Oct 12, 2026
entertainment

Tawa dan Malu di Balik Adegan Topless T.O.P di Big Bang

Di sebuah ruang latihan yang sunyi, jauh dari sorotan lampu panggung dan gemuruh teriakan penggemar, T.O.P mengenang momen yang membuatnya tertawa sekaligus malu. Bukan tentang kesuksesan album atau k...

Tawa dan Malu di Balik Adegan Topless T.O.P di Big Bang

Di sebuah ruang latihan yang sunyi, jauh dari sorotan lampu panggung dan gemuruh teriakan penggemar, T.O.P mengenang momen yang membuatnya tertawa sekaligus malu. Bukan tentang kesuksesan album atau konser megah, melainkan tentang reaksi sederhana tiga sahabatnya di Big Bang ketika melihat tubuhnya tanpa busana di depan kamera. Momen itu, kata dia, adalah salah satu kenangan paling mengharukan yang pernah ia simpan.

Pria bernama asli Choi Seung-hyun itu mengisahkan perjalanan kariernya yang penuh liku, termasuk saat harus tampil topless untuk sebuah proyek foto. Ia mengaku sempat ragu. Bukan karena tidak percaya diri, tetapi karena tahu betul bagaimana kelakuan para personel Big Bang lainnya. "Aku sudah bisa membayangkan mereka akan bereaksi berlebihan," ujarnya dalam sebuah wawancara yang penuh kehangatan. Ia benar. Reaksi mereka persis seperti yang ia duga.

Ketika Sahabat Menjadi Cermin Paling Jujur

Saat foto-foto itu akhirnya sampai ke tangan G-Dragon, Taeyang, dan Daesung, reaksi mereka bukan pujian formal atau komentar sopan. Mereka tertawa terbahak-bahak. Ada yang menutup mata sambil berteriak, ada yang berjalan mondar-mandir sambil menunjuk-nunjuk layar. T.O.P mengisahkan bagaimana G-Dragon sampai harus duduk karena tidak kuat menahan tawa. "Dia bilang, 'Hyung, ini bukan kamu,' lalu tertawa lagi," kenangnya. Sementara Daesung, yang biasanya paling tenang, justru menjadi yang paling heboh. Air mata tawa mengalir di pipi mereka.

Bagi banyak orang, reaksi seperti itu mungkin terasa kasar. Namun bagi T.O.P, justru di situlah letak keindahannya. Ia tidak butuh pujian palsu. Yang ia butuhkan adalah kejujuran yang hanya bisa datang dari orang-orang yang telah bersamanya sejak masa pelatihan. "Mereka melihatku bukan sebagai bintang, tapi sebagai Seung-hyun yang dulu sering lupa lirik dan tertidur di sofa ruang latihan," ujarnya. Persahabatan itu, katanya, adalah fondasi yang membuatnya tetap membumi di tengah gemerlap dunia hiburan.

Perjuangan di Balik Senyum yang Selalu Tampak

Di balik tawa itu, tersimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui orang. T.O.P mengungkapkan bahwa bertahun-tahun ia bergulat dengan tekanan menjadi figur publik. Setiap inci tubuhnya diamati, setiap gerak-geriknya dinilai. Ia mengisahkan masa-masa ketika ia harus berlatih berjam-jam demi mendapatkan bentuk tubuh yang dianggap ideal. "Ada saat aku berdiri di depan cermin dan bertanya, apakah aku melakukan ini untuk diriku atau untuk orang lain?" tuturnya dengan suara pelan. Pertanyaan itu membuatnya bangkit dari keterpurukan.

Ia belajar bahwa tubuhnya bukan sekadar objek estetika, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Ketika akhirnya ia memutuskan untuk tampil topless, itu bukan karena tuntutan industri, melainkan karena ia sudah berdamai dengan dirinya sendiri. "Aku ingin menunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Bahwa aku sudah melewati masa-masa sulit itu," ujarnya. Reaksi konyol sahabat-sahabatnya justru menjadi penegasan bahwa ia tidak pernah sendirian.

Inspirasi dari Hal-Hal Sederhana

Bagi T.O.P, kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Kadang, ia datang dari tawa sederhana di ruang latihan, dari cemoohan ringan yang penuh kasih, atau dari momen ketika ketiga sahabatnya mengingatkannya bahwa ia hanyalah manusia biasa. Ia mengisahkan bagaimana mereka sering makan bersama di restoran kecil dekat agensi, berbagi cerita tentang mimpi yang belum tercapai, dan tertawa sampai larut malam. "Di situ aku sadar, kesuksesan tidak ada artinya tanpa orang-orang yang bisa kita ajak tertawa," katanya.

Kisah T.O.P ini menyentuh banyak hati. Bukan karena drama topless-nya, tetapi karena ia berbicara tentang kerapuhan, persahabatan, dan keberanian untuk menerima diri sendiri. Di balik sosok yang selama ini dikenal sebagai idola misterius, tersimpan seorang pria yang berjuang, jatuh, lalu bangkit kembali. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang dengan citra diri mereka. "Kalian tidak perlu sempurna. Kalian hanya perlu jujur pada diri sendiri," pesannya. Dan bagi T.O.P, kejujuran itu dimulai dari ruang latihan kecil, tempat tiga sahabatnya tertawa melihatnya topless.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User