Sep 19, 2026
Hukum

WHO Desak Penguatan Investasi Kesehatan untuk Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan global kembali menegaskan pentingnya komitmen pendanaan berkelanjut

WHO Desak Penguatan Investasi Kesehatan untuk Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan global kembali menegaskan pentingnya komitmen pendanaan berkelanjutan guna menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat fasilitas layanan primer di berbagai negara berkembang masih menghadapi kendala fasilitas, tenaga medis terampil, dan aksesibilitas.

Perwakilan WHO di Nigeria, Pavel Ursu, menyatakan bahwa pemberian stimulus atau insentif bagi keluarga dapat menjadi daya tarik efektif agar masyarakat mau memanfaatkan fasilitas persalinan resmi. Namun, peningkatan kunjungan ke klinik atau rumah sakit tidak akan berdampak maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan standar mutu penanganan klinis secara konsisten.

"Insentif memang berpotensi mendorong keluarga untuk mencari layanan esensial bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, tetapi peningkatan jumlah kunjungan tersebut mutlak harus diimbangi dengan kualitas perawatan yang memadai," tegas Pavel Ursu.

Urgensi Peningkatan Mutu dan Akses Layanan Medis

Kematian maternal dan neonatal sering kali dipicu oleh komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah, seperti pendarahan pascamelahirkan, infeksi, preeklamsia, hingga asfiksia pada bayi. Upaya penurunan angka kematian ini membutuhkan perombakan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari edukasi kehamilan, ketersediaan obat-obatan esensial, hingga kesiapan fasilitas rujukan gawat darurat.

Pemerintah dan lembaga donor internasional kini didorong untuk tidak sekadar membiayai program jangka pendek, melainkan menaruh perhatian besar pada penguatan sistem kesehatan jangka panjang. Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) harus memiliki pasokan listrik stabil, air bersih, alat sterilisasi, serta tenaga bidan dan dokter yang terlatih menangani kegawatdaruratan obstetri.

Tahapan Strategis Penurunan Kematian Ibu dan Anak

Guna mencapai target penurunan angka kematian secara signifikan, para pakar merumuskan sejumlah langkah kronologis dan terukur yang harus diimplementasikan oleh pembuat kebijakan:

  1. Pemetaan Wilayah Rawan dan Identifikasi Kebutuhan: Melakukan audit komprehensif terhadap daerah dengan rasio kematian ibu dan bayi tertinggi untuk menentukan alokasi sumber daya yang tepat sasaran.
  2. Pemberian Insentif dan Jaminan Layanan Gratis: Menerapkan skema bantuan biaya transportasi, suplemen nutrisi, dan pembebasan biaya persalinan guna menghapus hambatan finansial bagi keluarga kurang mampu.
  3. Revitalisasi Fasilitas Persalinan Primer: Melengkapi puskesmas dan klinik desa dengan peralatan medis standar, persediaan darah yang aman, serta obat-obatan penyelamat jiwa (uterotonika dan antibiotik).
  4. Pelatihan Berkelanjutan Tenaga Medis: Memberikan sertifikasi dan pelatihan rutin bagi bidan serta perawat desa terkait manajemen persalinan berisiko tinggi dan resusitasi neonatus.
  5. Pemantauan dan Evaluasi Kualitas Perawatan: Mengembangkan sistem pelaporan digital real-time untuk memantau keselamatan pasien dan mengevaluasi setiap insiden medis secara transparan.

Tantangan di Lapangan dan Solusi Berkelanjutan

Kendati strategi telah dirancang, tantangan struktural seperti minimnya anggaran publik, disparitas geografis, serta keterbatasan pasokan logistik medis masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sinergi antara sektor publik, swasta, dan organisasi non-pemerintah sangat dibutuhkan untuk menutup celah pembiayaan.

Dengan memadukan dorongan finansial bagi masyarakat dan jaminan standar medis berkelas, angka mortalitas ibu melahirkan serta bayi baru lahir diharapkan dapat ditekan secara dramatis dalam beberapa tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User