Aug 25, 2026
entertainment

Raisa Andriana Memukau dalam Kostum Srikandi Karya Denny Wirawan

Di balik layar sebuah studio sederhana di Jakarta Selatan, cahaya lampu jatuh tepat di wajah Raisa Andriana. Ia berdiri tegak mengenakan kostum Srikandi rancangan desainer Denny Wirawan. Ratusan manik...

Raisa Andriana Memukau dalam Kostum Srikandi Karya Denny Wirawan

Di balik layar sebuah studio sederhana di Jakarta Selatan, cahaya lampu jatuh tepat di wajah Raisa Andriana. Ia berdiri tegak mengenakan kostum Srikandi rancangan desainer Denny Wirawan. Ratusan manik-manik di bagian dada kostum itu berkilau pelan, seolah ikut bernapas mengikuti gerak tubuhnya. Di sudut ruangan berukuran tiga kali empat meter, selendang merah yang menjuntai dari bahunya tertiup kipas angin tua, dan untuk sesaat ruangan sempit itu berubah menjadi panggung megah.

Momen mengharukan itu terjadi saat sesi pemotretan dokumentasi pribadi Raisa bersama sang desainer. Wanita berusia tiga puluhan itu tampak larut dalam karakternya. Ia tersenyum kecil, lalu menunduk sebentar menatap detail sulaman emas di lengan kostumnya. "Rasanya seperti memakai cerita panjang yang bukan milikku seorang," ujarnya pelan di sela pemotretan, "tapi aku justru merasa semakin mengenal diriku sendiri."

Perjalanan Menemukan Makna di Balik Karya

Kostum Srikandi yang dikenakan Raisa bukanlah sekadar busana panggung biasa. Denny Wirawan, sang desainer di balik karya itu, mengisahkan bahwa proses pembuatannya berlangsung berbulan-bulan. Setiap lipatan kain, setiap jahitan manik, hingga pemilihan warna, dikerjakan dengan pertimbangan yang dalam. "Srikandi adalah perempuan yang berani, tetapi tidak kehilangan kelembutannya," kata Denny saat ditemui di sela sesi pemotretan, "aku ingin Raisa merasakan itu lewat setiap helai benang yang menempel di tubuhnya."

Perjalanan kolaborasi mereka pun terbilang unik. Sebelum memutuskan bekerja sama, keduanya sempat duduk berjam-jam berbincang tentang sosok Srikandi dalam pewayangan. Raisa mengaku bahwa ia pertama kali mengenal tokoh itu dari kisah yang diceritakan neneknya di kampung halamannya, Bandung. "Nenek selalu bilang, Srikandi itu bukan sekadar pemanah ulung, tapi perempuan yang berani memilih jalannya sendiri," kenangnya, dengan suara yang tiba-tiba bergetar, "dan itu kalimat yang sampai hari ini selalu aku bawa ke mana pun aku pergi."

Bangkit dari Keraguan

Di balik penampilannya yang tenang, Raisa mengaku sempat ragu mengenakan kostum seberat itu. Ia takut tidak mampu menghidupkan karakter yang melekat pada sosok legendaris tersebut. "Aku sempat bertanya pada Denny, apa aku pantas?" tuturnya. Pertanyaan itu, menurutnya, muncul dari kebiasaannya meragukan diri sendiri di tengah kerasnya industri hiburan. Namun dukungan dari orang-orang terdekat membuatnya perlahan percaya diri. Ia teringat sang suami, yang dengan caranya yang sederhana selalu mengingatkan bahwa keberanian tidak selalu harus terlihat dari luar.

Air mata sempat mengalir di pipinya ketika ia pertama kali melihat hasil akhir kostum tersebut. Bukan karena bahagia semata, melainkan karena tersentuh oleh detail kecil yang ia temukan di balik lapisan kain: inisial nama ibunya yang dijahit halus di bagian dalam dada kostum. "Itu kejutan dari Denny yang tidak pernah ia ceritakan sebelumnya. Aku menangis di tempat," Raisa mengisahkan sambil tersenyum, "momen itu mengingatkanku bahwa mimpi yang kita kejar selalu ditopang oleh doa orang-orang yang kita cintai."

Inspirasi untuk Perempuan Indonesia

Lewat karya ini, Raisa berharap banyak perempuan Indonesia turut terinspirasi untuk berani bermimpi. Ia percaya sosok Srikandi adalah cermin dari setiap perempuan yang sedang berjuang menyeimbangkan peran: sebagai pekerja, ibu, istri, sekaligus pribadi yang tetap ingin menjadi dirinya sendiri. "Kita tidak harus sempurna untuk menjadi kuat," katanya tegas, "kita hanya perlu terus melangkah, walau satu langkah kecil setiap hari."

Bagi Raisa, kostum Srikandi karya Denny Wirawan bukanlah sekadar kain dan manik-manik. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap karya yang tampak indah, selalu ada perjalanan panjang, kerja keras, dan cinta dari banyak tangan. Kisah di balik layar inilah yang menurutnya paling berharga untuk diceritakan, jauh melebihi kilau busana yang ia kenakan. "Semoga ada perempuan lain yang membaca kisah ini dan merasa tidak sendirian," tutupnya, dengan senyum yang masih tersisa di bibirnya, "karena setiap dari kita bisa menjadi Srikandi versi dirinya sendiri."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User