Di sudut ruangan sebuah hotel di Jakarta, Jumat (9/10/2026), Tanta Ginting duduk tenang menghadapi deretan mikrofon dan kamera. Wajahnya tampak sederhana, tanpa gaya berlebihan. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan perjalanan panjang yang penuh liku — sebuah kisah yang jarang ia ceritakan di depan publik. Hari itu, aktor kelahiran Aceh tersebut hadir untuk memperkenalkan proyek terbarunya, film Ghosthing, kepada awak media.
Momen Mengharukan di Balik Konferensi Pers
Bagi Tanta, konferensi pers bukan sekadar ajang promosi. Ia mengisahkan bagaimana proses panjang menuju film ini sempat membuatnya hampir menyerah. "Ada masa di mana saya merasa semua ini terlalu berat," ujarnya lirih, seolah mengingat kembali momen-momen penuh air mata di balik layar. Ia bercerita tentang hari-hari latihan intens, jadwal syuting yang padat, hingga kerinduan pada keluarga yang harus ditahan demi sebuah mimpi.
"Saya bukan aktor yang sempurna. Saya hanya orang yang berjuang untuk terus belajar dan bangkit setiap kali jatuh," ucap Tanta dengan mata berkaca-kaca.
Kalimat itu menggantung di ruangan. Beberapa jurnalis yang hadir tampak tertegun. Tanta memang dikenal sebagai pribadi yang jarang mengeluh. Ia lebih memilih menunjukkan kerja kerasnya melalui peran-peran yang ia mainkan. Dalam Ghosthing, ia kembali dituntut untuk menjelajahi sisi emosional yang dalam — sebuah tantangan yang ia terima dengan sepenuh hati.
Perjalanan Panjang Menuju Ghosthing
Perjalanan Tanta di industri perfilman Indonesia bukanlah jalan yang mulus. Ia mengisahkan bagaimana ia harus melewati berbagai peran kecil, penolakan, hingga masa-masa sulit ketika tawaran datang begitu jarang. "Saya pernah berada di titik di mana saya bertanya, apakah ini benar-benar jalan yang saya pilih?" kenangnya. Namun, dukungan dari orang-orang terdekat membuatnya terus melangkah.
Di balik layar Ghosthing, Tanta menemukan kembali alasan mengapa ia mencintai seni peran. Ia bercerita tentang suasana syuting yang penuh kekeluargaan, meski sering kali harus berhadapan dengan cuaca dan lokasi yang menantang. "Kami seperti satu keluarga besar yang saling menguatkan. Itu yang membuat saya bangkit lagi," tuturnya. Baginya, film ini bukan hanya proyek biasa, melainkan sebuah ruang untuk menuangkan segala pengalaman hidupnya.
Inspirasi dan Mimpi yang Tak Pernah Padam
Dalam sesi itu, Tanta juga menyampaikan pesan personal kepada siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpi. Ia ingin menjadi bukti bahwa kesederhanaan dan ketekunan bisa membawa seseorang ke tempat yang tak pernah ia bayangkan. "Jangan takut untuk memulai dari nol. Saya pun pernah di titik itu," pesannya dengan senyum hangat.
Di akhir konferensi pers, Tanta tak banyak bicara soal target box office atau ekspektasi besar. Ia lebih memilih berbicara tentang rasa syukur dan harapan. Momen itu menyentuh banyak hati yang hadir — sebuah pengingat bahwa di balik setiap film, ada manusia dengan kisah dan perjuangannya sendiri. Tanta Ginting telah membuktikan bahwa perjalanan panjang penuh air mata bisa berubah menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Comments (0)