Daya pikat Pulau Dewata bagi para pelancong global tampaknya belum memudar. Sepanjang Agustus 2026, arus kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan angka yang solid, di mana turis asal Australia kembali mengukuhkan posisinya sebagai kontributor nomor satu.
Berdasarkan data resmi dari Bali Tourism Board (BTB), total kedatangan wisman pada periode tersebut menembus angka 706.796 orang. Dari angka kumulatif tersebut, wisatawan asal Negeri Kanguru menyumbang porsi paling signifikan dengan total 165.841 kedatangan atau setara dengan 23,46 persen dari keseluruhan kunjungan turis asing.
Tren Kunjungan Wisman dari Tahun ke Tahun
Pergerakan kedatangan wisman ke Bali menunjukkan stabilitas pasar internasional yang terjaga, dengan catatan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya:
- Agustus 2025: Pintu masuk TPI Ngurah Rai mencatat sebanyak 703.030 kedatangan wisman, dengan kontribusi Australia sebanyak 150.298 orang.
- Agustus 2026: Total wisman naik tipis 0,54 persen secara tahunan (YoY) menjadi 706.796 orang (bertambah 3.766 wisman). Pada saat yang sama, kedatangan turis Australia melesat tumbuh 10,3 persen menjadi 165.841 orang.
Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menegaskan bahwa Australia masih menjadi tulang punggung utama ekosistem pariwisata Bali hingga saat ini.
"Australia masih mendominasi dengan 23,46 persen dari total kedatangan. Pasar ini menunjukkan loyalitas dan pertumbuhan yang sangat kuat ke Bali," ungkap pria yang akrab disapa Gus Agung tersebut.
Daftar Pasar Utama dan Dinamika Lonjakan Wisman
Selain Australia, posisi kedua ditempati oleh Tiongkok dengan torehan 59.793 kedatangan, tumbuh 5,6 persen dibandingkan capaian Agustus 2025 yang berada di angka 56.636 orang. Kehadiran turis dari benua Eropa dan Asia lainnya turut melengkapi komposisi 10 besar pasar penyumbang wisman ke Pulau Dewata:
- Prancis: 42.896 orang
- India: 36.024 orang
- Inggris: 33.732 orang
- Korea Selatan: 29.531 orang
- Jepang: 29.451 orang
- Jerman: 25.360 orang
- Italia: 25.313 orang
- Amerika Serikat: 23.965 orang
Menariknya, lonjakan pertumbuhan persentase tahunan tertinggi di luar pasar utama justru diraih oleh Rusia yang melonjak tajam hingga 31,97 persen dengan total 20.303 kedatangan. Tren peningkatan signifikan juga dicatatkan oleh Turki dengan pertumbuhan 29,29 persen mencapai 6.757 kunjungan.
Meski demikian, sejumlah negara pasar tradisional justru mengalami koreksi jumlah kunjungan. Penurunan tercatat pada wisatawan asal Korea Selatan yang terkoreksi 17,21 persen, Belanda turun 13,69 persen, Italia menyusut 13,58 persen, serta India yang tergelincir 12,12 persen dibandingkan periode Agustus tahun lalu.
Comments (0)