Sep 18, 2026
Lampung

Kabut Tebal Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Lampung

Operasi pencarian seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Lampung Selatan menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem. Kabut

Kabut Tebal Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Lampung

Operasi pencarian seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Lampung Selatan menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem. Kabut tebal terpantau masih menyelimuti sejumlah wilayah pesisir strategis, terutama di sepanjang koridor laut yang membentang dari Kalianda hingga ke perairan Lagundi.

Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas ini memaksa Tim SAR gabungan untuk menyesuaikan strategi penyisiran. Keberadaan kabut laut yang pekat di Selat Sunda bagian barat tersebut tidak hanya mengurangi visibilitas visual nakhoda kapal penyelamat, tetapi juga menyulitkan pemantauan udara menggunakan armada drone intai.

Kronologi dan Perkembangan Operasi SAR

Sejak laporan pertama kali diterima mengenai hilangnya kontak jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan di wilayah pesisir, operasi pencarian langsung diaktifkan dengan melibatkan berbagai unsur maritim. Berikut rangkaian perkembangan operasi di lapangan:

  1. Pukul 06.00 WIB: Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta relawan nelayan lokal bertolak dari dermaga utama Kalianda menuju titik koordinat terakhir korban terdeteksi.
  2. Pukul 08.30 WIB: Saat memasuki perairan terbuka di sekitar kawasan Lagundi, jarak pandang anjlok hingga di bawah 500 meter akibat serbuan kabut basah dan angin laut yang kencang.
  3. Pukul 11.00 WIB: Tim memutuskan untuk memperlambat laju kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) dan memaksimalkan perangkat radar navigasi serta sonar pendeteksi guna menghindari risiko tabrakan dengan karang dangkal.
"Faktor keselamatan tim rescue tetap menjadi prioritas utama. Kabut pagi hingga siang ini luar biasa tebal di perairan Kalianda menuju Lagundi. Kami harus bergerak sangat hati-hati sambil terus memindai pergerakan arus air laut," ujar salah seorang koordinator lapangan Tim SAR.

Fokus Area dan Strategi Penyisiran Lanjutan

Hingga saat ini, penyisiran difokuskan pada radius 15 hingga 20 mil laut dari garis pantai Kalianda. Daerah ini dikenal memiliki arus bawah laut yang cukup kuat, terutama saat terjadi pertemuan massa air dari arah Teluk Lampung dan Samudra Hindia.

Untuk memaksimalkan pencarian di tengah keterbatasan cuaca, tim gabungan telah menyusun langkah teknis sebagai berikut:

  • Penyisiran Jalur Pesisir: Mengerahkan tim darat untuk memantau tepian pantai berbatu dan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di sekitar Lagundi.
  • Koordinasi Radio Komunikasi Maritim: Meminta seluruh kapal nelayan, kapal kargo, dan feri penyeberangan Bakauheni–Merak untuk melapor jika menemukan tanda-tanda atau objek mencurigakan di laut.
  • Pemanfaatan Thermal Camera: Menyiapkan kamera sensor panas begitu kabut sedikit terangkat untuk mendeteksi anomali suhu di permukaan air.

Pihak keluarga dan rekan sejawat jurnalis masih terus menanti dengan cemas di posko darurat pelabuhan. Mereka berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses pencarian dapat dilakukan secara optimal sebelum gelombang laut meninggi menjelang petang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User