Sep 19, 2026
Hukum

Prancis dan Jerman Berseteru, Antonio Costa Cari Kompromi Anggaran Uni Eropa

Suasana hangat musim gugur di Paris kali ini diselimuti ketegangan diplomatik tingkat tinggi. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mengawali tur kepemimpin

Prancis dan Jerman Berseteru, Antonio Costa Cari Kompromi Anggaran Uni Eropa

Suasana hangat musim gugur di Paris kali ini diselimuti ketegangan diplomatik tingkat tinggi. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mengawali tur kepemimpinannya mengelilingi ibu kota negara-negara anggota Uni Eropa dengan satu misi rumit: menyatukan pandangan soal anggaran jangka panjang Uni Eropa untuk periode 2028–2034. Langkah Costa yang dijadwalkan tiba di Paris pada Selasa, 15 September, menjadi sorotan utama mengingat dua raksasa ekonomi kawasan—Prancis dan Jerman—masih berdiri di dua kubu yang saling berseberangan.

Perbedaan pandangan antara Paris dan Berlin bukan sekadar masalah angka di atas kertas. Ini adalah pertarungan visi mengenai masa depan integrasi ekonomi Eropa. Prancis mendorong pengeluaran yang lebih agresif demi memperkuat ketahanan industri, belanja pertahanan, serta transisi hijau. Sebaliknya, Jerman tetap teguh pada tradisi disiplin fiskalnya, menolak pembengkakan anggaran tanpa reformasi struktur yang jelas.

Retakan di Jantung Eropa: Visi Paris vs Realitas Berlin

Hubungan Prancis-Jerman selama ini dianggap sebagai "mesin penggerak" utama Uni Eropa. Namun, ketika berbicara soal dana bersama, kedua negara kerap kali menemukan jalan buntu. Presiden Prancis berargumen bahwa Eropa tidak boleh tertinggal dari Amerika Serikat dan Tiongkok dalam hal subsidi industri dan teknologi masa depan. Paris mendesak agar Uni Eropa berani mengambil skema pinjaman bersama (joint debt) seperti yang pernah dilakukan saat pandemi COVID-19.

Di sisi lain, Berlin menunjukkan resistensi yang kuat. Jerman, yang sedang berjuang memulihkan pertumbuhan ekonominya sendiri, enggan menanggung beban finansial yang lebih besar bagi anggaran kawasan. Para pejabat di Berlin menegaskan bahwa prioritas utama haruslah efisiensi dan alokasi ulang dana yang sudah ada, bukan menambah beban kontribusi nasional.

Aspek Pembahasan Posisi Prancis Posisi Jerman
Strategi Anggaran Ekspansif, dorong investasi besar-besaran. Ketat, fokus pada efisiensi fiskal.
Skema Pembiayaan Mendukung pinjaman bersama (EU Bonds). Menolak skema utang bersama baru.
Fokus Utama Pertahanan, industri hijau, dan subsidi pertanian. Reformasi struktur dan pengetatan beban kontribusi.

Misi Diplomatik Antonio Costa

Di tengah jurang pemisah yang kian melebar inilah Antonio Costa hadir sebagai juru damai. Sebagai mantan Perdana Menteri Portugal yang berpengalaman dalam perundingan sengit di Brussels, Costa memahami betul bahwa kegagalan mencapai kompromi sejak dini dapat melumpuhkan berbagai agenda strategis blok tersebut di masa depan.

"Menyatukan 27 negara dengan kepentingan nasional yang sangat beragam adalah seni diplomasi yang paling sulit. Jika Prancis dan Jerman tidak bisa menemukan titik temu, seluruh Uni Eropa akan tersendat," ungkap seorang pengamat politik senior Uni Eropa di Brussels.

Kunjungan ke Paris ini menjadi batu ujian pertama bagi Costa dalam memetakan kompromi yang realistis. Pertemuan dengan para pemimpin Prancis diharapkan bisa memberikan gambaran seberapa jauh Paris bersedia mengalah, sebelum Costa melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Berlin dan ibu kota lainnya.

Tantangan Besar Menuju Periode 2028–2034

Penyusunan Kerangka Finansial Pelbagai Tahun (MFF) untuk 2028–2034 ini dihadapkan pada geopolitik yang jauh lebih kompleks dibanding periode sebelumnya. Perang di Ukraina yang masih berkecamuk menuntut alokasi anggaran pertahanan yang signifikan. Di saat yang sama, tekanan perubahan iklim memerlukan investasi triliunan euro agar target netralitas karbon dapat tercapai.

Selain itu, subsidi pertanian tradisional yang menjadi benteng pertahanan petani Prancis juga terancam dipangkas jika Uni Eropa memutuskan untuk mengalihkan dana ke sektor teknologi tinggi dan keamanan. Ini menjadikan negosiasi ini sangat sensitif secara politik internal di Prancis.

Perjalanan Antonio Costa masih sangat panjang. Paris hanyalah perhentian awal dari proses negosiasi maraton yang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan. Akankah diplomasi Costa berhasil melunakkan kerasnya pendirian Paris dan Berlin? Ataukah Eropa harus bersiap menghadapi krisis anggaran yang berkepanjangan? Yang pasti, keputusan yang diambil dalam beberapa bulan mendatang akan menentukan arah masa depan benua biru tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User