Oct 12, 2026
entertainment

Senyum Haru Putri Marino di Panggung Busan

Lampu sorot dari panggung Marie Claire Asia Star Awards 2026 perlahan menyapu kursi-kursi tamu undangan. Di antara deretan bintang Asia yang datang dari berbagai penjuru, seorang perempuan berbalut ga...

Senyum Haru Putri Marino di Panggung Busan

Lampu sorot dari panggung Marie Claire Asia Star Awards 2026 perlahan menyapu kursi-kursi tamu undangan. Di antara deretan bintang Asia yang datang dari berbagai penjuru, seorang perempuan berbalut gaun sederhana duduk dengan tangan menggenggam erat pangkuan. Namanya Putri Marino. Malam itu, di Busan, Korea Selatan, ia bukan hanya datang sebagai aktris. Ia datang membawa nama Indonesia.

Ketika nama "Putri Marino" akhirnya menggema dari pengeras suara, ruangan sejenak hening. Lalu tepuk tangan pecah. Ia berdiri, menunduk sebentar, menghela napas panjang, lalu melangkah ke atas panggung. Penghargaan Face of Asia itu bukan sekadar trofi. Ia adalah pengakuan bahwa wajah dan karya seorang perempuan dari Bali telah menemukan tempat di hati penonton lintas negara.

"Ini bukan tentang saya," ujarnya pelan dalam pidato singkat yang disambut tepuk tangan panjang. "Ini tentang semua perempuan Indonesia yang berani bermimpi besar, bahkan ketika dunia meragukan mereka." Kalimat itu keluar dengan suara bergetar, seperti air mata yang ia tahan sejak namanya disebut.

Di Balik Gaun yang Sederhana

Di balik penampilannya yang anggun malam itu, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mulus. Putri mengisahkan bagaimana ia harus berjuang menembus batas industri hiburan yang kerap mengukur perempuan dari penampilan. Ia mengingat masa-masa awal kariernya, ketika ia harus menghadapi penolakan demi penolakan, sebelum akhirnya menemukan karakter yang membuat namanya diperhitungkan.

"Setiap kali saya hampir menyerah, saya ingat rumah. Saya ingat ibu saya yang selalu bilang, 'Kamu tidak perlu jadi orang lain untuk dihargai'," kenangnya dalam sesi wawancara usai acara. Kalimat itu ia simpan seperti mantra, diulang setiap kali keraguan datang menghampiri.

Perjalanan kariernya memang bukan jalan bebas hambatan. Dari layar kecil hingga layar lebar, dari peran pendukung hingga menjadi wajah yang diakui di kancah internasional, setiap langkah ia tempuh dengan kesabaran. Bagi Putri, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati.

Momen Mengharukan di Busan

Yang membuat malam itu terasa istimewa bukan hanya trofi yang ia terima. Ada momen kecil yang menyentuh, tepat sebelum ia naik ke panggung. Seorang aktris senior dari Korea menghampirinya, menggenggam tangannya, dan berkata dalam bahasa Inggris sederhana, "Kamu membawa cahaya dari negaramu." Putri hanya bisa mengangguk, tak mampu berkata apa-apa. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes juga.

Ia mengaku tak menyangka bisa berdiri di panggung yang sama dengan sederet nama besar Asia. Baginya, setiap rekognisi adalah amanah. "Saya tidak ingin hanya dikenang karena wajah saya," tuturnya. "Saya ingin dikenang karena cerita yang saya bawa."

Bagi publik Indonesia, momen itu terasa seperti kemenangan bersama. Di media sosial, ucapan syukur dan doa mengalir dari warganet yang menyaksikan langsung maupun melalui potret-potret di linimasa. Banyak yang menyebut sosoknya sebagai inspirasi bagi perempuan muda yang sedang berjuang mengejar impian.

Perjalanan yang Masih Panjang

Pulang dari Busan, Putri tidak serta-merta berhenti. Ia sudah menyiapkan sejumlah proyek baru, termasuk peran yang menurutnya paling menantang sejauh ini. Ia ingin terus belajar, terus tumbuh, dan terus menghadirkan cerita yang bisa menyentuh hati banyak orang.

"Penghargaan ini adalah cambuk," ujarnya sambil tersenyum. "Bukan untuk berpuas diri, tapi untuk menjadi lebih baik lagi."

Di sudut ruangan bandara, ketika ia kembali ke tanah air, ia sempat memandangi trofi itu dalam-dalam. Perempuan sederhana dari Bali itu tahu, perjalanan ini masih panjang. Namun malam di Busan telah mengajarkannya satu hal: mimpi yang dikejar dengan sepenuh hati tidak akan pernah sia-sia.

Dan bagi banyak orang yang menyaksikannya, senyum haru Putri Marino malam itu menjadi pengingat bahwa dari negeri ini, selalu ada cahaya yang siap bersinar di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User