Oct 10, 2026
entertainment

Ruben Onsu dan Perjuangan Seorang Ayah Memperjuangkan Anak

Di sebuah ruangan yang sepi dari sorotan kamera, Ruben Onsu duduk dengan tatapan yang jauh. Bukan panggung hiburan yang sedang ia hadapi, melainkan sebuah panggilan dari Komnas Perlindungan Anak. Sebu...

Ruben Onsu dan Perjuangan Seorang Ayah Memperjuangkan Anak

Di sebuah ruangan yang sepi dari sorotan kamera, Ruben Onsu duduk dengan tatapan yang jauh. Bukan panggung hiburan yang sedang ia hadapi, melainkan sebuah panggilan dari Komnas Perlindungan Anak. Sebuah panggilan yang menyentuh wilayah paling sensitif dalam hidupnya: hak asuh anak-anak yang ia cintai. Momen mengharukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidup seorang ayah yang selama ini dikenal sebagai presenter ceria di layar kaca.

Kabar tersebut bukan sekadar berita hiburan biasa. Ia menyimpan luka yang jarang terlihat publik. Ruben, lelaki yang selalu tampil dengan senyum dan gurauan, kini harus berdiri di tengah pusaran persoalan keluarga yang pelik. Sengketa hak asuh anak dengan mantan istrinya, Sarwendah, menjadi ujian berat yang membuatnya harus angkat bicara.

Di Balik Pintu yang Tertutup

Ruben mengisahkan bahwa dirinya menghormati proses yang sedang berjalan. Ia tidak ingin menjadikan anak-anak sebagai bahan perdebatan publik. "Anak-anak adalah segalanya bagi saya," ujarnya dengan suara yang berat, seperti dikutip dari pernyataannya kepada awak media. Kalimat itu sederhana, namun menyimpan kedalaman perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Di balik layar, ia berjuang untuk tetap hadir sebagai ayah. Pagi-pagi sebelum jadwal syuting, ia menyempatkan diri mengantar anak ke sekolah. Malam hari, ia menemani mereka belajar, mendengarkan cerita-cerita kecil tentang teman dan guru. Rutinitas sederhana itu menjadi inspirasi bahwa cinta seorang ayah tidak selalu tampil dalam bentuk besar. Kadang ia hadir dalam hal-hal kecil yang jarang diabadikan kamera.

"Saya hanya ingin anak-anak tahu, bahwa ayah mereka selalu ada, apa pun yang terjadi," tuturnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Ketika Hukum dan Hati Harus Berjalan Bersama

Pemanggilan Komnas PA ini bukan perkara ringan. Lembaga tersebut memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan terbaik. Ruben memahami hal itu. Ia tidak menampik proses hukum yang berjalan. Namun, ia berharap semua pihak menempatkan kepentingan anak di atas ego masing-masing.

Kisah Ruben adalah cermin dari banyak ayah di luar sana yang harus berjuang di jalur hukum demi mempertahankan hubungan dengan buah hati. Ada air mata yang tidak terlihat, ada doa yang dipanjatkan dalam sunyi. Ada momen-momen di mana ia harus menahan rindu karena jadwal bertemu yang tak lagi bebas seperti dulu.

Perjalanan ini mengajarkan bahwa sebuah perpisahan tidak pernah sesederhana yang dibayangkan. Di baliknya ada anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua. Ruben, dengan segala keterbatasannya sebagai manusia, mencoba berdiri di tengah badai itu. Ia tidak ingin menjadi pahlawan dalam berita. Ia hanya ingin menjadi ayah.

Bangkit dengan Cinta yang Tak Pernah Pudar

Saat ditanya soal harapannya, Ruben tidak berbicara tentang kemenangan. Ia tidak menyebut soal siapa yang benar dan salah. Ia hanya berbicara tentang anak-anak. "Yang saya inginkan cuma satu, mereka tumbuh bahagia," ucapnya pelan.

Kalimat itu menyentuh banyak hati. Sebab di tengah hiruk-pikuk pemberitaan dan opini publik, ada seorang ayah yang mencoba bangkit, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk masa depan anak-anaknya. Ia tahu, perjalanan ini panjang. Namun, ia percaya bahwa cinta yang tulus akan selalu menemukan jalannya.

Kisah Ruben Onsu menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa di balik setiap berita tentang hak asuh, ada manusia yang sedang berjuang. Ada mimpi yang ingin ia lindungi. Ada anak-anak yang butuh dipeluk, didengar, dan dicintai. Dan mungkin, itulah bentuk kepahlawanan yang paling sederhana namun paling menyentuh: seorang ayah yang tidak pernah lelah memperjuangkan anaknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User