Oct 11, 2026
entertainment

Langkah Putri Marino di Panggung Busan dan Penghargaan Face of Asia

Di sebuah ballroom yang gemerlap di Busan, Korea Selatan, lampu sorot tiba-tiba mengarah ke satu sosok yang berdiri anggun mengenakan gaun bernuansa gelap. Suasana riuh ratusan tamu undangan seketika ...

Langkah Putri Marino di Panggung Busan dan Penghargaan Face of Asia

Di sebuah ballroom yang gemerlap di Busan, Korea Selatan, lampu sorot tiba-tiba mengarah ke satu sosok yang berdiri anggun mengenakan gaun bernuansa gelap. Suasana riuh ratusan tamu undangan seketika berubah menjadi tepuk tangan panjang. Di malam itu, nama Putri Marino kembali bergema di kancah internasional. Ia menerima penghargaan Face of Asia dalam ajang Marie Claire Asia Star Awards 2026, sebuah pengakuan yang jarang diberikan kepada aktris Indonesia.

Momen tersebut bukan sekadar seremoni penghargaan biasa. Bagi perempuan kelahiran Denpasar itu, panggung di Busan adalah puncak dari perjalanan panjang yang penuh liku. Dari seorang gadis yang tumbuh di lingkungan sederhana, meniti karier lewat layar lebar, hingga kini diakui sebagai salah satu wajah Asia yang paling diperhitungkan.

Jalan Panjang Menuju Panggung Asia

Perjalanan Putri Marino tidak pernah instan. Sebelum namanya melambung lewat berbagai film layar lebar, ia harus melewati banyak audisi yang berakhir penolakan. Ada masa ketika ia hampir menyerah dan memilih pekerjaan lain untuk bertahan hidup. Namun, kecintaannya pada dunia akting membuatnya terus bangkit.

“Setiap penolakan itu bukan akhir, tapi cara semesta mengarahkan saya ke jalan yang lebih tepat,” ujarnya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari pernyataannya di media sosial.

Kalimat itu kemudian menjadi pengingat bagi banyak orang. Bagi Putri, perjalanan kariernya bukan tentang mengejar popularitas, melainkan soal kejujuran dalam memerankan setiap karakter. Ia dikenal sebagai aktris yang rela mendalami peran hingga ke detail terkecil, bahkan tinggal di lokasi syuting berhari-hari demi memahami suasana hati tokoh yang diperankannya.

Momen Mengharukan di Busan

Saat namanya dipanggil sebagai penerima Face of Asia, Putri sempat terdiam beberapa detik. Matanya berkaca-kaca. Dalam pidato singkatnya, ia menyebut keluarganya sebagai alasan utama di balik semua kerja kerasnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim dan orang-orang yang pernah meragukannya.

“Terima kasih untuk semua yang pernah meragukan saya. Kalian adalah bagian dari alasan saya berdiri di sini malam ini,” tuturnya dengan suara bergetar.

Momen itu seolah membawa kembali memori masa kecilnya. Putri pernah mengisahkan bagaimana ia tumbuh sebagai anak yang pemalu dan sering merasa tidak percaya diri. Dunia akting awalnya terasa jauh dan asing. Namun, ia belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak punya rasa takut, melainkan tetap melangkah meski takut itu ada.

Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia

Kemenangan Putri Marino di ajang Marie Claire Asia Star Awards 2026 bukan hanya kebanggaan pribadi. Banyak anak muda Indonesia melihatnya sebagai bukti bahwa talenta lokal mampu bersaing di tingkat Asia. Sejumlah warganet membanjiri kolom komentar dengan ucapan selamat dan cerita tentang bagaimana perjalanan Putri menginspirasi mereka untuk tidak menyerah pada mimpi.

Seorang penggemar menulis, “Putri Marino mengajarkan saya bahwa konsistensi dan kesabaran tidak pernah sia-sia.”

Di balik gemerlap lampu dan gaun mewah, ada kisah sederhana tentang perempuan yang berjuang setiap hari. Penghargaan Face of Asia hanyalah satu babak. Perjalanan Putri Marino masih panjang, dan ia tampaknya siap menulis lebih banyak cerita baru — bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk mereka yang sedang berjuang mengejar mimpinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User