Suasana di sebuah ruangan konferensi pers di Jakarta pada 12 Oktober 2026 itu terasa berbeda. Lampu sorot menyorot tiga sosok yang duduk di atas panggung, namun perhatian banyak mata tertuju pada figur di tengah—Tazkya Namya. Di tangannya tergenggam mikrofon, sementara di belakangnya terpampang poster besar film terbaru yang ia bintangi, People Pleaser. Ada getaran haru dalam senyumnya, seolah ia sedang menahan air mata kebahagiaan yang sudah lama ingin ia tumpahkan.
Bagi Tazkya, momen itu bukan sekadar agenda promosi. Ia mengisahkan bagaimana perjalanan menuju titik ini penuh lika-liku yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Aku masih ingat waktu pertama kali baca naskahnya, aku sampai nangis di kamar mandi," ujarnya dengan suara bergetar. "Karakter ini seperti bercermin dari hidupku sendiri. Rasanya menyentuh banget."
Di Balik Layar: Perjuangan yang Tak Terlihat
Di balik gemerlap konferensi pers, Tazkya ternyata harus melalui proses panjang yang menguras emosi. Ia menceritakan bagaimana ia harus mendalami karakter seorang perempuan yang selalu berusaha menyenangkan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri. Proses reading dan latihan intensif berlangsung selama berbulan-bulan. "Ada satu adegan di mana aku harus benar-benar bangkit dari keterpurukan. Itu bukan akting lagi, itu air mata yang keluar beneran," tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga harus berhadapan dengan rasa tidak percaya diri yang kerap menghantuinya. Ia mengaku sempat merasa kecil di antara para pemain senior. Namun, dukungan dari sutradara dan rekan-rekan akting membuatnya kembali berjuang. "Aku bilang ke diri sendiri, ini adalah mimpi yang harus aku perjuangkan. Aku nggak boleh menyerah," tambahnya.
"Setiap kali aku merasa lelah, aku ingat orang-orang yang percaya sama aku. Mereka yang selalu bilang, 'Kamu pasti bisa.' Itu yang membuat aku bertahan." — Tazkya Namya
Sebuah Kisah yang Mengharukan Tentang Penerimaan Diri
Film People Pleaser sendiri bukan sekadar tontonan hiburan. Ia menyajikan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang sering merasa terjebak dalam harapan orang lain. Sutradara film ini, yang juga hadir dalam konferensi pers, menyebut bahwa proyek ini lahir dari kegelisahan sosial yang nyata. "Kami ingin penonton melihat bahwa berjuang untuk diri sendiri itu penting. Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena terlalu sibuk menyenangkan orang lain," ujarnya.
Tazkya pun berharap perannya kali ini bisa menginspirasi banyak orang. Ia ingin penonton merasakan apa yang ia rasakan saat membangun karakter tersebut. "Aku ingin orang yang nonton film ini bisa pulang dengan hati yang lebih ringan. Kalau mereka bisa bangkit setelah menontonnya, itu sudah cukup buat aku," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen Sederhana yang Menjadi Titik Balik
Di penghujung konferensi pers, Tazkya berbagi cerita tentang momen paling mengharukan selama proses syuting. Suatu hari, ia syuting adegan berat hingga larut malam. Saat itu, ia merasa sangat lelah dan hampir putus asa. Namun, ketika ia keluar dari lokasi syuting, ia melihat ibunya sudah menunggu di kursi lipat dengan membawa makanan kesukaannya. "Aku langsung nangis, peluk ibuku. Di situ aku sadar, perjalanan ini bukan cuma tentang aku, tapi tentang orang-orang yang selalu mendukungku," kenangnya.
Kisah Tazkya Namya adalah pengingat bahwa di balik setiap karya besar, ada kisah personal yang penuh air mata, doa, dan ketekunan. Ia adalah contoh bahwa mimpi yang tumbuh dari sederhana bisa menjadi kenyataan jika kita berani berjuang dan menerima diri sendiri. Konferensi pers itu mungkin hanya berlangsung singkat, tetapi pesan yang ia bawa akan terus terngiang: jangan lelah menjadi versi terbaik dari diri sendiri, bukan versi yang selalu menyenangkan semua orang.
Tazkya pun mengakhiri pertemuan dengan senyum lebar dan lambaian tangan. Namun, siapa sangka, di balik senyum itu tersimpan berbagai momen mengharukan yang tak akan pernah ia lupakan. Film People Pleaser akan segera tayang, dan Tazkya Namya siap mengajak penonton menyelami inspirasi dari perjalanan yang telah ia tempuh.
Comments (0)