Warga Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, sempat dihebohkan oleh peristiwa yang cukup memilukan. Sebuah balutan kain berisi sosok mungil bayi perempuan ditemukan tergeletak tanpa dosa, diduga sengaja ditinggalkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, babak baru penanganan kasus ini mendadak menyedot perhatian publik setelah nama seorang wakil rakyat ikut terseret ke dalam ruang pemeriksaan pihak kepolisian.
Penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Timur resmi memanggil dan meminta keterangan dari seorang anggota DPRD Lampung Timur berinisial SS. Langkah hukum ini diambil penyidik demi menggali informasi lebih mendalam guna mengurai benang kusut peristiwa pembuangan bayi yang memicu keprihatinan masyarakat luas tersebut.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, IPTU Muhammad Iksir, mengonfirmasi secara langsung bahwasanya anggota legislatif tersebut memang telah memenuhi panggilan dan mendatangi markas kepolisian pada Selasa (15/9/2026) untuk menjalani proses pemeriksaan.
"Iya benar, yang bersangkutan dimintai keterangan terkait penemuan bayi di Sukadana," ujar IPTU Muhammad Iksir saat memberikan keterangannya kepada awak media pada Rabu (16/9/2026).
Misteri Penemuan Bayi Malang di Terbanggi Marga
Kasus penemuan bayi ini tak hanya memicu simpati mendalam dari warga sekitar, tetapi juga gelombang kecaman publik. Bagaimana tidak, seorang bayi perempuan yang masih sangat suci dan tak berdaya justru dibuang begitu saja di pemukiman warga Desa Terbanggi Marga. Beruntung, keberadaan bayi cepat disadari oleh warga lokal sehingga pertolongan medis pertama dapat segera diberikan. "Tentu tindakan menelantarkan bayi ini sangat tidak manusiawi dan melukai rasa kemanusiaan kita," bisik salah seorang warga yang ikut prihatin atas nasib si kecil.
Meski pemeriksaan terhadap oknum anggota dewan berinisial SS menjadi topik hangat yang diperbincangkan di tengah masyarakat, pihak kepolisian menegaskan bahwa status yang bersangkutan saat ini masih sebatas saksi. Penyidik belum membeberkan secara detail mengenai materi pertanyaan maupun alasan spesifik yang menghubungkan SS dengan tempat kejadian perkara maupun peristiwa penemuan bayi tersebut.
Penyidikan Maraton: Lebih dari 10 Saksi Dipanggil
Demi mengungkap tabir gelap di balik kasus ini, Satreskrim Polres Lampung Timur terus bekerja ekstra keras. Penyidik Unit PPA berupaya mengumpulkan potongan puzzle informasi agar sosok pelaku yang tega membuang bayi tersebut dapat segera teridentifikasi. Hingga pertengahan September 2026, polisi tercatat telah memeriksa lebih dari 10 orang saksi dari berbagai latar belakang secara maraton.
Berikut adalah ringkasan fakta dan perkembangan penyelidikan kasus penemuan bayi di Sukadana:
| Parameter Kasus | Keterangan Resmi Kepolisian |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana |
| Jenis Kelamin Bayi | Perempuan |
| Jumlah Saksi Diperiksa | Lebih dari 10 orang |
| Status Anggota DPRD (SS) | Saksi / Dimintai Keterangan |
| Petunjuk Pelaku Utama | Masih dalam penelusuran (Belum ada petunjuk pasti) |
Kendati pemeriksaan saksi telah dilakukan secara intensif, kepolisian mengonfirmasi bahwa penyidik masih memerlukan bukti petunjuk yang lebih solid. Hal ini penting untuk mengarah pada penetapan tersangka utama dalam perkara yang tergolong tindak pidana penelantaran anak tersebut.
"Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Saksi yang telah diambil keterangan lebih dari 10 orang. Sampai saat ini kami belum memperoleh petunjuk pasti yang mengarah kepada sosok pelaku," tegas IPTU Muhammad Iksir.
Menanti Pengungkapan Tabir Kebenaran
Keterlibatan figur publik seperti anggota DPRD dalam pusaran pemeriksaan polisi tentu memantik sorotan tajam warga Lampung Timur. Masyarakat berharap jajaran kepolisian dapat bertindak secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu dalam mengusut tuntas siapa dalang di balik pembuangan bayi Malang ini.
Kini publik menantikan langkah kepolisian selanjutnya. Apakah pemeriksaan terhadap sang wakil rakyat akan membawa titik terang baru, atau justru ada fakta lain yang masih tersimpan rapi? Proses penyelidikan yang tengah berjalan di Polres Lampung Timur diharapkan segera membuahkan hasil demi keadilan bagi sang bayi.
Comments (0)