Aug 25, 2026
entertainment

Selamat Jalan Ronald Fristianto, Penabuh Drum Legendaris KLa Project

Suasana rumah duka itu terasa hening, sesekali pecah oleh bisik pelan dan langkah kaki yang menyeret berat. Di sudut ruangan sederhana itu, foto seorang lelaki berambut gondrong tersenyum tenang, seol...

Selamat Jalan Ronald Fristianto, Penabuh Drum Legendaris KLa Project

Suasana rumah duka itu terasa hening, sesekali pecah oleh bisik pelan dan langkah kaki yang menyeret berat. Di sudut ruangan sederhana itu, foto seorang lelaki berambut gondrong tersenyum tenang, seolah mengisahkan ribuan kisah yang pernah ia tabuh sepanjang hidupnya. Dialah Ronald Fristianto, sosok yang namanya tak bisa dipisahkan dari gemuruh drum KLa Project, band legendaris yang menemani perjalanan musik Indonesia. Kepergiannya menyisakan duka yang dalam, tetapi juga rasa syukur atas karya yang ia tinggalkan untuk para penggemarnya.

Satu per satu pelayat datang dan pergi. Ada yang memeluk keluarga dengan air mata yang tak terbendung, ada pula yang hanya duduk diam, menatap foto itu seolah ingin menyampaikan sesuatu yang tak sempat terucap. Momen mengharukan itu berlangsung sederhana, tanpa riuh, persis seperti cara Ronald dikenal selama ini: rendah hati dan jauh dari gemerlap.

Perjalanan panjang di balik panggung

Kisah Ronald Fristianto adalah kisah seorang pemuda yang jatuh cinta pada ritme sejak kecil. Sebelum namanya melambung bersama KLa Project, ia berjuang dari panggung ke panggung kecil, menabuh drum di berbagai acara yang jauh dari sorotan kamera. Di balik layar kesibukan itu, ada lelah yang ia sembunyikan dan tekad yang ia rawat diam-diam. Perjalanan itu tak pernah mudah. Ada masa ketika ia harus menahan letih demi sebuah mimpi yang belum pasti, namun kecintaannya pada musik tak pernah padam.

Bersama KLa Project, Ronald menemukan rumah bagi ritme-ritmenya. Gemuruh drumnya menjadi salah satu pilar yang menopang lagu-lagu yang hingga kini masih dinyanyikan banyak orang. Lagu-lagu seperti Tentang Kita dan Yogyakarta seakan hidup kembali setiap kali penabuh drumnya menggerakkan tangan. Ia bukan sekadar pengiring; ia adalah bagian dari denyut nadi yang membuat setiap lagu terasa dekat di hati pendengarnya.

Air mata dan kenangan di rumah duka

Di rumah duka, kenangan demi kenangan kembali dihadirkan. Seorang kerabat yang enggan disebut namanya mengenang Ronald sebagai pribadi yang hangat dan sederhana. “Dia tidak pernah lupa dari mana dia berasal. Di balik panggung, dia selalu menyapa siapa saja, dari kru paling belakang sampai penonton paling depan,” tuturnya dengan suara bergetar.

Tak hanya keluarga dan kerabat, para penggemar juga datang memberikan penghormatan terakhir. Seorang penggemar yang mengaku tumbuh besar mendengarkan KLa Project mengaku sulit menahan haru. “Musiknya adalah bagian dari masa muda saya. Setiap kali mendengar drumnya berbunyi, rasanya seperti kembali ke masa-masa indah,” ujarnya. Kalimat itu menjadi pengingat bahwa seorang musisi sejati tidak pernah benar-benar pergi selama karyanya masih dikenang.

Warisan yang tak pernah berhenti berbunyi

Kepergian Ronald Fristianto adalah kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Namun di balik duka, ada inspirasi yang ia tinggalkan. Ia membuktikan bahwa perjalanan seorang musisi tidak selalu diukur dari panggung yang megah, melainkan dari seberapa tulus ia menabuh setiap ketukan. Dari ketulusan itulah lahir karya-karya yang melampaui zaman.

Bagi generasi yang lebih muda, nama Ronald adalah pengingat bahwa mimpi yang dikejar dengan kesabaran akan menemukan jalannya sendiri. Ia pernah berada di titik terendah, pernah harus bangkit dari kekecewaan, namun ia memilih untuk terus bergerak mengikuti irama yang ia yakini. Kisah hidupnya menjadi pelajaran bahwa konsistensi dan kerendahan hati adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dari kesuksesan.

Kini, panggung mungkin telah kehilangan salah satu penabuh drum terbaiknya. Namun di setiap sudut kota tempat lagu-lagu KLa Project masih diputar, di setiap rumah yang masih menyimpan album lawas di raknya, Ronald Fristianto akan selalu hadir. Gemuruh drumnya akan terus berbunyi, bukan sebagai duka, melainkan sebagai perayaan atas sebuah perjalanan yang menyentuh dan tak terlupakan.

Selamat jalan, Ronald Fristianto. Terima kasih untuk setiap ketukan yang telah menemani perjalanan bangsa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User