus.

"Kami mengandalkan data rekaman seismik digital, deformasi GPS, serta visual dari Pos Pasauran Anyer. Perbaikan stasiun transmisi CCTV di Lampung akan segera dilakukan segera setelah kondisi cuaca laut Selat Sunda memungkinkan tim teknis menyeberang," jelas perwakilan tim pemantau PVMBG.

Ringkasan Parameter Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Berikut adalah ringkasan parameter pemantauan terkini untuk melihat tingkat bahaya aktivitas vulkanik:

Parameter Data Pengamatan Status / Keterangan
Status Aktivitas Level III (Siaga) Radius bahaya diperluas
Frekuensi Letusan 5 kali sehari Intensitas letusan fluktuatif
Ketinggian Kolom Abu 500 - 1.000 meter Mengarah ke Timur Laut
Zona Larangan Radius 5 Kilometer Steril dari seluruh aktivitas

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat dan Nelayan

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan beberapa rekomendasi mendesak bagi warga maupun pelaku pelayaran:

  • Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan dilarang mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas.
  • Masyarakat di pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu tsunami yang belum terverifikasi secara ilmiah.
  • Warga yang beraktivitas di sekitar wilayah sebaran abu vulkanik disarankan selalu menyiapkan masker dan pelindung mata untuk menghindari gangguan saluran pernapasan.

Kondisi vulkanik di Selat Sunda ini terus dievaluasi secara berkala. Otoritas maritim dan instansi terkait tetap bersiaga mengantisipasi eskalasi aktivitas letusan yang lebih tinggi di hari-hari mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User