Tapanuli Tengah Banjir Surut, Ratusan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Tapanuli Tengah, Beritaseputar.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tapanuli Teng
Tapanuli Tengah, Beritaseputar.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada Minggu (19/7/2026). Meski genangan air berangsur berkurang, ratusan warga dari tujuh kelurahan di empat kecamatan terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu kondisi benar-benar pulih.
Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah secara terus-menerus sejak Sabtu (18/7) sore hingga malam hari. Curah hujan ekstrem tersebut menyebabkan debit air di sejumlah sungai melonjak drastis, meluap, dan menggenangi permukiman padat penduduk dalam waktu singkat.
Empat Kecamatan Terendam, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dampak banjir bandang ini meluas ke empat kecamatan sekaligus. Wilayah administratif yang terendam meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
"Wilayah terdampak banjir meliputi tujuh kelurahan. Ini di empat kecamatan yaitu Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik," kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima Beritaseputar.com.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan langsung diterjunkan begitu laporan ketinggian air mencapai titik kritis. Proses evakuasi berlangsung dramatis, terutama di Kelurahan Sipange yang menjadi salah satu titik terparah. Sebanyak 145 warga dari kelurahan tersebut terpaksa dievakuasi dan kini ditampung sementara di Gedung Gereja HKBP Sipange yang difungsikan sebagai posko pengungsian utama.
Dapur Umum Didirikan, Kebutuhan Logistik Jadi Prioritas
Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah bergerak cepat mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi. Pasokan makanan siap saji, air bersih, selimut, serta obat-obatan didistribusikan secara berkala ke lokasi pengungsian. Dinas Sosial setempat juga mengerahkan petugas untuk melakukan pendataan dan memberikan layanan psikososial bagi anak-anak dan lansia yang terdampak trauma akibat bencana.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih melakukan asesmen dan pendataan menyeluruh terkait dampak dan kerugian material yang ditimbulkan. Tim reaksi cepat (TRC) tetap bersiaga penuh di lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan mengingat prakiraan cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, upaya pembersihan material lumpur dan sampah sisa banjir mulai dilakukan secara bertahap di wilayah yang genangannya sudah surut. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan sanitasi lingkungan.
Peringatan Dini di Tengah Musim Kemarau
Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia saat ini memasuki musim kemarau, BNPB mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Fenomena anomali cuaca masih berpeluang memicu hujan lebat sporadis di beberapa daerah, termasuk di kawasan Sumatra Utara.
Berdasarkan analisis dan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer dan fenomena belokan angin (shearline) yang menciptakan area pertemuan massa udara. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar Sumatra turut mendukung proses pembentukan awan-awan hujan konvektif secara cepat.
BNPB merekomendasikan agar pemerintah daerah dan masyarakat di zona rawan bencana hidrometeorologi untuk secara rutin memonitor informasi peringatan dini dari BMKG, memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi optimal, serta menyiapkan rencana evakuasi darurat keluarga sebagai langkah antisipatif.
[SOCIAL_TWEET]: Banjir bandang di Tapanuli Tengah mulai surut, 145 warga masih mengungsi. Empat kecamatan terdampak, dapur umum didirikan. BNPB imbau waspada cuaca ekstrem meski musim kemarau. #Banjir #TapanuliTengah #BNPB #InfoBencana [SOCIAL_TG]: 🔴 UPDATE BENCANA: Banjir Tapanuli Tengah Mulai Surut Banjir bandang yang menerjang 4 kecamatan di Tapanuli Tengah (Tukka, Badiri, Pinangsori, Sarudik) berangsur surut hari ini (19/7). Sebanyak 145 warga Kelurahan Sipange masih mengungsi di Gereja HKBP Sipange. BNPB pastikan dapur umum sudah beroperasi. BPBD masih lakukan pendataan kerugian material. ⚠️ Tetap waspada! BMKG prediksi hujan ringan masih berpotensi di wilayah Sumut akibat aktivitas gelombang atmosfer dan suhu muka laut hangat. 🧵 1/5 - Hujan deras Sabtu (18/7) memicu sungai meluap dan merendam 7 kelurahan di 4 kecamatan: Tukka, Badiri, Pinangsori, Sarudik. 🧵 2/5 - 145 warga Kelurahan Sipange dievakuasi ke Gereja HKBP Sipange. Dapur umum sudah didirikan untuk penuhi kebutuhan logistik. 🧵 3/5 - Tim SAR gabungan masih bersiaga. Pendataan dampak dan kerugian material terus dilakukan BPBD Tapanuli Tengah. 🧵 4/5 - Meski kemarau, BMKG peringatkan potensi hujan ringan di Sumut masih ada. Faktor: gelombang atmosfer, shearline, dan suhu laut hangat. 🧵 5/5 - BNPB imbau warga jangan lengah. Pantau terus info cuaca, pastikan saluran air lancar, dan siapkan rencana evakuasi darurat. Stay safe! 🙏
Comments (0)