Suasana religius mulai terasa di berbagai penjuru negeri jelang datangnya bulan Rabiul Awal. Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga umat Islam di seluruh dunia rutin memperingatinya melalui serangkaian kegiatan keagamaan yang sarat nuansa spiritual, mulai dari pengajian besar hingga pembacaan Al-Quran secara berjamaah.
Makna Bulan Rabiul Awal dalam Penanggalan Hijriah
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga setelah Muharram dan Safar dalam penanggalan Hijriah. Berbeda dengan dua bulan sebelumnya yang kerap diasosiasikan dengan kesabaran dan ujian, Rabiul Awal justru identik dengan rasa syukur karena pada bulan inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal menurut riwayat yang paling banyak dirujuk ulama.
Karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan, tanggal peringatan maulid akan terus bergeser sekitar 10 sampai 11 hari lebih awal setiap tahun apabila dibandingkan dengan penanggalan Masehi. Kehadiran Nabi Muhammad SAW sendiri dipandang sebagai rahmat bagi semesta alam, sehingga momen ini menjadi pengingat sekaligus momentum untuk memperbesar kecintaan kepada Rasulullah.
"Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang tepat untuk memperbarui semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, mulai dari kejujuran, kelembutan, hingga kepedulian terhadap sesama," ungkap seorang pengasuh pesantren saat menjelaskan makna maulid.
Tradisi Pembacaan Al-Quran dan Surat Al-Ikhlas
Salah satu tradisi yang paling banyak dilakukan dalam menyambut bulan ini adalah membacakan Al-Quran, baik secara individu maupun berjamaah. Majelis taklim, sekolah Islam, hingga rumah-rumah warga biasanya menggelar pengajian khusus yang dibuka dengan tilawah dan diakhiri dengan doa bersama.
Di antara surat yang kerap dibacakan adalah Surat Al-Ikhlas, surat ke-112 dalam Al-Quran yang berisi pokok ajaran tauhid atau keesaan Allah SWT. Meskipun hanya terdiri atas empat ayat, surat ini memiliki kedudukan istimewa karena dalam sejumlah riwayat disebutkan pahala bacanya setara dengan sepertiga bagian Al-Quran. Berikut bacaan latin beserta artinya:
- Ayat 1: Qul huwallāhu aḥad — Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa."
- Ayat 2: Allāhuṣ-ṣamad — Allah tempat bergantung segala sesuatu.
- Ayat 3: Lam yalid wa lam yūlad — Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
- Ayat 4: Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad — Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
Rangkaian Kegiatan Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi di Indonesia umumnya berlangsung meriah namun tetap khidmat. Secara kronologis, urutan kegiatan yang biasa dilaksanakan antara lain:
- Pengajian besar dan tabligh akbar yang dihadiri ulama serta tokoh masyarakat;
- Pembacaan kitab Barzanji, Maulid Diba', atau Simthud Durar secara berjamaah;
- Lomba tilawah, hafalan hadits, dan adzan antarpelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah;
- Pawai obor serta arak-arakan anak-anak madrasah di sejumlah daerah;
- Pembagian santunan kepada anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa sebagai wujud sosial.
Momentum Penguatan Tauhid dan Keteladanan
Para ulama menekankan bahwa esensi peringatan maulid bukan sekadar perayaan, melainkan penguatan iman dan amal. Pembacaan Surat Al-Ikhlas dalam berbagai majelis diyakini bukan tanpa alasan, sebab surat tersebut merangkum hakikat tauhid yang menjadi inti dakwah Rasulullah selama 23 tahun di Makkah dan Madinah.
Dengan demikian, kombinasi antara perayaan maulid dan pembacaan Al-Quran dipandang sebagai bentuk syukur sekaligus refleksi. Umat Islam diajak tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga menerapkan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Seiring maraknya konten keagamaan di media sosial, sejumlah pengurus masjid mulai menggandeng kreator digital untuk menyebarluaskan bacaan latin dan arti surat-surat pendek, termasuk Al-Ikhlas, agar mudah diakses generasi muda. Langkah ini dinilai efektif menjaga regenerasi cinta kepada Al-Quran dan Sunnah di tengah derasnya arus informasi zaman kini.
[SOCIAL_TWEET]: Bulan Rabiul Awal telah tiba 🌙 Umat Islam menyambut Maulid Nabi dengan perbanyak selawat dan bacaan Al-Quran, termasuk Surat Al-Ikhlas yang merangkum inti tauhid. #MaulidNabi #RabiulAwal[SOCIAL_TG]: 📢 RABIUL AWAL TIBA — Umat Islam memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi ditandai dengan pengajian besar, pembacaan kitab maulid, hingga lomba tilawah. Surat Al-Ikhlas (QS 112) kerap dibacakan karena merangkum inti ajaran tauhid. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com!
Comments (0)