Sep 18, 2026
Jawa Tengah

SEMARANG — Warga Ramai-Ramai Minta Masuk Desil Rendah Demi Bansos

Fenomena menarik tengah terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi kantor kelurahan hingga Dinas Sosial setempat d

SEMARANG — Warga Ramai-Ramai Minta Masuk Desil Rendah Demi Bansos

Fenomena menarik tengah terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi kantor kelurahan hingga Dinas Sosial setempat demi mengajukan penyesuaian status ekonomi keluarga. Mereka berharap data kependudukan mereka bisa masuk ke dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar memenuhi syarat penerima Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.

Kondisi ekonomi pascapandemi serta kenaikan harga kebutuhan pokok dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya animo masyarakat. Bagi sebagian warga, masuk dalam pemeringkatan desil bawah menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kronologi Meningkatnya Permohonan Perubahan Data Desil

Gelombang permohonan pemutakhiran data kesejahteraan sosial di Semarang terpantau mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir melalui sejumlah tahapan:

  1. Pemeriksaan Mandiri oleh Warga: Masyarakat mulai menyadari status kepesertaan bansos mereka terhenti setelah mengecek status desil yang berada di atas Desil 4 (kategori menengah ke atas).
  2. Pengajuan Permohonan di Tingkat Kelurahan: Warga mendatangi kantor kelurahan masing-masing untuk mendaftarkan sanggahan atau permohonan pemutakhiran data secara kolektif melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
  3. Proses Musyawarah Kelurahan (Muskel): Pihak kelurahan menggelar verifikasi awal guna menyaring usulan warga yang benar-benar layak sebelum diteruskan ke dinas terkait.
  4. Verifikasi dan Validasi Faktual: Tim verifikator Dinas Sosial diterjunkan ke lapangan guna memastikan kecocokan antara kondisi rumah tangga pemohon dengan data yang dilaporkan.
"Kami mencatat banyak warga yang merasa kondisi ekonominya menurun, sehingga mereka mengajukan sanggahan data desil. Namun, penetapan status desil sepenuhnya berbasis parameter objektif dan verifikasi lapangan ketat," jelas perwakilan dinas setempat.

Memahami Kategori Desil 1 hingga 4

Pemerintah membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 desil. Kelompok yang berhak mendapatkan bantuan sosial bersyarat umumnya difokuskan pada empat desil terbawah:

  • Desil 1 (Sangat Miskin): Kelompok 10 persen rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional yang menjadi prioritas utama seluruh program bansos.
  • Desil 2 (Miskin): Rumah tangga pada persentil 11–20 persen yang mengalami keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar pangan dan papan.
  • Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok persentil 21–30 persen yang berada di batas garis kemiskinan dan rentan jatuh miskin jika terjadi guncangan ekonomi.
  • Desil 4 (Rentan Miskin): Rumah tangga persentil 31–40 persen yang masih berhak mengakses sejumlah subsidi tertentu, seperti bantuan iuran kesehatan dan pendidikan.

Dinas Sosial Ingatkan Kejujuran Data

Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk bersikap jujur dan transparan saat mengisi formulir pendataan. Petugas menegaskan bahwa pemalsuan kondisi ekonomi atau rekayasa data kepemilikan aset dapat berakibat pada pencoretan permanen dari daftar usulan bansos. Verifikasi berkala terus dilakukan secara digital dan faktual agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User