Aug 25, 2026
entertainment

The Odyssey Pecahkan Rekor: Layarnya di China 8 Kali Total Bioskop Indonesia

Pukul delapan pagi, di sebuah kompleks bioskop di jantung kota Beijing, layar raksasa setinggi hampir tiga lantai perlahan menyala. Penonton yang sudah mengantre sejak subuh bergegas menempati kursi m...

The Odyssey Pecahkan Rekor: Layarnya di China 8 Kali Total Bioskop Indonesia

Pukul delapan pagi, di sebuah kompleks bioskop di jantung kota Beijing, layar raksasa setinggi hampir tiga lantai perlahan menyala. Penonton yang sudah mengantre sejak subuh bergegas menempati kursi masing-masing. Di layar itu, dunia epik The Odyssey akhirnya membuka gerbangnya bagi penonton China. Hari ini, film yang telah lama dinanti itu resmi tayang — dan bukan sekadar tayang. Ia hadir dengan panggung yang nyaris mustahil dibayangkan besarnya, mengubah hari biasa menjadi peristiwa yang dirasakan jutaan orang.

Skala perilisannya langsung menjadi topik hangat di kalangan pengamat industri film. Jumlah layar yang disiapkan untuk pemutaran The Odyssey pada hari pertama ini dilaporkan setara delapan kali lipat total seluruh layar bioskop di Indonesia. Artinya, bila seluruh gedung bioskop dari Sabang hingga Merauke digabungkan, angkanya masih harus dikalikan delapan untuk mendekati panggung yang dialokasikan bagi satu film saja di negeri tirai bambu itu.

Panggung Raksasa untuk Kisah yang Lama Dinanti

Bukan tanpa alasan pihak distributor menyiapkan panggung sebesar itu. The Odyssey bukan sekadar tontonan biasa; ia adalah perjalanan sinematik yang dibangun selama bertahun-tahun, dengan ambisi visual yang menuntut layar selebar dan sejemih mungkin. Format layar lebar, suara menggelegar, hingga detail visual yang rumit menjadi daya tarik utama yang membuat penonton rela datang jauh-jauh ke bioskop. Di sejumlah kota, tiket pemutaran perdana dikabarkan ludes hanya dalam hitungan jam setelah dibuka.

Seorang penonton di Shanghai yang mengaku sudah menunggu sejak pengumuman pertama film itu bercerita dengan mata berbinar. “Ini bukan sekadar menonton film, ini seperti ikut berlayar bersama ceritanya,” ujarnya. “Saya sengaja mengambil cuti sehari hanya agar bisa duduk di barisan tengah ruang IMAX.” Momen-momen kecil semacam itu tersebar di seluruh negeri, dari pelajar yang menabung demi tiket, hingga orang tua yang mengajak anak-anak mereka menyaksikan pengalaman pertama di layar raksasa.

Delapan Kali Lipat, Ukuran yang Sulit Dibayangkan

Angka delapan kali lipat itu mungkin terdengar abstrak. Tapi coba bayangkan: di Indonesia, jumlah layar bioskop yang tersebar di ratusan kota masih terus bertumbuh, dan setiap layar baru selalu disambut antusiasme penonton. Kini bayangkan seluruh layar itu dikalikan delapan — hanya untuk satu judul film, hanya untuk satu hari penayangan. Itulah skala yang terjadi di China hari ini. Angka tersebut sekaligus menunjukkan betapa dahsyatnya infrastruktur perfilman China yang telah tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir.

Bagi industri film global, peristiwa ini menjadi penanda penting. China selama ini dikenal sebagai salah satu pasar film terbesar di dunia, dan cara sebuah film diperlakukan di sana sering kali menentukan jalannya distribusi internasional. Keputusan memberikan panggung sebesar ini menunjukkan keyakinan penuh pada daya tarik The Odyssey — sekaligus menjadi ujian apakah antusiasme penonton sebanding dengan skala yang disiapkan.

Harapan di Balik Layar Raksasa

Di balik angka-angka besar itu, ada kisah yang lebih sederhana: orang-orang yang ingin terhanyut dalam cerita. Seorang penjaga bioskop di Guangzhou bercerita bahwa ia tak pernah melihat antrean sepanjang ini di hari kerja. “Mereka datang pagi-pagi, ada yang membawa bekal, ada yang memakai baju terbaiknya. Rasanya seperti hari libur nasional,” katanya sambil tersenyum. Baginya, layar raksasa itu bukan sekadar teknologi — melainkan tempat orang-orang menaruh harapan, tawa, dan kadang air mata.

Perjalanan The Odyssey di China baru saja dimulai, dan semua mata kini tertuju pada jumlah penonton di akhir pekan pertama. Namun apa pun hasilnya nanti, hari ini telah mencatat sebuah momen yang sulit dilupakan: sebuah film, delapan kali lipat panggung, dan jutaan hati yang berdebar menunggu kisahnya terbentang di layar. Bagi para penonton yang duduk di ruang-ruang gelap itu, hari ini bukan tentang rekor. Hari ini tentang perjalanan yang akhirnya dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User