Suasana haru dan penuh harap menyelimuti Posko Utama SAR Gabungan di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9). Sejumlah keluarga korban tampak setia menunggu kepastian kabar dari sanak saudara mereka yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak awal pekan ini.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan sebuah kapal yang mengangkut delapan orang penumpang, yang terdiri dari lima orang jurnalis dan tiga orang kru kapal termasuk pemandu lokal. Hingga hari keempat pencarian, operasi penyelamatan gabungan terus diperluas demi menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat.
Isak Tangis dan Harapan Keluarga di Posko SAR
Di antara keluarga yang bertahan di posko darurat, sosok Evi menjadi perhatian. Duduk didampingi anak serta kerabat dekatnya, wanita tersebut tak henti-hentinya menatap layar ponsel, berharap ada dering telepon atau pesan masuk yang mengabarkan keberadaan sang suami tercinta, Heriyanto, yang bertugas sebagai pemandu (guide) perjalanan laut tersebut.
"Mama tahu Ayah kuat, Ayah pasti bisa bertahan dan segera pulang ke rumah," tutur Evi lirih sembari memeluk buah hatinya di tenda penampungan posko pencarian.
Evi menuturkan bahwa komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Senin (7/9) sore. Saat itu, Heriyanto sempat mengabarkan kondisi perjalanan laut sebelum akhirnya jaringan seluler terputus total dan tidak bisa dihubungi lagi hingga saat ini.
Kronologi Hilangnya Kapal Rombongan Jurnalis
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim operasi pencarian, berikut adalah urutan peristiwa hilangnya kapal motor tersebut di perairan Selat Sunda:
- Senin (7/9) Siang: Kapal motor bertolak membawa lima orang jurnalis media nasional dan tiga awak kapal untuk keperluan peliputan serta ekspedisi di sekitar gugusan pulau Selat Sunda.
- Senin (7/9) Sore: Awak kapal dan penumpang melakukan komunikasi terakhir dengan pihak keluarga dan pos darat sebelum cuaca buruk dilaporkan melanda kawasan perairan.
- Selasa (8/9): Pihak keluarga dan kantor media melaporkan hilangnya kontak kapal setelah armada tidak kunjung tiba di dermaga tujuan sesuai jadwal.
- Rabu (9/9) - Kamis (10/9): Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten mendirikan Posko Utama di Pandeglang dan meluncurkan armada pencarian terpadu dari jalur laut dan pemantauan udara.
Fokus dan Kendala Operasi Pencarian
Tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Banten, dan relawan lokal terus menyisir koordinat terakhir sinyal kapal terdeteksi. Namun, kondisi alam di perairan Selat Sunda memberikan tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan.
- Kondisi Gelombang: Ketinggian ombak dan arus bawah laut yang cukup kuat membatasi ruang gerak perahu karet penyelamat.
- Jarak Pandang: Kabut tebal dan cuaca yang cepat berubah di tengah laut mempengaruhi visibilitas tim pemantau.
- Peluasan Wilayah: Titik pencarian kini diperluas mencakup radius puluhan mil laut ke arah barat daya dan perairan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Pihak berwenang memastikan bahwa operasi pencarian akan dimaksimalkan selama sepekan sesuai protokol baku operasi SAR. Doa dan dukungan dari berbagai pihak terus mengalir bagi keselamatan seluruh jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian.
Comments (0)