Sep 02, 2026
entertainment

Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta, Asia Tenggara Bersiap

Di sebuah kafe kecil di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Arga Pratama menatap layar ponselnya dengan jantung berdebar. Notifikasi yang ia baca berulang kali seolah tidak percaya: "Squid Game: The Ex...

Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta, Asia Tenggara Bersiap

Di sebuah kafe kecil di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Arga Pratama menatap layar ponselnya dengan jantung berdebar. Notifikasi yang ia baca berulang kali seolah tidak percaya: "Squid Game: The Experience akan hadir di Jakarta." Pria 27 tahun itu langsung memesan tiket begitu预售 terbuka—bahkan sebelum ia benar-benar memahami apa yang akan dihadapinya.

"Saya是一直粉丝 dari serial pertama," akunya dengan senyum yang sulit dihilangkan. "Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak sabar merasakan sensasi berdiri di tempat yang sama seperti di serial itu."

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Squid Game: The Experience Jakarta bukan sekadar sebuah acara biasa. Ini adalah edisi pertama di Asia Tenggara—pengakuan bahwa Indonesia, dengan segala dinamika dan semangatnya, layak menjadi rumah bagi pengalaman imersif yang telah memikat jutaan penonton di seluruh dunia.

Bagi banyak orang, serial asli Netflix yang tayang pada September 2021 itu bukan sekadar hiburan. Ia adalah cermin dari masyarakat—tentang tekanan sosial, ketimpangan ekonomi, dan sisi tergelap manusia yang kadang tersembunyi di balik senyum. Ketika pengalaman interaktif ini diumumkan untuk Jakarta, respons komunitas penggemar langsung meledak.

"Saya ingat pertama kali menonton episode pertama," kenang Rina Susilowati, 31 tahun, seorang pekerja seni yang kini menjadi salah satu admin komunitas penggemar Squid Game terbesar di Indonesia. "Saya menangis. Bukan karena kekerasan, tapi karena saya melihat perjuangan karakter-karakter itu—orang biasa yang terjebak dalam situasi tidak biasa, namun tetap mempertahankan rasa kemanusiaan mereka."

Persiapan yang Tak Semudah yang Dibayangkan

Di balik layar, tim kreatif yang membawa pengalaman ini ke Jakarta telah bekerja tanpa henti selama berbulan-bulan. Mereka tidak hanya menyalin konsep yang sudah ada di kota-kota lain, tetapi membangun ulang segalanya dari awal—dengan nuansa lokal yang kental, sentuhan khusus yang hanya bisa dirasakan di Jakarta.

"Kami ingin setiap orang yang masuk merasakan bahwa pengalaman ini dibuat untuk mereka," jelas salah satu anggota tim produksi yang meminta namanya tidak disebutkan. "Bukan sekadar tiruan dari apa yang ada di Seoul atau New York. Ini adalah pengalaman Jakarta—dengan energi, semangat, dan kehangatan khas Indonesia."

Proses adaptasi itu memakan waktu lebih dari satu tahun. Tim harus memastikan setiap detail—dari pencahayaan hingga suhu ruangan, dari desain suara hingga aroma—menciptakan atmosfer yang autentik namun tetap nyaman bagi pengunjung. Karena pada akhirnya, pengalaman ini bukan tentang membuat orang takut, melainkan tentang mengajak mereka merasakan narasi yang telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia.

Komunitas yang Tumbuh Bersama

Menariknya, kehadiran Squid Game: The Experience Jakarta telah menyatukan komunitas yang sebelumnya tersebar. Forum diskusi di media sosial kini ramai dengan rencana kunjungan bersama, diskusi teori, dan berbagi antisipasi. Banyak yang menjadikan ini kesempatan untuk reuni dengan teman-teman lama—sekaligus membentuk ikatan baru dengan sesama penggemar.

"Saya bertemu beberapa orang dari komunitas online yang selama ini hanya saya kenal lewat layar," cerita Arga. "Tapi di pengalaman ini, kami akan benar-benar bersama. Ini lebih dari sekadar acara—ini adalah tentang koneksi manusia."

Rina menambahkan, momentum ini juga menjadi pengingat tentang kekuatan cerita. "Squid Game mengajari kita bahwa di balik setiap orang yang kita anggap sederhana, ada cerita yang layak didengar. Pengalaman ini adalah perayaan itu—perayaan kemanusiaan, ketahanan, dan harapan."

Oktober 2026 mungkin terasa masih jauh bagi sebagian orang. Namun bagi ribuan penggemar setia di Jakarta dan seluruh Asia Tenggara, hitungan mundur itu sudah dimulai. Dan seperti dalam serial yang menginspirasi semuanya, setiap langkah menuju pengalaman itu adalah bagian dari perjalanan itu sendiri—penuh makna, penuh emosi, dan penuh harapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User