Ada satu detik ketika arena yang tadinya gaduh mendadak terasa kehilangan suaranya. lampu-lampu di atas ring masih menyala terang, kamera masih merekam, ribuan mata masih tertuju ke lantai kanvas yang memantulkan cahaya. Tapi suara teriakan, suara petirung, dan dentang sarung tangan yang saling bertabrakan — semuanya seem hilang dalam sekejap. Di tepi ring, seorang pria yang sepanjang malam itu-manyWatching dengan mata berbinar tiba-tiba membungkuk wajahnya. Air matanya jatuh sebelum body'sbody able move.
Momen itu terjadi di tengah sebuah pertandingan tinju yang diikuti keduanya. Namun ketika观看 Hortensia...
Comments (0)