Aug 28, 2026
Nasional

Warga Jakarta Beragam Tanggapi Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR

Jakarta — Ribuan massa diperkirakan memadati kawasan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 27 Agustus 2026, dalam aksi unjuk rasa yang dire

Warga Jakarta Beragam Tanggapi Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR

Jakarta — Ribuan massa diperkirakan memadati kawasan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 27 Agustus 2026, dalam aksi unjuk rasa yang direncanakan sejumlah elemen masyarakat. Menjelang aksi tersebut, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya telah menyiapkan pengamanan berlapis guna memastikan jalannya demonstrasi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas publik.

Berbagai tanggapan pun bermunculan dari warga Ibu Kota. Sebagian mengaku khawatir terhadap potensi kemacetan dan gangguan aktivitas sehari-hari, namun sebagian lainnya menilai aksi unjuk rasa merupakan bagian dari hak demokrasi yang dilindungi undang-undang.

Suara Warga: Antara Kekhawatiran dan Dukungan

Di sekitar kawasan Senayan dan Tanah Abang, sejumlah warga menyampaikan pandangannya kepada awak media. Rina (34), seorang karyawati swasta, mengaku resah lantaran aksi kerap berdampak langsung pada mobilitasnya menuju kantor.

"Saya khawatir macetnya parah seperti aksi-aksi sebelumnya. Kantor saya berada di sekitar Sudirman, jadi hampir pasti terkena dampaknya. Semoga polisi bisa mengatur lalu lintas dengan baik," ujar Rina, Rabu (26/8).

Senada dengan Rina, Bambang (45), pengemudi ojek online, berharap aksi tidak berlangsung hingga larut malam. Ia mengaku pendapatannya bisa anjlok drastis ketika terjadi penutupan jalan di sekitar kompleks parlemen.

"Kalau jalan ditutup, penumpang banyak yang cancel. Pendapatan saya bisa turun separuh lebih. Saya tidak menolak demo, hanya berharap ada jalur khusus yang tetap bisa dilalui," tutur Bambang.

Namun, tidak semua warga menilai aksi secara negatif. Andi (28), mahasiswa semester akhir, justru menyebut demonstrasi sebagai mekanisme kontrol sosial yang sah selama berlangsung damai dan tertib.

"Ini kan bagian dari demokrasi. Yang penting tidak anarkis dan tetap menjaga ketertiban umum. Justru kalau ada persoalan, warga berhak menyuarakannya secara terbuka," kata Andi.

Pengamanan Berlapis oleh TNI-Polri

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya telah menyiagakan ratusan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP untuk mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dilakukan dengan skema pengalihan arus lalu lintas, pembatasan area, serta pengawalan ketat terhadap massa aksi sejak pukul 06.00 WIB.

  • Rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, dan Bundaran Senayan
  • Personel gabungan ditempatkan di titik-titik strategis sejak dini hari
  • Penyediaan jalur khusus bagi warga yang hendak melintasi kawasan parlemen
  • Tim negosiator disiapkan untuk berdialog dengan koordinator aksi di lapangan
  • Pengamanan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi penyusupan provokator

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa aparat akan bertindak persuasif dan humanis selama aksi berjalan tertib. Namun, tindakan tegas terukur akan diberlakukan apabila ditemukan provokasi, perusakan fasilitas umum, atau pelanggaran hukum lainnya.

Pesan untuk Massa Aksi dan Pengguna Jalan

Pihak kepolisian mengimbau para peserta aksi untuk tetap mengedepankan azas damai, tidak membawa benda tajam maupun atribut yang provokatif, serta menghormati hak pengguna jalan lain. Warga yang tidak terlibat aksi juga diminta menghindari kawasan Senayan pada puncak kegiatan guna mengantisipasi kemacetan berkepanjangan.

"Kami harap semua pihak menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Demonstrasi boleh, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat banyak," pesan seorang perwira menengah Polda Metro Jaya kepada wartawan.

Ia menambahkan, aparat telah berkoordinasi dengan pengurus masjid dan pengelola gedung di sekitar lokasi agar aktivitas ibadah dan perkantoran tetap berjalan normal. Evakuasi ambulans dan kendaraan darurat juga menjadi prioritas dalam skema pengamanan kali ini.

Harapan di Tengah Aksi

Di sisi lain, sejumlah warga berharap aksi berlangsung singkat dan berakhir damai. Mereka ingin aspirasi tetap tersampaikan tanpa mengorbankan kenyamanan publik. Sebagian lainnya berharap pemerintah dan DPR merespons tuntutan massa secara serius, sehingga demonstrasi tidak berulang di masa mendatang.

Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat. Perkembangan situasi akan terus kami pantau dan disampaikan kepada pembaca melalui kanal Beritaseputar.com.

[SOCIAL_TWEET]: Warga Jakarta terbelah: khawatir macet vs dukung demokrasi. Aksi demo 27 Agustus di depan Gedung DPR diamankan berlapis Polda Metro Jaya & Kodam Jaya. Bagaimana tanggapanmu? #Demo27Agustus #Jakarta #DPR[SOCIAL_TG]: 🔴 AKSI 27 AGUSTUS: Polda Metro Jaya & Kodam Jaya siapkan pengamanan berlapis di depan Gedung DPR. Warga beragam tanggapan — khawatir macet, ada pula yang dukung sebagai hak demokrasi. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com 👉

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User