Sep 19, 2026
Nasional

Tim SAR Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Suasana haru dan khidmat menyelimuti dermaga pelabuhan saat lantunan suara azan berkumandang ke udara lepas perairan Banten. Doa bersama dan gema takbir di

Tim SAR Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Suasana haru dan khidmat menyelimuti dermaga pelabuhan saat lantunan suara azan berkumandang ke udara lepas perairan Banten. Doa bersama dan gema takbir dipanjatkan oleh puluhan personel relawan sebelum armada penyelamat bertolak membelah ombak. Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan resmi melipatgandakan kekuatan untuk melacak keberadaan lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan ratusan personel lintas instansi, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga perkumpulan nelayan tradisional setempat. Semua elemen bergerak serempak demi menemukan petunjuk sekecil apa pun dari kapal yang dilaporkan hilang sejak awal pekan tersebut.

Kronologi dan Perkembangan Operasi Pencarian

Peristiwa hilangnya rombongan jurnalis ini bermula dari agenda peliputan khusus di kawasan kepulauan sekitar Selat Sunda. Berikut rekam jejak operasi pencarian hingga memasuki fase krusial:

  1. Hari Pertama: Laporan kapal hilang kontak diterima otoritas pelabuhan setelah cuaca buruk dan gelombang pasang mendadak menerjang jalur pelayaran.
  2. Hari Kedua: Tim awal SAR Banten mulai menyisir koordinat terakhir sinyal kapal (last known position), namun terhambat visibility rendah dan ombak mencapai 2,5 meter.
  3. Hari Ketiga: Pengerahan armada besar-besaran, perluasan radius pencarian hingga ke pulau-pulau terluar, serta pelibatan armada kapal perang TNI AL.

Pengerahan 11 Armada dan Dukungan TNI AL

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyia-nyiakan golden time operasi penyelamatan maritim. Sinergi antar-matra diperkuat dengan mengerahkan armada laut berteknologi sonar dan pemantauan udara.

"Ada 11 kapal yang kami terjunkan pada hari ketiga ini, termasuk dukungan armada patroli dari TNI AL dan kapal patroli Polairud. Kami memperluas sektor penyisiran ke arah barat daya dan pulau-pulau karang," ujar Al Amrad saat memimpin apel persiapan di posko darurat.

Fokus operasi hari ini tidak hanya bertumpu pada kapal patroli utama, melainkan juga memanfaatkan kelincahan perahu cepat dan perahu nelayan lokal:

  • Armada Utama: 11 unit kapal patroli (RIB, KN SAR, KAL TNI AL, dan Kapal Polairud).
  • Unsur Bantuan: Puluhan perahu nelayan tradisional yang menyisir jalur perairan dangkal dan muara sungai.
  • Peralatan Khusus: Perangkat pendeteksi sonar bawah air (underwater search device) serta drone pemantau visual jarak jauh.

Kendala Arus Bawah Laut dan Harapan Keluarga

Kondisi hidrografi Selat Sunda memang terkenal ekstrem dengan arus bawah laut yang sangat kuat serta palung-palung terjal di sekitar gugusan Gunung Anak Krakatau. Al Amrad menambahkan, jika situasi cuaca memungkinkan, relawan pesisir dan masyarakat nelayan akan terus dirangkul untuk mempercepat proses evakuasi.

Pihak keluarga para korban dan komunitas pers nasional terus menanti kabar baik dari posko induk. Doa terus mengalir agar kelima rekan media dan tiga awak kapal yang bertugas dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User